//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Entrepreneurship, Lingkungan, Perubahan, Uncategorized

Imajinasi

dickydwiananta

Coba kita bayangkan, gojek atau transportasi berbasis aplikasi lainnya, tapi tanpa Nadiem Makarim atau pemilik-pemilik lainnya. Kemudian produk aplikasi itu dimiliki oleh semua tukang ojek dan dikelola secara demokratis. Selain itu, juga ada transparansi dan pertanggung jawaban secara akuntabel. Dengan itu, setiap tukang ojek akan mendapat uang sesuai dengan tarikannya, kemudian juga disepakati pengambilan nilai dari si tukang ojek secara bersama (sebagaimana dilakukan oleh Nadiem Makarim dengan 30 persen ke setiap tukang gojek). Bedanya, pengambilan nilai itu dikembalikan ke lembaga yang menaungi tukang ojek supaya tetap operasional, yang sisanya juga kemudian dikembalikan ke tukang ojek lewat sisa usaha.

Coba kita imajinasikan, bila seandainya ibu-ibu di kampung (baik di desa atau di kota) mendata kebutuhan rumah tangganya masing-masing. Mereka mendata berapa kebutuhan beras tiap bulannya, berapa kilogram telur dalam seminggu, dan berapa liter minyak goreng untuk satu kali masa panen. Setelah terdata semuanya, kemudian dikumpulkan dalam sebuah data rata-rata akumulasi kebutuhan…

View original post 449 more words

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: