Hasanuddin Abdurakhman
20 Okt 2016

Setahun yang lalu saya didatangi seorang ayah, sedikit lebih muda dari saya. Beliau datang bersama anak sulungnya, anak laki-laki, sekarang duduk di kelas 12 atau kelas 3 SMA. Anaknya tertarik untuk kuliah ke Jepang, khususnya ke almamater saya, Tohoku University. Mereka mengenal saya saat saya memberikan seminar tentang sekolah di Jepang.

Kami berbincang hampir selama 1 jam. Sang ayah banyak bertanya tentang seluk beluk sekolah di Jepang, biaya, kompetisi, iklim, dan sebagainya. Saya jawab berbasis pengalaman saya sekolah dan tinggal di Jepang. Saya ceritakan juga pengalaman saya, cerita bagaimana saya dulu memegang mimpi untuk sekolah ke luar negeri, sampai saya mencapainya.

Kita sering melihat orang sukses, tapi gagal memberi makna atas apa yang kita lihat. Sering kita lihat orang beruntung. Ia sukses karena beruntung. Selalu ada saja keberuntungan menghampirinya. Selalu saja ada kesempatan yang mengantarkan dia pada kesuksesan. Dia sukses karena dia dipilih oleh Tuhan untuk sukses, diberi banyak kesempatan. Kita bukan orang seperti dia. Jadi wajar kalau kita tidak sukses.

Betulkah begitu? Salah. Kesempatan selalu datang pada kita. Ibarat oksigen yang menghidupi kita, atau curah hujan yang menerpa tubuh kita, sebanyak itulah kesempatan datang pada kita. Tapi kenapa berbagai kesempatan itu tak mengantarkan kita pada kesuksesan? Karena kita tidak menangkap dan memanfaatkannya. Boro-boro, kita bahkan tidak sadar bahwa kita sedang mendapat kesempatan.

Orang sukses adalah orang yang waspada, ia mencari setiap kesempatan yang akan menghubungkan ia dengan mimpinya. Kesempatan sekecil apapun akan dia kejar, dia olah menjadi jalan menuju mimpinya. Setiap kesempatan yang ia dapat akhirnya meninggalkan jejak dalam riwayat hidupnya, sehingga terlhat banyak sekali kesempatan yang datang padanya.

Adapun orang biasa, ia tak sadar bahwa kesempatan datang menghampirinya. Maka kesempatan itu berlalu begitu saja, tanpa meninggalkan bekas apapun pada riwayat hidupnya. Karena tidak ada bekas, maka ia terlihat seolah tak pernah mendapat kesempatan.

Ketika masih sekolah di SMP saya sudah bermimpi untuk sekolah ke luar negeri. Saya selalu mengintai kesempatan untuk mewujudkanya. Setiap ada kesempatan membaca koran, saya selalu mencari artikel yang berkaitan dengan mimpi saya itu. Hal itu saya lakukan sampai saya SMA.

Zaman dulu informasi tidak melimpah seperti sekarang. Di rumah kami tidak berlangganan koran. Maka setiap minggu saya pergi ke rumah teman, numpang baca koran. Bapaknya yang tahu saya suka baca, sengaja menyimpankan koran-koran 7 edisi, sampai saya datang untuk membacanya. Dari koran itulah saya memantau informasi beasiswa. Lalu ketika saya lulus SMA di koran lah saya temukan pengumuman beasiswa program kuliah ke luar negeri yang dikelola oleh Habibie. Sayangnya waktu itu saya gagal dalam tes.

Kini informasi berlimpah ruah. Maka saya sarankan anak muda yang sedang bermimpi itu untuk menggali informasi sebanyak mungkin. Informasi beasiswa di website kedutaan Jepang, itu sudah terlalu mainstream. Semua orang bisa lihat. Tidak istimewa lagi. Coba telusuri informasi di website setiap perguruan tinggi, sampai detil ke tingkat fakultas atau jurusan. Biasanya ada saja beasiswa yang diberikan secara terbatas, jumlahnya tidak banyak, tapi informasinya juga tidak tersebar sangat luas. Atau kalau perlu, kontak pengelola kampus, tanyakan langsung adakah kesempatan beasiswa.

Mencari kesempatan itu seperti mencari intan. Kau tak akan menemukan intan teronggok di pinggir sungai. Kalau ada intan di situ, orang lain sudah lebih dulu mengambilnya. Kau harus menggali, membongkar dan memecahkan batu-batu.

Beberapa bulan kemudian saya mendapat email dari orang ini, mengabarkan bahwa anaknya telah mendapat beasiswa untuk kuliah ke Jepang. Saya turut bahagia.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s