Bersiap diri menjadi Pembelajar yang lebih Baik

Hilman Al Madani
March 1, 2010

BUKAN BASA BASI!

Sobat muda, buat kita-kita yang masih bertitel pelajar pastinya pergi pagi-pulang siang atau sore, bawa buku tugas dan PR, kursus sana-sini, les ini dan itu tentu bukan hal yang asing lagi buat kita. Sebuah rutinitas yang sepertinya memang sudah semestinya menjadi bagian dari kehidupan sosok pelajar di pelosok manapun di negeri ini.
Beberapa dari kita mungkin sudah merasa sangat jengah dan bosan dengan kegiatan yang hampir tidak terlalu banyak perubahan setiap harinya.

Apapun aktivitas kita, jika dilakukan secara terus-menerus dan cenderung itu-itu saja (monoton), terlebih kita melakukannya dengan terpaksa pastinya akan membuat kita juga merasa jengah, lelah, dan tentu tidak nyaman dan semangat dalam menjalaninya.

Tapi, pernahkah sobat muda melihat seorang bapak-bapak tua yang setiap paginya dengan semangat menyempatkan diri untuk sekedar berlari-lari pagi meski hanya di sekitar rumahnya? Atau, seorang ibu yang dengan tulus menggendong dan menyusui bayinya tanpa perasaan terpaksa sedikitpun? Atau seorang nenek renta yang dengan setia menjajakan seonggok dagangannya di sudut pertokoan yang kumuh?

Yup! Mereka melakukannya karena tahu apa arti dari sesuatu yang mereka lakukan tersebut. Mereka juga faham manfaat yang mereka dapatkan, dan mereka pun melakukannya dengan sepenuh hati.

Inilah yang orang-orang menyebutnya sebagai bagian dari kecerdasan spiritual (spiritual intelligence). Arti sederhananya, kita melakukan sesuatu hal karena kita tahu untuk apa hal itu kita lakukan, apa dampaknya jika kita melakukan hal itu, dan mengapa kita memilih untuk melakukannya.

Jadi, kita semua sepertinya memang harus merenungi lagi arti sebenarnya dari perjuangan hidup yang kita lakukan setiap harinya. Jangan-jangan kita memang tidak pernah memikirkan, mengapa kita harus melakukan tugas-tugas yang rutin seperti di atas setiap hari. Tapi, apapun yang kita rasakan yakinlah bahwa, saat ini kita sedang meniti tangga-tangga kesuksesan menuju kesuksesan-kesuksesan besar lainnya. Dan, inilah sebuah pilihan hidup! Menjalaninya dengan sepenuh hati, atau melewati kesempatan emas ini sekedarnya?

GUDANG ILMU ITU TLAH MENANTI KITA!

Bagi sobat muda yang saat ini sedang bersiap masuk sekolah dasar, mungkin ini adalah sebuah pengalaman yang luar biasa. Bisa jadi menegangkan, bingung, takut, atau bahkan malu. Tidak mustahil buat kamu-kamu yang saat ini akan menjajaki SMP atau SMU pun merasakan hal yang sama, meski kamu sudah sedikit lebih besar dari mereka. Iya ngga?

Nah, supaya kita tidak terlihat seperti halnya sapi ompong yang kebingungan, ada 2 tips jitu untuk menghadapi keadaan seperti itu.

Pertama, ketika kamu sudah terdaftar di salah satu sekolah. Ada baiknya jika sebelum hari pertama masuk, kamu mengunjungi dulu bakal sekolahmu itu. Kamu bisa merasakan bagaimana rasanya memasuki gerbang sekolah, di mana kelas yang akan kamu tempati, bagaimana rasanya bangku yang akan kamu duduki, di mana ruang guru, dan apa saja fasilitas yang dapat kamu gunakan di sekolah itu. Sehingga, nantinya kamu tidak terlalu asing dengan lingkungan barumu itu.

Kedua, mungkin kamu bisa bertanya-tanya kepada teman, kakak kelas, atau saudaramu yang kebetulan lebih dulu memasuki sekolah barumu itu. Kamu bisa bertanya soal kebiasaan siswa-siwi di sekolah itu, soal aturan, sesuatu yang populer, atau hal-hal lainnya, hingga secara mental kamu siap dan tidak terlalu merasa asing dengan orang-orang di lingkungan barumu nanti. Hal ini sedikit banyak akan membantu kamu menguasai keadaan.

Bukan hanya persoalan awal mula masuk sekolah yang biasanya akan membuat sebagian besar dari kamu tegang dan cemas. Tapi, ada lagi yang tidak kalah menegangkannya dibandingkan dengan hari pertama masuk sekolah. Yes! UJIAN SEMESTERAN!!.

Dan yang lebih parahnya lagi, ia bakalan datang lebih sering.

Gara-gara ujian semester, banyak dari kita yang menghalalkan segala cara untuk sekedar lolos darinya. Apapun caranya. Padahal, andai kita tahu apa sesungguhnya arti ujian semester buat kita, tentu kita tidak akan sepanik itu.

Ujian pada dasarnya hanyalah suatu bentuk evaluasi yang membantu kita menunjukkan hasil belajar kita selama satu semester. Ibarat sebuah cermin, ia membantu kita menunjukkan bagian-bagian mana saja yang kurang baik dari diri kita. Jadi betapa bergunanya ujian bagi kita. Kalau kita menjalani ujian dengan trik-trik yang tidak baik, itu sama saja mengotori kaca cermin kita, sehingga kita kesulitan untuk melihat bagian-bagian mana saja dari diri kita yang semestinya diperbaiki. Hasil evaluasi itu juga yang nantinya menjadi pijakan kita untuk melangkah lebih baik lagi di masa berikutnya.

MENGGAPAI SUKSES IMPIAN!

Setiap orang dilahirkan dengan potensi dasar yang unik dan luar biasa. Potensi untuk menjadi seorang juara. Tapi, sang juara tidak muncul tiba-tiba. Butuh usaha dan kerja keras untuk mewujudkannya.

Buat sobat muda yang saat ini berada di bangku sekolah dasar, minimal kamu harus menghabiskan waktumu selama 6 tahun di sana. Kamu yang saat ini menjalani pendidikan di bangku SMP atau SMU, paling tidak kamu menghabiskan waktu selama 3 tahun pada masing-masing tingkatannya. Bukan waktu yang sebentar kan?

Sepertinya sangat disayangkan jika kita melewatinya hanya sekedarnya, karena waktu itu tak akan kembali. Nah, agar usaha kita tidak sia-sia, ada beberapa kiat khusus dalam meniti jalan kesuksesan dalam pendidikan kita.
Pertama, kenali dirimu. Artinya, kamu harus mengetahui lebih banyak tentang dirimu, kebiasaan-kebiasaanmu, potensi-potensi apa yang kamu miliki, sehingga kamu dapat mengembangkannya dengan baik. Ini sangat penting loh. Jika kita tidak mengetahui harta terpendam yang ada dalam diri kita, mana mungkin kita bisa memanfaatkannya dengan semaksimal mungkin.

Status kita yang pastinya sebagai seorang pelajar menuntut kita untuk bisa mengenali seperti apa gaya belajar kita. Apakah kita tipe pembelajar auditory yang lebih suka belajar dengan cara mendengarkan penuturan orang lain, atau tipe pembelajar visual yang lebih mudah mencerna segala sesuatunya jika kita melihat apa yang kita pelajari, atau pembelajar tipe kinestetik yang lebih faham jika kita mengalami sendiri apa yang kita pelajari?

Jika kita merasa nyaman dan cepat mempelajari sesuatu dengan salah satu tipe pembelajar di atas, mungkin itulah gaya belajar kita.

Tapi, bukan berarti seorang pembelajar auditory tidak bisa belajar dengan cara visual atau kinestetik. Kita dapat mengkombinasikannya kok, meski biasanya ada tipe yang menonjol yang ada pada diri masing-masing orang, dan manfaatkalah itu semaksimal mungkin.

Mengetahui gaya atau tipe belajar kita membuat kita lebih mudah memposisikan diri dan mempelajari sesuatu. Dan kita telah sedikit mempermudah jalan kesuksesan kita.

Kedua, jalani masa belajarmu dengan senang dan gembira. Kenapa harus? Tentu dong! Mau tahu kenapa alasannya? Sederhananya otak kita memiliki tiga bagian yaitu; batang otak yang merupakan tempat masuknya informasi dari luar diri kita, kemudian ada sistem limbik si pusat emosi yang merupakan pintu masuknya informasi menuju gudang penyimpanan besar yang bernama korteks! Jika kita ingin informasi yang kita dapatkan tersimpan di gudang korteks, informasi itu harus masuk melalui sistem limbik. Tapi sayangnya, sistem limbik hanya akan membuka jalan untuk informasi yang akan masuk ke korteks kalau perasaan kita dalam keadaan senang dan nyaman. Contohnya saja, ketika kita terburu-buru belajar sesuatu karena beberapa jam lagi kita akan menghadapi ujian, apa kita masih ingat apa yang telah kita pelajari ketika kita sudah berada di ruang ujian? Yes! Pasti lupa. Karena informasi yang kita pelajari saat diri kita tegang dan cemas hanya akan sampai di batang otak dan tidak masuk ke gudang penyimpanan besar atau korteks. Informasi yang hanya sampai ke batang otak tidak akan bertahan lama.
So, kamu pasti sudah kebayang kan mengapa jika kita belajar harus senang dan gembira?

Ketiga, jaga kesehatanmu, jangan tidur terlalu larut atau begadang. Hal itu nantinya akan mengurangi daya konsentrasi kamu saat belajar nanti. Kalau kamu sudah kesulitan untuk konsentrasi pastinya akan sulit bagimu untuk bisa menerima pelajaran dengan baik. Dan hilanglah kesempatan kamu untuk meraup informasi-informasi berharga itu.

Keempat, kurangi pikiran-pikiran negatif yang ada di benakmu. Pikiran negatif akan mengurangi motivasi kamu dalam mempelajari sesuatu. Hal ini tentu akan mengganggu optimalisasi kecerdasan dan bakat yang terpendam dalam diri kita. Sayang kan?

Kelima, komitmen waktu. Karena kamu adalah pelajar dengan tugas utamanya belajar. Maka, prioritas dan waktu terbesar yang harus kamu bagi adalah untuk belajar. Bukan berarti juga kita tidak boleh bermain loh! Jangan-jangan dari sebuah permainan yang baik itu kita juga dapat belajar tentang suatu hal. Jadi sekali mendayung dua tiga pulau terlampaui kan? Soal komitmen, ia bersumber dari hatimu. Hanya kamu sendiri yang bisa merasakan dan mengatakan dengan jujur bahwa kamu memberikan waktu terbesarmu untuk belajar, meniti tangga-tangga kesuksesanmu, mewujudkan jiwa sang juara dalam diri yang memang tidak mungkin muncul secara tiba-tiba.

Bersiap menjadi orang yang lebih dewasa dan lebih baik lagi
Ketika memasuki situasi yang baru kita pasti sangat membutuhkan waktu untuk kembali menyesuaikan diri dengan keadaan sekitar. Buat sobat muda yang beranjak dari taman kanak-kanak menuju bangku sekolah dasar, atau dari sekolah dasar ke sekolah menengah dan seterusnya, pastinya akan memiliki tugas yang sedikit berbeda atau bahkan lebih banyak dari sebelum-sebelumnya. Sobat muda pastinya dituntut dengan tugas dan tanggung jawab yang lebih. Karena memang dengan kapasitas dan usia kita yang semakin bertambah, kita dituntut untuk selalu berkembang dan tumbuh ke arah yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya.

Itulah sebuah perjuangan hidup ke arah kesuksesan yang memang tiada henti hingga akhir hayat kita. Rosulullah pernah mengisyaratkan bahwa, manusia yang beruntung adalah manusia yang hari ini lebih lebih baik dari hari kemarin dan begitu seterusnya. Jika hari-hari kita sama keadaannya dengan hari-hari yang telah kita lewati sebelumnya, maka kita termasuk orang yang rugi. Yang lebih parah lagi, jika hari-hari kita lebih buruk dari hari-hari yang telah kita lewati sebelumnya, maka kita termasuk orang yang celaka.

Tentu amat tidak mudah menjadi orang yang lebih baik dari sebelum-sebelumnya dengan tugas dan tanggung jawab yang juga lebih banyak. Bukan berarti kita tidak mungkin melakukan kesalahan kan? Tapi bukan karena kesalahan juga kita akhirnya takut untuk mencoba sesuatu yang baru dan baik buat kita. Mencoba adalah pintu utama yang akan mengantarkan kita kepada peningkatan kualitas diri. Jika kita mampu melewatinya, kita tinggal meneruskannya ke taraf mencoba kebaikan berikutnya. Jika kita gagal, kita hanya butuh keberanian untuk mencoba dengan cara lain atau cara yang lebih gigih dari yang sebelumnya.

Itikad baik dan do’a pada akhirnya akan menghantarkan kita pada kesuksesan-kesuksesan di setiap rentang usia kita. Good luck…!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s