//
you're reading...
Information Technology, Review

Trial by The Medsos

Joni Hermana
Rektor ITS Surabaya

Dalam Wikipedia, Trial By The Press diartikan sebagai sebuah istilah bentuk peradilan yang dilakukan dengan melalui penulisan dari satu pihak secara bias melalui bantuan publikasi secara luas, dan dengan secara sadar tidak membeberkan keseluruhan fakta yang ada sehingga tulisan tersebut tidak berimbang serta menjadikannya seolah sebagai sebuah putusan pengadilan bagi para pihak yang terkait tanpa adanya hak melakukan pembelaan.

Artinya peran media ini dirasakan demikian besarnya, karena mampu mempengaruhi opini publik dalam hal apapun yang terjadi secara luas, termasuk citra diri seseorang, terutama public figure.

Menyadari peran vital seperti itu, apalagi di era kebebasan dan euphoria demokrasi di Orde Reformasi seperti di Indonesia saat ini, tidak heran jika bukan hanya Pemerintah yang berupaya untuk menguasai media tetapi juga pihak swasta, baik yang berafiliasi politik maupun tidak. Masyarakat saat ini semakin dewasa dan cerdas dalam memilah berita media, karena tahu tidak semua berita bersifat netral dan obyektif.

Pengalaman telah mengajari mereka atas semua fakta yang terjadi, dan paham betul kalau mereka tidak sepenuhnya dapat mengandalkan kebenaran berita dari media sepenuhnya.

Seorang kawan menyampaikan kepada saya kalau baru saja ada studi doktoral oleh mahasiswa asing di salah satu PT di Australia, Departemen Asian Studies, yang membahas tentang kolusi para elitis dengan pers di Indonesia. Dengan menggunakan beberapa studi kasus sebagai bahan penelitian, thesis tersebut menyimpulkan bahwa memang ada kebebasan pers di Indonesia. Namun kebebasan pers itu digunakan (juga) untuk ‘kolusi’ antara para elitis dengan pers. Jadi, di balik pemberitaan (positif dan negatif) di media Indonesia, sering ada kepentingan yang mewakili kolusi di antara dua pihak itu.

Contoh nyatanya misalnya, Sabtu pagi ini, terdapat perbedaan besar antara media “meanstream” cetak maupun eletronik di Indonesia dengan berita yang menyebar di WA dan medsos lainnya. Media umum, menyebarkan berita ‘hot’ tentang pelantikan Menteri yang lama vakum ditambah dengan suasana masyarakat Thailand yang sedang berkabung atas mangkatnya Raja mereka yang sangat dihormati. Sementara di medsos, gadget kita dipenuhi oleh aneka gambar dan berita demo damai FPI di Jakarta dan juga beberapa mitra Gereja yang berempati membagi makanan pada para demonstran tersebut.

Sungguh sesuatu yang kontradiktif.

Entah bagaimana, namun dalam perspektif teknologi, terdapat sikap dan cara berpikir yang tidak compatible antara perkembangan yang terjadi di lapangan. Jangan lupa masyarakat adalah raja, mereka berhak memilih berita apa yang mereka mau tanpa harus patuh atau taat atas topik berita yang dianggap penting oleh insan media (atau pemerintah maupun pihak swasta yang ada di belakang media tersebut).

Pada akhirnya, hukum alam akan berlaku dengan sendirinya. Sebab kanal berita bukan lagi didikte semata oleh media mainstream. Tetapi juga oleh media sosial yang jauh lebih powerful saat ini, sebagai ‘public journalism’.

Jika dibiarkan seperti ini terus, media yang tidak patuh pada kode etiknya, akan ditinggal dengan sendirinya.

Pemerintah, disisi lain juga tidak bisa lagi menggunakan cara lama yang menutupi hal-hal yang dianggap berpotensi bahaya. Sebab ‘potensi bahaya’ itu kadang hanya ilusi para pembuat kebijakan yang paranoid terhadap reaksi masyarakat yang (diduga) akan timbul. Padahal kenyataannya masyarakat kita sudah jauh lebih dewasa dan sudah pintar memilah. Sebab arus informasi saat ini sudah sangat deras dan tidak bisa dicegah apalagi ditutup-tutupi.

Justru yang penting saat ini adalah bagaimana mendidik masarakat untuk bersikap lebih dewasa dan tenang dalam menyikapi kejadian maupun perbedaan yang ada.

Stop pembodohan mayarakat…beri informasi yang transparan dan berimbang. Sebab jika tidak, masyarakat akan mencari sendiri beritanya dengan sumber yang bahkan lebih tidak jelas…medsos!

Jangan biarkan opini rakyat di negara kita ini diTrial By Medsos….!!!

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: