//
you're reading...
Human being, Motivasi, Perubahan, Renungan

Never Too Old To Dream

Hasanudin Abdurakhman
15 Okt 2016

Di Asuransi Jiwasraya tadi saya menyampaikan topik yang selalu saya ulang-ulang, tentang membangun mimpi, mencari jalan untuk mewujudkannya, membuat rencana menempuh jalan itu, kemudian mengevaluasi setiap kemajuan yang kita buat. Bila kita meleset dari rencana, maka kita lakukan langkah-langkah koreksi. Ini bisa kita sebut sebagai PDCA toward your dream.

Banyak orang hidup tanpa mimpi. Ada yang punya mimpi, lalu berhenti. Ia tidak pernah tahu dan mencari tahu bagaimana cara mewujudkannya. Ada yang sudah tahu caranya, tapi tidak menyusun rencana untuk mencapainya. Ada yang punya rencana tapi tidak pernah melaksanakannya. Ada yang melaksanakan rencana, tapi tidak melakukan evaluasi, sehingga ia tidak sadar seberapa jauh ia sudah berjalan, seberapa dekat ia dengan mimpinya. Ketika mimpinya tak kunjung terwujud, ia frustasi. Demikian pula, ada yang tahu bahwa ia berada di jalan yang salah, tapi tak berani mengakui dan mengoreksinya.

Begitulah. Itulah orang-orang yang tak pernah sampai pada mimpinya. Tapi ada pula yang merasa sudah tua, sehingga merasa hidupnya sudah selesai. Tak perlu ada mimpi lagi. Toh tenaga sudah tak lagi muda, sudah semakin sulit untuk bertarung mewujudkan mimpi.

Lihatlah orang-orang yang namanya dicantumkan pada dua foto yang saya tampilkan ini. Mereka semua orang sukses, tapi baru sukses pada usia tua. Kok bisa? Bisa! Karena tidak ada syarat bahwa sukses itu hanya bisa dicapai kalau kita sudah merintisnya sejak muda. Bahkan tidak sedikit orang yang pada usia muda terlihat begitu cemerlang, dia usia matang mereka malah biasa saja, atau bahkan terpuruk.

Saya baru sadar bahwa saya punya bakat menulis di usia lebih dari 40 tahun. Sekarang di usia menjelang 50 tahun saya baru punya 2 buku yang tidak bermutu. Tapi itu tidak menyurutkan langkah saya. Tahun 2017 saya targetkan untuk menerbitkan minimal 3 buku bermutu. Saya juga menargetkan minimal menulis 1 novel.

Saya tadinya tidak pernah berpikir bahwa saya bisa bicara di depan publik, memberi inspirasi kepada orang-orang. Tapi bulan ini saja saya sudah bicara di 3 acara, dan bulan depan sudah ada beberapa undangan bicara, baik yang gratis maupun berbayar. Salah satunya dari perusahaan besar.

Hidup akan selalu penuh dengan mimpi dan harapan kalau kita selalu menghidupkan akal, pikiran, dan semangat kita, untuk berbuat lebih baik, dan menghasilkan lebih banyak. Tidak ada batasan pada usia kita. Selama kita masih bernafas, maka kita masih bisa berbuat. Masih ingat dengan pelawak Pepeng? Dalam keadaan terkapar sakit pun ia masih bisa memberi inspirasi.

Ya, mimpi pada akhirnya tidak melulu soal kita sendiri. Mimpi kita juga bisa dan harus memberi manfaat kepada orang lain. Saya punya mimpi untuk diri saya, karir saya. Tapi saya juga punya mimpi untuk anak-anak saya, membantu dan mendampingi mereka dalam mewujudkan mimpi. Anak yang saya maksud adalah anak-anak kandung saya, juga anak-anak bangsa yang tersebar di seluruh pelosok negeri.

Kang Hasan's photo.
Kang Hasan's photo.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: