Jusman Syafii Djamal
October 16, 2016

Pertama, Tanda ekonomi sedang lesu dan stagnant bagi satu industri atau perusahaan itu kasat mata dan mudah dirasakan, barang dan jasa yang terjual menurun sepanjang hari.

“if the economy stagnates, there will be fewer goods and services per capita to go around.”–

Kedua, Tanda ekonomi sedang tumbuh juga mudah diamati, uang mudah mengalir dari kontrak pekerjaan yang sudah diselesaikan, tidak ada pembayaran tertunda. Kredit berbunga rendah juga mudah tersedia, harapan meningkat tajam, pembeli berduyun duyung barang mudah laku, pengusaha senyum gembira datang ke perbankan minjam kredit dan banker juga gembira karena kredit macet tidak meningkat.

As long as the economy is growing, that means more money and credit are available, expectations are high, people buy more goods, businesses take out more loans, and interest on existing loans can be repaid.

Ketiga, Pengalaman tahun 1998 dan 2008 mengajarkan pada kita fenomena sederhana begini : Jika ekonomi tidak tumbuh seperti ditargetkan pastilah kebijakan ikat pinggang, pemotongan anggaran disana sini untuk efisiensi biaya dilakukan. Lingkaran setan mulai berputar, perbankan mengurangi volume uang beredar, kecepatan uang berputar dalam sistem melambat dan melahirkan efek bola salju, kredit macet, lapangan kerja menyempit, pendapatan merosot, sonsumer spending menurun yang kesemuanya memperkecil volume uang beredar dalam sistem ekonomi.

But if the economy is not growing, new money isn’t entering the system, and the interest on existing loans cannot be paid; as a result, defaults snowball, jobs are lost, incomes fall, and consumer spending contracts — which leads businesses to take out fewer loans, causing still less new money to enter the economy. ”

Dengan kata lain ekonomi pasar itu mudah dirasakan apakah kita berada dalam turbulensi, stabil atau tidak. Pilihan yang tersedia hanya ada dua :”Tumbuh berkembang”, atau Kontraksi menyusut mengkerut. Yang kedua didefinisikan sebagai kondisi stagnasi yang bisa mengarah pada resesi atau depresi. Karenanya tak ada jalan lain ditengah situasi stagnasi kita harus fokus pada upaya membangkitkan kembali ekonomi perusahaan yang lesu.

“In other words, the existing market economy has no “stable” or “neutral” setting: there is only growth or contraction. And “contraction” can be just a nicer name for recession or depression — a long period of cascading job losses, foreclosures, defaults, and bankruptcies.”

Keempat : Atau ada jalan ketiga dimana kita menyadari bahwa untuk jangka empat lima tahun mendatang pertumbuhan ekonomi yang diharapkan sukar terjadi. Mengelola sistem ekonomi dengan pertumbuhan moderat 4-5% meski tidak menyenangkan tetapi masih bisa dikelola untuk menjadi menarik dan menyenangkan. Ketiadaan pertumbuhan ekonomi dapat diarahkan untuk mengembangkan “economic System with human face”, dengan arah pembangunan pada keadilan dan pemerataan.

Growth with equality. Pengentasan kemiskinan dan Pemerataan menjadi kata kunci. Dalam fokus seperti itu keseimbangan dapat dipelihara, pendidikan dan kesehatan masih dapat ditingkatkan, teknologi dan infrastruktur pertanian dapat dimodernisasi dan keseinambungan ekonomi dapat dipelihara.

“We must discover how life in a non-growing economy can actually be fulfilling, interesting, and secure. The absence of growth does not necessarily imply a lack of change or improvement. Within a non-growing or equilibrium economy there can still be continuous development of practical skills, artistic expression, and certain kinds of technology.”

Kelima : Jika pertumbuhan ekonomi global terus melambat seperti dua tahun terakhir ini maka kebijakan untuk “Maintaining the “old normal” is not an option; if we do not find new goals for ourselves and plan our transition from a growth-based economy to a healthy equilibrium economy, we will end up with a much less desirable “new normal.”

Richard Heinberg. “The End of Growth.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s