//
you're reading...
Human being, Motivasi, Pendidikan, Renungan

Mendidik Anak

Harry Santosa – Millenial Learning Center
23 Sep 2016

Mendidik anak itu seharusnya mudah.
Mendidik anak menjadi shalih seharusnya mudah.
Mendidik anak menjadi cinta dan taat kepada Allah seharusnya mudah.
Mendidik anak agar suka belajar dan bernalar sepanjang hidupnya seharusnya mudah
Mendidik anak agar kelak suka berinovasi dan mampu melestarikan bumi seharusnya mudah
Mendidik anak agar kelak punya karya solutif dan peran peradaban spesifik terbaik seharusnya mudah
Mendidik anak agar menyukai harmoni dan menebar kedamaian bagi sesama dan semesta seharusnya mudah
Mendidik anak agar kelak menjadi lelaki dan wanita sejati lalu menjadi ayah ibu sejati terbaik bagi anak anaknya seharusnya mudah.
Mendidik anak agar kelak menjadi pemimpin yang beradab, adil dan penuh empati pada rakyatnya seharusnya mudah

Bagaimana tidak?

Bukankah Allah sudah menginstal begitu banyak potensi fitrah sejak mereka lahir?
Bukankah setiap anak punya kapasitas cukup untuk menjadi Khalifah karena begitullah mereka ditugaskan demikian?
Bukankah Allah sudah memberi begitu banyak hikmah kepada para orangtua setara dengan amanah anaknya?
Bukankah Allah pasti memberi hikmah bag orangtua yang sungguh sungguh mensyukuri fitrah diri dan anak anaknya?
Bukankah Allah sudah menurunkan Kitabullah sebagai panduan untuk menyempurnakan fitrah yang tumbuh paripurna?
Bukankah Allah sudah menundukkan alam agar manusia banyak belajar, melahirkan pengetahuan sehingga mampu mengambil manfaatnya?

Lalu mengapa yang kita temui adalah kesusahan?
Barangkali karena…

Kita tidak yakin bahwa tiap anak sudah memiliki banyak fitrah yang baik
Kita tidak yakin bahwa anak punya kapasitas cukup untuk menjalankan peran kekhalifahannya
Kita tidak bersyukur pada fitrah diri dan fitrah anak anak kita
Kita seolah menjadi Tuhan yang Tahu Segala sehingga banyak mengintervensi fitrah
Kita tidak menggunakan Kitabullah untuk memandu fitrah, dan kita tidak menumbuhkan fitrah agar bisa dipandu Kitabullah
Kita tidak menginteraksikan fitrah anak anak kita dengan potensi alam dan kehidupan sehingga fitrah menjadi tumpul mandul

Mari kembalilah kepada Fitrah.
Kembalilah kepada fitrah peran mendidik anak sendiri
Jadilah orangtua yang rileks dan optimis pada fitrah diri dan fitrah anak anaknya.
Yakinlah tiada anak yang dilahirkan jahat. Tiada anak yang berdoa agar menjadi nakal dan masuk neraka.
Yakinlah tiap diri kita dan tiap anak kita pasti punya peran istimewa yang ditunggu dunia
Syukurlah pada karunia fitrah diri kita dan fitrah anak anak kita agar diberi banyak hikmah dan berkah
Ingat ingat dan sebut sebutlah banyak banyak nikmat Tuhanmu

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: