//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Lingkungan, Pendidikan, Perubahan

Tumbuhkan anak sesuai benih fitrahnya

Harry Santosa – Millenial Learning Center
14 Sep 2016

Pandanglah sebutir benih, lalu benih itu tumbuh perlahan sangat lemah dengan beberapa helai daun.

Apakah kita bisa berharap segera memanen buahnya dan menggunakan kayunya? Lalu dengan ceroboh kita beri pupuk banyak banyak dan air banyak banyak, apa yang akan terjadi?

Tentu benih itu akan membusuk akarnya dan mati sebelum menjadi apapun.

Begitulah mendidik fitrah anak, semua akan indah dan berbuah pada saatnya bila ditumbuhkan dengan penuh syukur, shabar dan telaten serta rileks dan optimis sesuai potensi benih itu dan selaras tahapan perkembangannya. Begitulah sunnatullahnya.

Tidak berlaku kaidah, makin cepat makin baik. Tidak berlaku kaidah makin diisi banyak banyak maka akan hebat. Yang berlaku adalah semuanya akan indah bila tumbuh sesuai fitrah dan tahapannya.

Maka tumbuhkan anak anak kita sesuai benih fitrahnya dan selaras tahap perkembangannya maka dia akan menjadi pohon yang indah yang akarnya menghunjam ke tanah, batangnya menjulang ke angkasa, meneduhkan setiap orang yang berada dibawahnya, buahnya dinikmati banyak orang dan memberi manfaat yang banyak. Begitulah perumpamaan alQuran tentang pohon yang baik.

Ada tahap dimana anak mulai “dilatih” untuk mengalami kesulitan dan kemandirian, yaitu sejak usia 7 tahun. Pada masa 7-10 tahun berikan anak kesulitan hidup di alam, latih dengan ekspedisi alam, mendaki gunung, menjelajah sungai dan hutan dstnya. Di usia 11-14 tahun, berikan anak kesulitan nyata dalam kehidupan di masyarakat dengan pemagangan, tinggal di daerah kumuh, menjalankan bisnis sekecil apapun, ekspedisi dagang dstnya. Namun jangan lupa bahwa sosok ayah dan ibu harus hadir sejak anak dalam kandungan sampai aqilbaligh.

Maka jadikanlah mereka mitra dalam sosial, bisnis, dakwah dan kehidupan sejak aqilbaligh tiba di usia 15 tahun.

Anak yang terlalu digegas dan dipaksa tidak sesuai fitrahnya dan tahapannya akan mati sebelum berkembang. Mereka mungkin nampak hidup, tetapi dengan penyimpangan fitrah disana sini. Maka bukalah mata baik baik, bagaimana generasi bangsa ini menyimpang fitrahnya disana sini dan menjadi biadab kepada Allah, kepada alam, kepada manusia dan kepada agamanya.

Salam Pendidikan Peradaban
#fitrahbasededucation
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
#pendidikanberbasispotensi

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: