//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan, Renungan

Wahai Ayah Bunda

Harry Santosa – Millenial Learning Center
Sep 29, 2016

Wahai Ayah Bunda yang baik, janganlah merasa sedih dan cemas gelisah, karena aspek internal berupa kesedihan dan kecemasan itu mendatangkan kemalasan dan ketidakbecusan.

Wahai Ayah Bunda yang baik. Rileks dan optimislah. Yakinlah sesungguhnya Allah bukan memanggil mereka yang mampu, namun Allah akan memampukan mereka yang terpanggil utk kembali kpd fitrah peran sejati mendidik anak anaknya sesuai fitrahnya.

Wahai Ayah Bunda yang baik, janganlah merasa malas sehingga melalaikanmu dari mendapat hikmah sehingga menjadi tidakbecus. Sesungguhnya kemalasan dan ketidakbecusan akan memunculkan aspek sosial yang buruk yaitu pelit dan pengecut.

Wahai Ayah Bunda yang baik, maka banyaklah menyebut nyebut nikmat Robbmu akan keindahan amanah keluarga dan anak anakmu. Sebelum mendidik anak, banyak bersyukurlah atas potensi fitrah dirimu dan fitrah anak anakmu, sehingga Allah berikan hikmah yang banyak dalam mendidik sebagaimana Luqmanul Hakim. “…dan sungguh sungguh kami telah memberikan hikmah kepada Luqman, yaitu bersyukurlah kepada Allah…”

Wahai Ayah Bunda yang baik, sesungguhnya sikap pelit dalam sosial untuk berbagi dan belajar serta berkolaborasi dalam sebuah komunitas akan mendatangkan sikap pengecut untuk menegakkan peradaban yang lebih baik untuk generasi masa depan. Sejujurnya kita perlu orang sekampung untuk membesarkan anak. Sesungguhnya sikap pelit akan mendatangkan sifat pengecut untuk membuat perubahan.

Wahai Ayah Bunda yang baik, sesungguhnya mereka yang pelit dan pengecut tidak mungkin menjadi pemimpin dan melahirkan kepemimpinan, bahkan akan mendatangkan ketertindasan dalam ekonomi dan politik. Bila peradaban kita hari ini mengalami krisis kepemimpinan dan dijajah secara ekonomi dan politik itu karena rumah rumah kita barangkali dipenuhi orang orang yang pelit, serakah dan pengecut.

Mari kita rubah realitas keseharian kita dan masa depan generasi dengan merubah cara merasa kita, cara berfikir kita, dan cara bersikap kita. Bacalah doa ma’tsurot (masyhur dibaca oleh Rasulullah SAW) setidaknya tiap pagi dan petang

“Ya Allah, sesungguhnya
aku berlindung kepadaMu dari rasa sedih dan gelisah,
aku berlindung kepadaMu dari kemalasan dan ketidakbecusan,
aku berlindung kepadaMu dari sikap bakhil dan sikap pengecut,
aku berlindung kepadaMu dari dililit hutang dan ditindas orang”

Salam Pendidikan Peradaban

#fitrahbasededucatiom
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

#doamatsurot

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: