Harry Santosa – Millenial Learning center

Wahai teman teman Muslim yang hadir maupun tidak hadir , sungguh menjadi Islam dan menjadi Indonesia adalah karunia terindah. Tentu bukan kebetulan, pasti ada tugas dan peran bagi peradaban dan dunia dengan keIslaman dan keIndonesiaan kita. Kita yakin cinta Islam dan cinta Indonesia dengan sepenuh hati adalah bagian penting keimanan kita.

Muslim yang hadir janganlah ujub merasa paling benar dan hebat keimanannya lalu merendahkan yang tidak hadir seolah berderajat kafir. Muslim yang tidak hadir janganlah merasa lebih benar mencintai Indonesia sehingga merendahkan yang hadir seolah ingin memecah negeri ini. Tetap bijak, viral sosmed selalu ada yang mengajak perang dan selalu ada yang mengajak damai. Waspadalah. Kita semua Muslim cinta Indonesia dan cinta Islam.

Lihatlah anak anak kita, hari ini mereka bisa shalat di masjid manapun dengan tenang di seantero bumi nusantara, ceria mengaji dan semangat menghafal alQuran dan alHadits dengan damai dimanapun mereka suka, fitrah mereka bersemi indah di negeri sejuta pesona alam, berjuta keindahan kearifan dan ulama. Alangkah berdosanya kita bila semua itu akan hilang sirna dari pandangan berganti penderitaan apabila terjadi kerusuhan berlarut larut di negeri ini. Kerja keras para ulama mendidik generasi beratus tahun lamanya janganlah dihabisi oleh ghirah tanpa adab. Semoga tidak terjadi.

Jangan remehkan. Ini bukanlah unjuk rasa biasa. Arus Masa yang sangat besar. Sekurangnya satu juta orang berkumpul dengan emosi yang sama yaitu “Bela Islam”. Apapun yang mengusik atau mengganggu pasti akan dianggap menentang Islam. Cukup satu letusan senjata, satu ledakan dan satu korban untuk merubah unjuk rasa damai menjadi kerusuhan berdarah. Hati hatilah. Tidak ada yang menjamin bahwa masa atau aparat tak akan terprovokasi. Bila ada pemicu, maka masa dan aparat akan saling tuduh dan saling bunuh.

Jika demikian, hancurlah semuanya. Pihak ketiga akan bertepuk tangan gembira, agenda mereka berlanjut merobohkan peradaban.
Semoga itu tidak terjadi. Ya Allah lindungilah generasi kami dan generasi anak anak kami.

Namun jika kerusuhan yang direncanakan pihak ke tiga itu terjadi, bangsa ini akan terbelah menjadi Pembela Islam dan Pembela NKRI, seolah keduanya berseberangan. Padahal keduanya sama sama cinta Islam dan cinta NKRI. Kalau sudah benci, tiada logika dan penjelasan berarti. Kerusuhan akan berlarut larut mungkin berekskalasi menjadi perang saudara dan dendam. Semua memang yakin dirinya benar, berperang karena salah opini.

Lihatlah sejarah, jika sudah dibawa ke ranah politik kebencian, maka tak perlu alasan penting untuk saling membunuh apalagi emosi keagamaan sudah diletupkan, bela negara ditabuh dan kebencian sudah membara. Ghiroh adalah bagian penting dan wajib dalam keimanan apalagi dalam situasi agama dinistakan, namun Ghiroh harus Beradab. Menjadi beradab adalah menjadi bijak penuh hikmah dan kearifan mendalam untuk memandang maslahat ummat yang lebih besar.

Sekedar gambaran, jika eskalasi kerusuhan memuncak sehingga perang saudara terjadi, maka saudara yang tidak berperang di pihaknya akan dianggap pengkhianat dan diperangi. Pasokan senjata akan mengalir membanjir dari pasar gelap. Pihak ketiga akan muncul membela salah satu. Namun, apapun itu anak anak kita tidak bisa lagi sholat di masjid dengan tenang, tidak bisa lagi membaca dan menghafal alQuran dengan damai, fitrah mereka rusak binasa melihat dan mengalami kekejian perang saudara, alam dan kehidupan porak poranda. Alangkah berdosanya kita atau jangan jangan masih tak merasa berdosa dan menyalahkan pihak sana.

Semoga itu tidak terjadi.

Jangan remehkan sejuta masa dengan emosi yang sama berkumpul di tempat yang sama, bisa menjadi bah gelombang kebaikan dan bisa menjadi bah gelombang kerusuhan yang tak terbendung. Tidak ada yang bisa menjamin sejuta masa dengan beragam latar tak akan terprovokasi jika ada pemicu kerusuhan. Semoga Allah melindung teman teman kita yang hadir besok maupun yang tidak hadir. Musuh Allah dan musuh Bangsa ini membuat makar, Allah juga membuat makar dan Allahlah sebaik baik pembuat makar.

Jika kerusuhan itu tak terjadi, Alhamdulillah, bangsa ini tetap harus waspada dan dewasa. Tidak perlu rusak binasa karena perbuatan segelintir orang. Boleh saja emosi dan terpicu ghiroh cinta islam, itu kewajiban, namun adab, akal sehat dan jiwa yang tenang tetap harus ada terjaga.

Setelah demo selesai, ingatlah bahwa sejuta masa lebih dari cukup untuk memberantas korupsi yang membuat negeri ini menderita dan tidak berkah. Sejuta masa lebih dari cukup untuk mengembalikan fitrah anak anak kita yang kini sudah menyimpang terlalu jauh. Satu juta masa lebih dari cukup untuk mengelola tanah dan bumi pertiwi sehingga tak perlu banjir impor barang dan jasa dari luar negeri. Sejuta masa lebih daripada cukup untuk memakmurkan desa desa yang merana. Mari kita buktikan bersama bahwa kita pencinta alQuran sekaligus pencinta Indonesia amanahNya, dengan mengamalkannya dalam peran peran peradaban terbaik.

Ya Allah tolonglah bangsa ini dan anak anak kami dari kehancuran yang dibuat orang orang yang suka berbuat kerusakan di muka bumi. Allahumma nshur ikhwananaa fii Indonesia wa fii kulli makaan.

Salam Pendidikan Peradaban

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s