Komitmen

Hasanudin Abdurakhman
Oct 18, 2016

Komitmen

Mendarat di Narita kami naik bis menuju Mishima, sebuah kota kecil di Shizuoka, tak jauh dari Gunung Fuji. Dalam perjalanan kami singgah di sebuah tempat istirahat. Pemandu menyampaikan bahwa kami boleh turun untuk istirahat dan harus kembali ke bis jam 11. Kami punya waktu 15 menit.

Jam 11 kurang 3 menit saya sudah duduk kembali di dalam bis. Pemandu kami mulai mengecek. Beberapa orang masih belum kembali. Akhirnya mereka kembali jam 11.05.

Tiba di Mishima, setelah check in kami dipersilakan ke kamar masing-masing, dan diminta kembali ke lobby pada jam 12.30. Tapi lagi-lagi sebagian orang baru kembali jam 12.35. Demikian pula saat mulai acara pada sesi sore.

Panitia acara sepertinya memang sengaja tidak menerapkan aturan ketat soal tepat waktu. Acara yang saya hadiri ini adalah senior management seminar, yang hadir adalah para manager pada level senior. Seharusnya orang tidak lagi pujya masalah soal tepat waktu. Tapi kenyataannya mereka masih bermasalah. Dugaan saya bagian ini menjadi unsur penilaian yang sangat penting.

Mengapa orang Indonesia sulit tepat waktu? Mereka sebenarnya bukan tak bisa. Kenyataannya, pada waktu bulan puasa mereka sangat tertib sahur dan buka pada waktu yang telah ditentukan. Kenapa tidak bisa pada saat yang lain?

Ini masalah komitmen. Bila kota komit pada sesuatu atau seseorang maka kita akan melakukan apa saja untuk memenuhinya. Tepat waktu di tempat kerja atau terhadap janji dengan teman bukanlah sesuatu yang menjadi komitmen kebanyakan orang Indonesia. Itu masalahnya.

Orang-orang Jepang terbiasa tepat waktu karena 2 sebab. Pertama mereka komit. Kedua, kalau tidak tepat waktu mereka akan dipandang tercela oleh lingkungan. Hal kedua ini tidak berlaku pada kita, orang Indonesia. Satu-satunya hal yang tersisa adalah komitmen.

Komitmen ini berlaku juga untuk hal-hal lain, seperti dalam hal menjaga kerapian dan kebersihan, yang dibiasakan melalui penerapan 5S.

Bagi saya tepat waktu adalah komitmen pada diri sendiri. Kalau janji dengan orang saya tepat waktu, tak peduli bahwa lawan berjanji saya itu akan terlambat. Juga tak peduli bahwa dia tidak keberatan ketika saya terlambat. Tepat waktu adalah nilai yang saya jaga untuk kebahagiaan saya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s