//
you're reading...
Human being, Review

Etika: Hardware vs. Software

Sidratun Naim
22 Sep 2016

“Apa kesamaan pola antara Microsoft dan Bill & Melinda Gates Foundation yang banyak bergerak di isu kesehatan masyarakat?’, begitu Sang Profesor memulai diskusi hari itu.

Seperti biasa, di kelas yang domainnya tentang ‘etika’ ini, saya banyak ndomblong di kelas. Dulu zaman kuliah S1, entah bagaimana ITB menambahkan label di belakang etika misal etika Islam’. Etika banyak dihubungkan dengan konsep teologis. Sedangkan di Ngamrika, etika mengutip teks-teks dan interpretasi teolohis, tapi lebih ke filosofinya. Ndomblong-lah sayah harus baca tulisan para filsuf yang semuanya teks, tidak ada gambar atau grafik. Jangankan gambar, lha wong tabel saja tidak ada!

Seperti biasa, pertanyaan profesor dijawab ngalor ngidul, dan saya pusing sendiri kawan-kawan saya yang memang dari jurusan filsafat atau hukum atau ilmu sosial lain itu sebenarnya ngomong apa. Perlu energi ekstra bagi saya.

Profesor tidak pernah memaksa mahasiswa untuk bicara. Tapi hari itu, sepertinya beliau gemes dengan saya karena sudah beberapa minggu tidak membuat lelucon padahal spesialisasi saya di kelas ini untuk membuat humor.

“Kamu mau menjawab pendek atau mau pidato, Naim?”

“Saya mau pidato pendek untuk menjawab pertanyaan Anda.”

“Kalau kamu sudah lulus, mungkin tidak mudah bagiku punya mahasiswa yang bisa menjawab dengan humor untuk kelas seperti ini. Ditanya mau pendek atau pidato, jawabnya pidato pendek.”

“Microsoft itu saudara Microbiology, bidang saya. Sama-sama micro. Saya ga paham apa itu microsoft tapi setidaknya saya paham apa itu mikrobiologi dan cara pandang orang-orang yang menekuninya.”

“Kamu jangan jelasin soal mikrobiologi yang teknis, karena ini kelas etika yang lebih filosofis walaupun ada praktisnya.”

“Microsoft itu fokus di jualan software, meskipun mereka ngurus hardware juga. Bill and Melinda Gates Foundation juga sepertinya fokus di “penyakit” dan bukan “orang” yang diserang penyakit. Ini kelas etika, saya boleh mempertentangkan antara keduanya karena agen penyakit (bakteri, virus dll) dan orang itu dua entitas yang berbeda tapi saling bersinggungan karena si agen menerabas masuk ke tubuh si orang. Seolah-olah menjadi entitas tak terpisahkan, sejatinya tetap dua. Orang ya orang, penyakit ya penyakit.”

“Coba kamu jelaskan lebih sedikit tentang latar belakangmu ke teman-temanmu. Boleh pidato pendek lagi. Kelas ini menarik karena latar belakangmu paling berbeda di antara yang lain.”

“Saya mempelajari penyakit udang. Cara pandang dan kelakuan saya mirip Microsoft. Saya ga ngerti2x amat soal udang; tapi kalau tentang penyakitnya, saya tahu sedikit lah. Baru skrg2x saja saya sadar, kunci penanganan mungkin bukan fokus di penyakitnya, tapi di udangnya saja.”

Hari ini Mark dan Priscilla Facebook resmi melaunching inisiatif mirip yayasan-nya pak bill dan bu melinda. Bu Priscilla itu dokter anak, dan inisitiatif mereka didengungkan setelah putri mereka, Max, lahir. Kalau Microsoft mirip mikrobiologi, kalau Facebook mirip Face apa atau apa book?

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: