Nasehat Nabi SAW untuk anak usia 12 tahun.

Harry Santosa – Millenial Learning Center
November 10, 2016

Nasehat Nabi SAW untuk Anak usia 12 tahun.

Sebuah nasehat indah dari Rasulullah SAW kepada seorang anak bernama Ibnu Umar RA berusia 12 tahun

“Jadilah engkau hidup di dunia seperti orang asing atau musafir (orang yang bepergian).” (HR. Bukhari)

Ini adalah sebuah nasehat bukan bagi seorang yang ingin memisahkan hidupnya dari dunia atau meninggalkan dunia lalu hidup zuhud dan beribadah ritual semata. Tetapi ini sebuah nasehat untuk seorang anak berusia 12 tahun atau menjelang AqilBaligh yang tentunya baru membuka lembaran dunianya untuk menemukan peran peran terbaik yang unik dalam peradabannya.

Menjadi pertanyaan seru, mengapa menjadi Gharib dan menjadi Musafir merupakan bekal untuk pendidikan anak antara usia 11-14 tahun. Tentu saja memaknai Gharib dan Musafir harus sesuai konteks usia seorang menjelang pemuda dan juga konteks kehidupan Rasulullah SAW di sekitar usia tersebut.

Usia 12 tahun dalam ukuran abad modern adalah kelas 6 sekolah dasar. Mungkin usia SD saat ini seorang anak sudah dibanjiri banyak pengetahuan dan hafalan juga keterampilan, namun barangkali masih belum dipersiapkan kepada kemandirian sosialnya dan peran peran unik terbaikmya.

Namun, dalam peradaban Islam, usia12 tahun adalah usia memulai petualangan perjalanan menemukan peran terbaik sehingga ketika aqilbaligh sudah mampu mandiri dengan peran peradabannya dan memikul beban syariah.

Rasulullah SAW sendiri ketika berusia 12 tahun sudah magang berdagang bersama pamannya ke Syams atau Syiria. Tentu setiap peristiwa dalam perjalanan kehidupan Nabi SAW adalah bagian dari sunnahnya.

Gharib

Gharib sering dimaknai asing. Almarhum Muhammad Natsir memaknakan kata “Ghuroba” atau orang yang Gharib dengan istilah Pelopor atau Perintis. Jadi nasehat untuk menjadi Gharib, semangatnya adalah agar memiliki peran yang Unik atau peran Pelopor atau peretas jalan (Parhfinder) atau Hero.

Dalam pandangan positif, setiap anak itu memiliki sifat unik yang kelak akan menjadi peran unik. Anak kita tidak boleh menjadi versi ke dua dari orang lain sebagaimana Allah ciptakan demikian sesuai fitrahnya. Namun dalam pandangan negatif atau dari sisi albathil, keunikan itu bisa terlihat sebagai keanehan.

Dalam perspektif pendidikan berbasis fitrah, anak anak usia 11-14 tahun sebaiknya mulai dikembangkan potensi keunikannya (fitrah bakat) kemudian didorong untuk menemukan peran peran unik yang belum pernah ada atau tak terbayangkan (beyond imagine) sebelumnya. Lihatlah di zaman Nabi SAW tidak ada peran ahli tafsir, ahli fiqh, ahli bahasa dll, baru muncul pada masa masa setelah nya.

Secara psikologis tahap usia 11-14 adalah tahap usia pencarian eksistensi, maka jika anak tidak menjadi unik produktif, dia akan menjadi terlihat aneh konsumtif. Anak yang tidak diberi jalan menemukan peran perannya termasuk peran uniknya cenderung rentan terpapar kebathilan.

Sistem pendidikan di dunia terkait bakat termasuk pendidikan sepak bola, pendidikan senirupa dsbnya mulai serius mengembangkan potensi unik (fitrah bakat) sejak usia 11 tahun, tentunya setelah pemetaan bakat selesai. Di Jerman penjurusan bahkan sudah dimulai sejak kelas 4 SD.

Dari peran peran unik inilah yang dipandu Kitabullah, kelak anak anak kita menjadi pahlawan bagi peradabannya.

Musafir

Musafir adalah para penempuh jalan bukan gelandangan tanpa arah. Nasehat agar menjadi Musafir, semangatnya adalah agar anak anak kita sejak usia 11-12 tahun memulai petualangan perjalanannya dalam mencari dan mengembangkan jatidirinya.

Sebuah pepatah Arab, “Barangsiapa yang menempuh jalannya maka akan sampai ke tujuannya”. Ya, anak kita harus mulai menjadi musafir untuk menemukan jalan sukses peradabannya di dunia dan di akhirat.

Menjadi Musafir memerlukan kemampuan membawa perbekalan yang cukup dan penting dalam ranselnya. Tidak mungkin membawa semua perbekalan karena akan memberatkan perjalanan. Pertanyaannya kemudian adalah seberapa cukup yang disebut cukup dan seberapa penting yang disebut penting.

Anak anak sejak usia 11-12 tahun mulai melatih diri untuk memilah dan memilih mana yang terpenting dalam hidupnya dan paling tidak membebani, lalu mana yang tak penting tetapi membebani dari hidupnya untuk dikeluarkan dari ransel perjalanannya. Dunia bukan untuk ditinggalkan, namun untuk mengaktualisasi peran peradaban. Bagian dunia yang membebani perjalanan, itulah yang disingkirkan.

Orangtua harus tega membiarkan anak mereka “babak belur”menjalani petualangan perjalanannya, berkali kali salah dan jatuh dalam menemukan rute terbaiknya. Orangtua hanya memberi semangat dan kesempatan.

Di tahap ini anak mulai merantau menguatkan kepribadian, magang menguatkan bakat, dstnya. Anak anak diharapkan fokus menempuh jalan, meretas jalan jalan baru bagi peradabannya.

Tanggapan Sang Anak

Lalu Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhu menyatakan, “Apabila engkau berada di sore hari, maka janganlah menunggu hingga pagi hari. Apabila engkau berada di pagi hari janganlah menunggu hingga sore hari. Pergunakanlah waktu sehatmu sebelum datang waktu sakitmu. Pergunakanlah hidupmu sebelum datang kematianmu.” (HR. Bukhari)

Sang Anak (Ibnu Umar RA) menangkap nasehat Nabi SAW dengan memaknai manajemenn”waktu” (jangan menunggu) agar efisien dan manajemen sumber daya (kesehatan) agar efektif sepanjang perjalanan.

Kesimpulan

Mari ayah bunda yang memiliki anak usia antara 11- 14 tahun, inilah tahap paling kritis dalam kehidupan mereka sepanjang masa anak, inilah tahap pre aqilbaligh dimana anak harus dipersiapkan mandiri, punya peran peradaban dan mampu memikul beban syariah ketika aqilbaligh. Sibukkanlah anak anak kita untuk memunculkan Inner hero nya.

Mari beri semangat dan kesempatan anak anak kita untuk Gharib (Peran Unik), yaitu menemukan peran peran unik mereka sendiri. Dan beri semangat dan kesempatan pada anak anak kita untuk menjadi Musafir (Penempuh Jalan). Tegalah untuk mengizinkan mereka memulai perjalanannya sebagai Musafir yang efektif dan efisien.

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucatiom
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s