//
you're reading...
Lingkungan, Pendidikan, Perubahan

Sekolah Alam : Sang Pendobrakkah??

Wicak Amadeo
25 Sep 2016

Black Mountain College, didirikan pada tahun 1933 di North Carolina USA menjadi satu titik penting dalam sejarah pendidikan di Amerika. Black Mountain College (BMC) didirikan dengan semangat perlawanan terhadap model pendidikan tradisional Amerika saat itu.

BMC mendidik siswanya dengan semangat kebebasan, lintas disiplin, seni, tidak memisahkan antara bekerja dan bermain, serta hubungan egaliter antara guru dan siswa dimana guru dan siswa sama-sama bekerja dalam mengurus kampus (bangunan, administrasi, hingga makan siang).

Meski kini Black Mountain College tak lagi ada, namun jejaknya tertoreh cukup dalam pada sejarah perkembangan seni di Amerika. Puluhan seniman, penulis, pemikir dan penyair ternama dihasilkan oleh College yang bahkan tak pernah terakreditasi serta dijalankan dengan anggaran minim ini.

Black Mountain College adalah salah satu hasil “kreasi yang tak lazim”. Sepanjang sejarah peradaban manusia, berderet kreasi yang tak lazim dengan berbagai rupa: sistem, teknologi, kepemimpinan politik, artefak, hingga pemikiran. Umumnya, kreasi tak lazim ini lahir dari kejenuhan atau kebuntuan.

Namun, ada pula yang dihasilkan oleh seorang jenius yang mampu meneropong masa depan. Beberapa dari kreasi yang tak lazim ini menjadi kontroversi sesaat dan lantas lenyap. Beberapa lainnya, mampu menjadi solusi atas persoalan di masyarakat, dan segelintir diantaranya bahkan mampu menghela arah peradaban.

Pertanyaannya : ada berapa banyak kreasi yang tak lazim di Negeri Indonesia kita tercinta?

Jika rentang waktunya adalah satu abad, kita masih menemukan banyak hal seperti Madilog, Indonesia Menggugat, Taman Siswa, Syarekat Islam, Tetralogi Pulau Buru, Pancasila, gaya kepemimpinan Sultan HB IX, dan sebagainya.

Jika diperpendek rentang waktunya menjadi 20 tahun terakhir, yang muncul otomatis hanyalah N-250 dan visi negara kepulauannya Habibie. Sementara di luar sana, bermunculan banyak kreasi tak lazim mulai dari facebook hingga mesin puluhan trilyun bernama Large Hadron Collider (LHC).

Di bidang pendidikan, bisa juga kita sebut Lendo Novodengan Sekolahalam yang awalnya terasa tak lazim : belajar di saung bukan di gedung, belajar di kebun (green lab), belajar tanpa meja kursi di bawah pohon, siswanya tak berseragam, kurikulum kepemimpinan dengan metode outbound yang umumnya hanya ada di sekolah tentara, kurikulum bisnis sejak TK dan SD dengan berniaga yang umumnya ada di sekolah bisnis, dan sejumlah “pendobrak” lainnya.

Kita tahu bahwa negara kita dirundung persoalan pelik, dan persoalan luar biasa tak bisa diatasi dengan cara biasa. Singkat kata, negara kita memerlukan banyak sekali kreasi yang tak lazim. Pertanyaannya, dari mana orang-orang yang mampu menciptakan kreasi yang tak lazim (sebut saja sang pendobrak) berasal? Apakah anak-anak Anda di Sekolahalam akan menjadi “para pendobrak” di zamannya kelak?.

image01

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: