//
you're reading...
Human being, Motivasi, Pendidikan, Renungan

15 Kisah penting untuk Anak Anak kita

Oleh: Dr. Jasim Muhammad Al-Muthawwa’
(Pakar Pendidikan anak dari Kuwait)

Ketika kita menyimak kisah. Kita berada dalam puncak fokus, tenggelam dalam alur ceritanya, kemudian penasaran ingin mengetahui endingnya. Karena pengaruh kisah terhadap jiwa dan nalar sangat kuat dari pada sekedar maklumat.

Siapa yang mengkaji Al-Qur’an akan mendapati sepertiga dari isinya adalah kisah. Karena kisah materi pendidikan penting yang memberikan efek dahsyat pada perilaku manusia dan pemikirannya, lebih-lebih jika di dalamnya ada unsur motivasi atau ada hal lucu. Kisah bisa memainkan imajinasi pendengar dan nalarnya secara tidak sadar.

Andai saya meminta pembaca sekarang menceritakan kembali kisah-kisah yang berpengaruh waktu kecil, tentu akan mengingatnya secara detail dan menceritakan banyak kisah. Karenanya, ulama kita bertutur: _”Kisah adalah tentara dari tentara-tentara Allah yang bisa menguatkan (iman) orang yang dikehendaki”_.

Karena kisah mengandung banyak ibroh, pelajaran dan hikmah yang mempengaruhi nalar pendengar dan jiwanya. Lalu terpengaruh dan menyerap ide-idenya tanpa sadar. Seperti yang terjadi pada film dan drama yang menanamkan nilai pada nalar penonton, lalu nilai-nilai tersebut terinsert pada akalnya dan diterjemahkan pada perilakunya.
Kalau kita teliti film tersebut, kita dapati awalnya adalah kisah (skenario) yang ditulis kemudian di transformasikan pada materi informasi.

Karena itu, pada tulisan ini saya merekomendasikan kepada para orang tua beberapa kumpulan kisah. Kami menginvestasikan dalam rangka menanamkan nilai-nilai dan akhlak pada anak-anak kami, yaitu: 15 kisah yang saya pilih berdasarkan kajian dan telah diujicobakan kepada anak-anak kami dan hasilnya baik dan positif.

Kisah-kisah ini diambil dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Keduanya adalah adalah referensi primer pendidikan untuk menyucikan jiwa dan mendidiknya.

Anak pada fase pertama lahir sampai usia 9 tahun sangat menyukai dunia binatang, baik dengan melihat, bermain, membicarakan atau mendengarkan kisah-kisahnya. Khayalannya yang luas berenang bersama kisah-kisah yang ia dengar, seakan-akan ia salah satu dari pahlawannya.

Disana ada 3 kisah penting untuk fase ini, yakni *kisah Nabi Yunus dan ikan, kisah Nabi Musa dan ular, dan kisah Nabi Sulaiman dan ular.* Di dalamnya terdapat nilai-nilai penting yang bisa dipetik sang anak saat menyimak periwayatan kisah.

Dalam kisah Nabi Yunus fokus pada nilai melakukan amal kebaikan. Kisah Nabi Musa, orang jujur akan mengalahkan pendusta walau pendusta memiliki kekuatan. Kisah Nabi Sulaiman fokus pada penyelamatan manusia dari orang-orang yang tidak menyembah Allah dan ajakan menyembah Allah semata, ini adalah pondasi iman dan tujuan penciptaan manusia.

Sedangkan usia 9 tahun ke atas, anak dalam fase ini akalnya bertambah matang. Anak menyukai dialog dan diskusi. Begitu pun usia persiapan fase baligh. Kami sarankan di fase ini kisah-kisah yang mengajarkan adab komunikasi, motivasi, menjaga kehormatan diri dan menahan syahwatnya.

Ada 3 kisah yang sesuai dengan anak fase ini, yakni *kisah Nabi Ibrahim dengan ayahnya, kisah Nabi Yusuf dengan istri al-Aziz, dan kisah Dzulqarnain.* Kisah Nabi Ibrahim fokus pada pentingnya menjaga adab dan menghormati orang yang lebih tua dan orang tua saat berdialog. Kisah Nabi Yusuf, orang yang sukses dan menang dalam hidup adalah orang yang sabar menghadapi fitnah-fitnah. Begitu pun orang yang menjaga diri yang tidak tergelincir pada syahwat akan dicintai Allah dan diangkat derajatnya. Sedangkan kisah Dzulqarnain, pentingnya beramal, sikap produktif dan menjauhi kemalasan, serta motivasi untuk melakukan amal jama’i dalam proyek membangun bendungan.

Inilah 6 kisah dalam Al-Qur’an, kami sarankan kepada orang tua untuk mengulang-ngulang kisah ini lebih dari sekali. Anak senang pengulangan dan tidak bosan, karena kalau kita perhatikan anak menonton film kartun lebih dari sekali. Karena setiap kali menonton anak akan fokus pada sisi yang berbeda.

Sedangkan kisah-kisah dari hadits. Kami merekomendasikan orang tua untuk anak usia dini hingga usia 9 tahun, tiga kisah penting, yakni *Kisah kayu pengutang, kisah 3 pemuda yang terperangkap dalam gua, dan kisah 3 orang yang menderita sakit (buta, kusta, dan botak).*

Kisah yang pertama fokus pada nilai tawakkal pada Allah, menunaikan amanah, dan jujur saat berinteraksi dengan orang lain. Kisah yang kedua, keikhlasan dalam beramal dan Allah menyelamatkan orang yang bersandar pada-Nya, serta keberkahan berbakti pada orang tua.

Sedangkan kisah yang ketiga, Allah menambah nikmat orang yang bersyukur dan mengharamkannya pada orang yang kufur.
Sedangkan anak-anak yang berusia 9 tahun keatas. Kami sarankan 3 kisah dari Hadits, yakni *kisah Abu Hurairah dan syetan, kisah seguci emas, dan kisah pembunuh 99 orang.*

Dalam kisah-kisah ini banyak nilai-nilai akhlak yang sesuai dengan usia mereka.

Dalam kisah Abu Hurairah _radhiyallahu ‘anhu_ terdapat nilai bahwa Allah menjaga orang mukmin dari syetan dan belenggunya. Kisah kedua nilai kejujuran, amanah, dan sikap wara’. Kisah yang ketiga, pintu taubat terbuka lebar dan rahmat Allah sangat luas.

Inilah 12 kisah yang merupakan konsep pendidikan nilai dan telah diujicobakan pada anak-anak kami di lembaga ‘Fun Global of Children’. Kami melihat pengaruh yang luar biasa pada anak-anak. Mereka terpengaruh dengan nilai-nilai yang terdapat dalam kisah-kisah tersebut.

Kemudian tersisa 2 kisah untuk anak fase baligh untuk melengkapi buket, lalu menjadi 15 kisah, yaitu: *Kisah* *_haditsatul ifki_*, *kisah* *3* *sahabat* *yang* *enggan* *berjuang* *dalam* *perang* *Tabuk.* Dua kisah ini telah dipaparkan dalam Al-Qur’an dan Hadits secara detail. Keduanya kisah penting, didalamnya terdapat nilai-nilai yang luar biasa, diantaranya penghormatan para sahabat _radhiyallahu ‘anhum_ dan _husnudzdzan_ mereka pada yang lain, serta kejujuran adalah penyelamat didunia dan akhirat.

Pendidikan dengan kisah merupakan metode pendidikan terpenting. Imam Abu Hanifah bertutur: _”Kisah-kisah tentang ulama’ lebih aku sukai dari pada banyaknya fiqih karena didalamnya terdapat adab-adab kaum “_.

Maka mulailah dari sekarang berkisah pada anak-anak kita. Jika kalian tidak mengetahui kisah-kisah tersebut, bisa mencarinya lewat google lalu membacanya dihadapan anak-anak.

(Terjemah: Ust. Ahmad Fadhail Husni, Lc)

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: