EMISOL – Empati, Imajinasi, Solusi

Harry Santosa – Millenial Learning Center
November 5, 2016

Kita semua bersimpati, tetapi sangat baik jika berEMPATI. Barangkali kita sudah lama gagal berempati karena memang terbiasa menilai sesuatu secara instan dan penuh obsesi. Barangkali akibat terlalu lama bersekolah, menjawab pertanyaan dengan pilihan ganda, bukan pilihan hati dan makna.

BerEMPATI adalah melihat dengan mata, dengan telinga, dengan hati, dengan kaki sehingga mampu menyerap lebih dalam dan lebih bermakna apa sesungguhnya yang terjadi. Tahan untuk tidak “ghurur” atau tergesa menilai, berbicara dan merespon. Apalagi jika kelak malu mengakui kesalahan. Turunkan ego serendah rendahnya agar Allah bukakan dan curahkan hikmah yang banyak.

Hampir semua masalah bisa selesai karena banyak berEMPATI pada awalnya, dan banyak masalah menjadi tambah parah gara gara gagal berEMPATI dan tergesa meloncat kepada solusi instan.

Nabi SAW mencontohkan bagaimana beliau berempati, mendengarkan dengan telinga hati, melihat dengan mata hati walau terhadap orang yang panjang lebar mencelanya sehingga dengan baik mampu memberi jawaban dan penilaian penuh hikmah.

Setelah berEMPATI menyerap dengan baik, lalu cobalah DEFINISIkan dengan baik atau buat “point of view” . Tuliskan apa sesungguhnya yang terjadi tanpa pretensi, nafsu, obsesi. Kita akan melihat kebutuhan atau arah kemauan sesungguhnya dari peristiwa ini, mana sasaran antara dan mana sasaran inti.

Petakan masalahnya dengan presisi, lihat yang tak mampu terlihat, temukan apa yang ada di belakang ini semua, temukan aktor aktor yang berperan, temukan inti kebutuhan sesungguhnya dan tuliskan. Gali dan temukan hal hal lain yang bisa jadi inti masalah atau potensi yang mengejutkan. Tanyalah terus menerus “bagaimana jika” begini dan begitu untuk menemukannya. Fokuslah pada potensi bukan masalahnya.

Jika sudah jelas definisi masalah dan potensinya, lalu IMAJINASIKAN idea idea hebat atau idea berani untuk mengembangkan solusi dan potensinya. Tuangkan dalam bentuk “coretan” idea, diagram atau sketch yang menjelaskan kebutuhan dan idea hebat.

Mulailah menulis solusi sederhana namun feasible atau layak. Sekali lagi fokuslah pada potensi bukan masalahnya.

Akhirnya tuliskan SOLUSI final yang kita anggap paling baik. Jalankan solusi itu kepada siapa yang membutuhkannya. Sajikanlah juga solusi kita kepada PUBLIK dengan sebaik baiknya agar dunia semakin indah dan inspiratif.

Biasakanlah untuk selalu demikian, ulangi proses EMISOL terhadap solusi yang sudah ada agar kelak makin tajam solusinya. Kelak di akhirat kita tidak disebut sebagai orang orang yang fasik dan lalai, hanya menelan informasi lalu menjalankannya atau menyebarkannya tanpa berEMPATI, menjalankannya tanpa pernah berIMAJINASI untuk idea hebat dan melahirkan SOLUSI.

Pesan Nabi SAW “Barangsiapa yang Beriman kepada Allah dan Hari Akhir hendaknya berkata yang baik atau diam”.

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s