//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Motivasi, Perubahan

Peran Hijrah Dalam Kebangkitan Peradaban

By: Azhar Fakhru Rijal

Tahun baru Islam 1438 H telah tiba. Tidak seperti Masehi memang, tapi jika mereka merayakannya dengan pesta kembang api yang menghabiskan ratusan juta (mungkin milyar), maka esensi yang harus kita dapat adalah intropeksi. Sejauh mana kita berkembang ? Seberapa besar peran kita untuk menyongsong kebangkitan Peradaban Islam ? Kiranya momen ini sangat tepat untuk kita merenungkan itu semua.

Hijriyah dihitung sejak Rasulullah melakukan hijrahnya ke Yatsrib. Sehingga materi pokoknya ada dalam nilai-nilai hijrah itu sendiri. Kita harus mulai memikirkan sebab mengapa Rasulullah hijrah. Dalam konteks perubahan, hijrah bisa kita maknai seperti muhajirin memaknai hal tersebut. Muhajirin melakukannya dengan meninggalkan segala yang mereka miliki di dunia. Istri, anak, rumah, ternak dan sanak famili mereka tinggalkan demi menjadi orang baru.

Dalam konteks hijrah, Rasulullah tentu akan lebih besar tanggungannya dari pada muhajirin. Karena hijrahnya Rasulullah adalah tauqifi, intruksi langsung dari Allah. Bukan karena situasi atau kondisi yang menekan untuk hijrah. Meskipun nyatanya dakwah Mekah penuh dengan tekanan, tapi Rasul bukan seorang yang akan kalah karena tekanan. Kalaupun karena tekanan seharusnya hijrah itu sudah terjadi sejak awal kenabian. Sedangkan tentang sebab hijrah karena banyaknya intimidasi dari pihak kafir itu setelah masuk opini kita. Opini biasa akan berujung kepada sebab rasional, padahal dalam dakwahnya Rasul sangat kaku dengan wahyu.

Sehingga perubahan bagi kita adalah keniscayaan. Terlebih 1 Muharram bisa menjadi momen bagi kita. Tidak harus berpindah tempat, sikap kita merubah diri dan sekeliling kita merupakan hijrah yang mulia di sisi Allah.

Perpindahan dari comfort zone kepada uncomfort zone selalu dipandang sulit. Tapi jika proses itu sudah terlewati, langkah selanjutnya bukan duduk manis menunggu peradaban islam muncul. Hijrah adalah modal awal menuju peradaban, masih ada keringat yang harus kita kucurkan dan pikiran yang kita sampaikan. Output hijrah Rasulullah adalah peperangan yang terjadi semenjak beliau di Madinah. Sehingga terbangun peradaban yang mendunia.

Semua itu dibangun dibawah panji Allah dan di atas perjuangan yang tidak habis karena syahidnya para sahabat. Perjalanan menuju peradaban dibutuhkan kerja sama dan apik antar lini. Vertikal antara jahiliyah menuju hijrah dan horizontal antar sesama tanpa memandang suku dan ras.

Hijrah sebagai penyangga peradaban akan memberi dampak yang besar. Semakin besar perjuangan dalam hijrahnya, akan melahirkan output yang lebih berkualitas dan menghasilkan outcome yang lebih memuaskan. Atau hijrah yang dipenuhi dengan perjuangan dan lillahi ta’ala, akan melahirkan kualitas petarung yang lebih tangguh menghadapi hadangan-hadangan dalam membangun peradaban. Setelah itu – kita optimis – lahirlah peradaban yang kita idamkan.

Memang bukan perihal yang mudah, tapi bisa terjadi. Karena Rasulullah berhasil, dan hijrah menjadi langkah besar yang dilakukannya. Oleh karena itu semangat berhijrah harus kita kobarkan. Karena tidak ada manusia sempurna, mari kita semua terus berhijrah kepada yang lebih baik.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: