//
you're reading...
Human being, Pendidikan

Mengapa Anak Sekolah jadi ‘Berulah’?

Hilman Al Madani

Mari pikirkan dan diskusikan..
Pernahkah kita berpikir dan menyadari berapa jam anak-anak kita sekolah dalam sehari? Setelah sekolah, berapa banyak anak-anak kita yang harus bergegas ke tempat les atau paling tidak les privat di rumah? Lalu, jam berapa mereka sampai ke rumah? Berapa waktu yang tersisa untuk memperkembangkan paling tidak 8 aspek perkembangan lainnya (Fisik & Kesehatan, Keimanan, Ibadah, Emosi, Kecerdasan, Sosial, Etika, Ketrampilan, Seksualitas)?

Pertanyaan berikutnya adalah, dengan waktu yang dihabiskan sepanjang itu, apa outcome-nya? Berhasil menjawab persoalan ujian dan ‘tetek bengeknya’ atau menjawab persolan kehidupan?

Tentang pembelajaran di sekolah. Coba lihat, apakah hanya anak-anak yang lambat belajar yang membutuhkan les atau anak-anak pintar sekalipun membutuhkan les? Apakah anak-anak kita memang benar-benar membutuhkan les tambahan yang pastinya menyita waktu mereka untuk memperkembangkan aspek-aspek lainnya? Mungkinkah ini sinyal kegagalan lembaga bernama ‘sekolah’ dalam mengajarkan (paling tidak hal akademis) sehingga anak-anak kita harus berhamburan sepulang sekolah ke lembaga-lembaga les? Atau, jangan-jangan…

View original post 725 more words

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: