Yayasan Kita dan Buah Hati
Serial Parenting #10

Pernahkah Ayah Bunda membuka media sosial dan menemukan kabar tentang anak Indonesia yang menerima penghargaan internasional, memenangkan lomba berskala internasional, maupun menjadi pembicara di forum internasional di berbagai bidang? Biarpun mereka bukan anak kandung kita, kita ikut bangga ‘punya’ mereka, bukan?

Disisi lain, kita berkali-kali seperti diteror berita kekerasan fisik dan kejahatan seksual yang dilakukan anak usia SD-SMP-SMA baik dilakukan sendiri maupun beramai-ramai. Selain meninggalkan rasa takut, rasa sedih pun hinggap di relung batin kita. Perasaan getir memenuhi ruang dada kita.

Kita bertanya-tanya, mengapa ada anak yang begitu gemilang, namun juga ada anak yang jiwanya kelam? Ada anak-anak berkarakter BEST (seperti yang telah dijelaskan di artikel sebelumnya), ada anak-anak yang mengalami BLAST akut maupun kronis. Apa yang membedakan keduanya?

Perkembangan otak anak BEST sangat sehat. Sedangkan anak yang menjadi pelaku kejahatan adalah salahsatu contoh anak BLAST kronis yang kemungkinan dibesarkan dengan cara-cara yang tidak sesuai perkembangan otaknya.

Pada dasarnya, otak manusia terdiri dari 3 sistem utama, yaitu Sistem Pertahanan yang diatur oleh Batang Otak, Sistem Pengolahan Emosi yang diatur oleh Sistem Limbik, dan Sistem Berpikir yang diatur oleh Neokorteks.

BATANG OTAK
Batang Otak adalah bagian dari otak yang mengatur pertahanan hidup. Ilmuwan juga menyebut bagian ini sebagai OTAK REPTIL. Prinsip dasar mekanisme kerjanya adalah “bagaimana saya bertahan hidup” artinya mempertahankan diri tetap hidup dan mempertahankan kelompoknya tetap eksis. FIGHT or FLIGHT. Melawan atau Kabur.

SISTEM LIMBIK
Selanjutnya adalah Sistem Pengolahan Emosi yang merupakan tugas utama Sistem Limbik atau disebut juga otak mamalia. Di bagian ini semua emosi dikenali dan disimpan. Senang, sedih, haru, bahagia, puas, takut, cemas, khawatir, terpesona. Semua jenis emosi dan detail-detailnya.
Selain itu, sistem ini juga mengatur motivasi, kerja organ vital, keinginan untuk makan minum, tidur dan bergaul, seks dan stress. Karena perannya yang sangat penting, Tuhan mendesain letaknya yang jauh tertanam di dalam otak besar supaya aman terlindung dari benturan dan bahaya fisik lainnya.
Namun, pusat emosi ini tidak didesain untuk menanggung emosi terlalu berat dan lama. Sehingga ketika seseorang terlalu depresi dalam jangka waktu lama, atau terlalu senang, atau terlalu menginginkan sesuatu, seperti listrik kelebihan beban, akan membuat sambungan antara pusat emosi dan pusat berpikir mengalami korslet. Maka kita lihat ada orang yang melakukan hal-hal tidak masuk akal seperti bunuh diri, mencuri, membunuh, dll. Ada juga yang termanifestasi menjadi penyakit yang menyerang organ vital dan imunitas.
.
NEOKORTEKS
Selanjutnya adalah Sistem Berpikir yang diatur oleh Neokorteks. Di bagian ini semua informasi dan memori yang diperoleh otak diolah menjadi persepsi. Memori jangka panjang disimpan di bagian ini. Kecerdasan juga diatur dalam bagian ini. Jika Batang Otak disebut otak reptil, Neokorteks ini disebut juga Otak Primata.
Pada neokorteks, ada bagian unik yang berada di atas alis kanan mata dinamakan PreFrontal Cortex (PFC) atau kita istilahkan dengan Direktur.
Mengapa direktur? Karena sesuai dengan fungsinya seperti direktur dari perusahaan atau lembaga, fungsi PFC adalah untuk membentuk nilai dan moral, kemampuan membuat perencanaan, mengontrol diri dan emosi, menunda kepuasan, mengetahui konsekuensi dan MENGAMBIL KEPUTUSAN.
***
.
Pada anak BEST, seluruh bagian otak tersebut berkembang sesuai tahapannya. Yaitu batang otak dan PFC terlebih dahulu, kemudian sistem limbik, dan terakhir neokorteks.
.
Batang otak dan sistem limbik mulai berkembang sejak janin dan berkembang pesat pada usia kurang dari 7 tahun. Pada usia 2 tahun, PFC berkembang pesat dan mencapai puncaknya di usia 3 tahun. Di usia 3 tahun, jumlah sambungan sel saraf di PFC 2 kali lebih banyak daripada di orang dewasa.
.
Neokorteks mulai sempurna bersambungan di usia 7 tahun. Sedangkan PFC dimatangkan bersamaan dengan sistem limbik hingga nanti sempurna di usia 20-25 tahun.
.
Pada anak BLAST, pematangan bagian-bagian otak tersebut tidak sesuai tahapan.
.
***
Bagaimana mematangkan otak anak agar tepat sesuai perkembangannya? Lakukan pengasuhan dengan cara yang benar, baik, dan menyenangkan (BBM).
.
BENAR
Benar adalah sesuai dengan aturan agama. Agama adalah nilai yang pakem dan mutlak. Perubahan zaman tidak mengubah kebenaran nilai yang diajarkannya.
Mengajarkan dan mengasuh anak dengan koridor nilai-nilai kebenaran serta menstimulasi kemampuan anak dalam Berpikir, Memilih, dan Mengambil keputusan (BMM) dalam landasan moral dan nilai agama, adalah cara utama mematangkan Prefrontal Cortex (PFC) dan batang otak.
.
BAIK
Selanjutnya adalah mendidik dengan cara yang Baik. Baik adalah sesuai dengan cara otak bekerja. Otak kita menyukai kalimat positif dan intonasi yang lembut. Ketika kita berkomunikasi dengan cara yang baik, sistem limbik akan terbuka dan informasi akan dilanjutkan ke neokorteks. Hal ini akan mematangkan sistem limbik.
Baik artinya pada usia kurang dari 7 tahun, terutama sejak usia 2-3 tahun, anak sangat membutuhkan peraturan tentang apa yang boleh dan apa yang tidak boleh dari orangtuanya, melatih anak berpikir-memilih-mengambil keputusan (BMM) tentang pakaian yang akan digunakan, buku yang akan dibeli, menu makan malamnya, juga dibutuhkan anak untuk mematangkan PFC-nya.
Untuk mengembangkan sistem limbiknya, orangtua penting sekali untuk membaca bahasa tubuh, menerima dan menamai perasaan anak, dan mendengar celoteh-celotehnya dengan tulus. Tahan untuk berkomentar, biarkan ia menyelesaikan ceritanya meski seperti kisah yang mengada-ada.
.
MENYENANGKAN
Kemudian pengasuhan dengan cara yang menyenangkan. Cara yang menyenangkan akan membuat “penanda” bahwa informasi yang kita sampaikan adalah informasi yang penting dan akan disimpan dalam memori jangka panjang di neokorteks.
Mengajarkan hal-hal terkait akademis sangat perlu dilakukan dengan cara menyenangkan seperti dengan bernyanyi, bermain, dan bercerita. Agar terekam dalam waktu yang lama oleh otak anak kita dan mematangkan neokorteksnya lebih sempurna. Anak mempunyai memori bahwa belajar adalah aktifitas menyenangkan dan merupakan kebutuhan, bukan kewajiban.
Neokorteks baru sempurna bersambungan pada usia 7 tahun. Menurut Ayah Bunda, apakah anak harus sudah bisa calistung pada usia kurang dari 7 tahun? Apakah dengan memaksanya mampu calistung, neokorteksnya akan berkembang dengan sempurna dan sehat? Pemaksaan dikhawatirkan membuat anak merasa bosan dan stress. Ups! Hati-hati BLAST.
***
Lalu, bagaimana mengetahui apakah pola pengasuhan kita sudah benar, baik, dan menyenangkan?

Lihat sikap anak disetiap kelipatan 7. Jika pengasuhan kita di 7 tahun pertama baik, maka kita akan memanen hasilnya pada usianya yang ke 8 hingga kelipatan 7 kedua (14 tahun). Demikian seterusnya.

Siap mendidik anak kita dengan benar, baik, dan menyenangkan?

Yuk terus cari ilmunya 🙂

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s