//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Renungan

Pengangguran kaum terdidik..

Erizeli Bandaro
2 Okt 2016

Kemarin ada teman bilang ke saya, bahwa dulu sekali, yang nganggur itu orang tidak terdidik. Tapi sekarang banyak orang terdidik hebat justru nganggur. Yang dimaksud nganggur itu bukan saja karena dia tidak punya pekerjaan tapi dia bekerja di bawah kapasitas yang dia punya dan tentu penghasilannya ala kadarnya. Pengangguran kaum terdidik ini memang lebih berbahaya di bandingkan dengan orang tidak terdidik. Karena kalau orang tidak terdidik nganggur, dampak buruk hanya ada pada dirinya sendiri. Tapi kalau orang terdidik baik , yang bekerja dibawah kapasitasnya, dan lebih banyak bengong di tempat kerja, ya dia bisa merusak orang lain lewat pemikirannya.

Pemikiran itu biasanya mencerminkan sikap hidupnya yang selalu berpikir negatif. Maklum orang terdidik sampai tidak bisa berkembang itu lebih disebabkan oleh cara berpikirnya yang salah. Karena secara takdir, potensinya jauh lebih beruntung untuk mendapatkan kelebihan rezeki. Hanya karena mindset nya sehingga dia tidak bisa berkembang di lingkungan yang mengharuskannya bersaing. Apalagi di era di mana pemikiran orang dapat di sampaikan lewat Dunia maya, maka jadilah dia sebagai corong yang secara bebas menebarkan virus berpikir negatif, keluhan yang tak habisnya, dan kadang di iringi dengan patahan kalimat yang mengumpat.

Mereka percaya kepada Tuhan hanya apabila semua ke inginannya terpenuhi namun ketika keinginannya terganggu maka dia punya dalil menyalahkan keadaan, tanpa di sadari sebetulnya dia meragukan Tuhan yang berhak menentukan segala galanya. Mereka percaya kepada pemerintah, itu kalau keinginannya terpenuhi tapi menjadi berbeda apabila keinginan dan impiannya tidak terpenuhi. Padahal mempercayai Tuhan, bukan berharap kemudahan tapi kekuatan untuk melewati sunnatullah untuk unggul dalam persaingan, dan bila gagal tetap kuat dalam kesabaran, tidak mengutuki keadaan. Percaya kepada pemerintah bukan berarti berharap lapak jabatan atau proyek tapi bagaimana kita beradaptasi dengan kebijakan pemerintah , dan memanfaatkannya untuk unggul dalam persaingan.

Ingat bahwa tanggung jawab kaum terpelajar sangat besar. Karena dia adalah elite di negeri ini, dan di tangannya perubahan peradaban lebih baik di tumpukan. Untuk itu seharusnya di pahami bahwa apapun yang kita pikirkan , di luar sana orang tidak melihat itu, tapi apa yang kita perbuat. Selagi kita , jangankan menjadi lentera atau matahari, jadi lilin di sekitar kita saja ,di orang terdekat kita, kita gagal. Bahkan jadi sumber kesedihan anak istri , orang tua, karena kita hanya sibuk menilai dan lupa berbuat sejengkal langsung yang bisa di rasakan, yang membuat orang lain nyaman dan punya harapan…

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: