//
you're reading...
Human being, Motivasi, Pendidikan, Perubahan

Masih tentang “Belajar”

Lukito Edi Nugroho
Sep 26, 2016

Hari ini si bungsu mulai menjalani ulangan-ulangan di sekolahnya. Saatnya saya untuk rajin mengingatkan, menyemangati, dan mendampinginya dalam belajar. Dia masih perlu untuk diingatkan setiap saat, karena kalau tidak, hari-harinya akan dipenuhi dengan bola. Sepulang sekolah yang dilakukan adalah bermain bola dan tidak akan berhenti jika tidak diingatkan. Intinya, dia belum sadar tentang pentingnya belajar.

Di kampus, saya kadang menemui mahasiswa yang suka “menawar” kalau diberi tugas. Misalkan saya mengarahkan dia untuk mengeksplorasi suatu area tertentu, dia akan mencoba untuk menegosiasi saya agar memberikan tugas yang lebih ringan, atau bahkan menghilangkannya sama sekali. Padahal maksud saya dalam memberi tugas itu adalah menyediakan kesempatan baginya untuk menjalani proses eksplorasi ilmiah yang bisa dia pelajari. Intinya, mirip dengan si bungsu saya, sang mahasiswa negosiator ini juga belum sadar tentang bagaimana dia seharusnya menjalani belajarnya.

Kelihatannya sederhana, tetapi ternyata masih banyak orang yang belum sadar tentang pentingnya belajar dan bagaimana menjalaninya dengan baik.

Belajar itu sesungguhnya tidak hanya sekedar menghapal catatan saja, tetapi juga mengamati, menganalisis, menemukan pengetahuan baru, dan akhirnya menginternalisasikan pengetahuan barunya tersebut sehingga betul-betul meresap dan menyatu dalam diri. Jadi esensi belajar sebenarnya terletak pada prosesnya. Belajar yang efektif memerlukan proses yang alami, yang berjalan sesuai dengan keadaan si pembelajar: ada yang cepat, ada yang lambat. Bagi seorang pembelajar, penting baginya untuk menikmati setiap langkah yang ditempuhnya. Amatilah dengan baik, pikirkan dengan jernih, lalu tariklah kesimpulan dari pengamatan dan analisis tersebut.

Lalu mengapa masih banyak orang yang enggan menjalani proses belajarnya? Bisa jadi karena banyak faktor, tapi menurut saya semuanya bisa dikelompokkan ke dalam dua kategori besar saja: malas atau takut. Kalau malas memang tidak ada obatnya, jadi tidak perlu saya bahas. Sementara ketakutan umumnya muncul karena faktor takut akan kegagalan. “Saya takut tidak mampu”, “Saya takut kehabisan waktu”, “Saya takut gagal karena yang harus dipelajari banyak dan kompleks”, dan sebagainya.

Memang itu manusiawi, tetapi bukankah semua ketakutan itu belum benar-benar terjadi? Artinya, pikiran kitalah yang memproyeksikan bahwa masa depan kita akan diwarnai kegagalan. Negative thinking semacam ini akan menjadi penghalang (mental blocker) yang luar biasa bagi proses belajar. Mari kita renungkan, haruskah kita khawatir terhadap semua ketakutan-ketakutan tersebut?

Kalau kita takut bahwa pelajarannya terlalu berat sehingga kita tidak akan mampu, bukankah ini justru akan membuat kita belajar untuk mencari resources yang bisa membantu kita atau mencari metode belajar yang lebih cocok? Jika kita takut kehabisan waktu, bukankah kita akan jadi pandai untuk membagi waktu dan berdisiplin dengan jadwal? Jika ketakutan terhadap kompleksitas materi belajar menghantui, bukankah ini malah akan melatih kita dalam mengurai kerumitan dan menentukan prioritas?

Kata kuncinya sederhana saja: ubahlah ketakutan menjadi tantangan. Tumbangkan mental blocker yang ada di pikiran. Tidak ada proses belajar yang sepenuhnya mudah, lancar, dan mulus. Pasti ada kesulitan, hambatan, dan kekangan. Tapi justru di balik kesulitan dan hambatan itulah tersembunyi mutiara pengetahuan dan pengalaman yang berharga. Semuanya menjadi tantangan yang harus dilewati dengan baik dalam proses belajar.

Mungkin ada yang bilang,”Pak, saya sudah belajar keras, tapi nilai ujian saya masih jelek”. Atau,”Saya sudah berusaha membagi waktu tapi tetap saja terlambat dan tidak bisa ikut ujian periode ini”. Bagaimana kalau sudah berusaha tetapi tetap gagal?

Benarkah anda gagal? Benarkah anda tidak mendapatkan apapun dari usaha anda tersebut? Saya yakin kok tidak begitu. Mungkin anda tidak lulus, tetapi paling tidak anda jadi paham mengapa anda tidak lulus. Anda jadi mengerti mengapa anda terlambat. Itulah bibit-bibit mutiara yang bisa disemai dan dikembangkan. Jika sekarang tidak lulus, jadikan pengalaman ini untuk memperbaiki cara belajarnya. Jika sekarang terlambat, jadikan ini bekal untuk memperbaiki manajemen waktunya. Tidak ada sesuatupun yang sia-sia. Pasti ada kebaikan dalam segala upaya yang dilakukan, tinggal bagaimana kita menemukan hikmah ini.

Jika hari ini kita gagal, jangan sedih dan patah semangat. Cobalah lihat pada rentang waktu yang lebih panjang, sepanjang umur kita misalnya. Kegagalan hari ini hanyalah titik kecil dalam rentang waktu itu. Kita masih punya banyak kesempatan untuk mengubah kegagalan hari ini menjadi kesuksesan di masa depan.

“Tapi, bisakah saya melakukan itu semua, pak?”. Kadang masih ada saja yang belum yakin.

Menghadapi pertanyaan seperti ini, saya cuma akan menjawab singkat,”Jalani saja proses belajarmu, lalu jawablah sendiri pertanyaanmu itu”. Lalu paling saya akan tunjukkan contoh anak kecil yang sedang belajar naik sepeda. Dalam proses belajarnya, dia pasti akan mengalami jatuh, menabrak benda-benda di jalan, dan berbagai pengalaman buruk lainnya. Saat mengalami itu, pasti dia menangis dan takut mencoba lagi. Tapi apa yang terjadi? Hari ini jatuh, besoknya dia sudah mencoba naik sepeda lagi. Begitu seterusnya, dan akhirnya tanpa dia sadari, dia sudah pandai naik sepeda.

Kira-kira apa yang membuat anak kecil itu bangkit dari kegagalan-kegagalannya dan melanjutkan proses belajarnya? Jika seorang anak kecil mampu menemukan keyakinan dan semangatnya untuk menjalani proses belajarnya, masa orang dewasa tidak mampu?

Yang terakhir, konteks belajar yang saya bahas kali ini tidak hanya terbatas pada belajar di sekolah atau kampus saja, tapi juga belajar tentang kehidupan. Belajar menjadi manusia yang lebih baik lagi. Belajar memenuhi apa yang ditugaskan pada kita. Prosesnya lebih berat, tapi mutiara-mutiaranya jauh lebih berharga.

Selamat belajar dan menjalani proses yang amat sangat menyenangkan…

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: