//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Leadership, Motivasi, Perubahan

Pimpinan Belum Tentu Leader

Jamil Azzaini
CEO Kubik Leadership
Founder Akademi Trainer
Inspirator SuksesMulia

19 Sep 2016

Di era yang berubah begitu cepat saat ini diperlukan leader yang benar-benar leader. Faktanya, betapa banyak orang yang sudah menduduki posisi pimpinan tetapi sesungguhnya ia belum layak disebut leader. Modal mereka hanyalah SK, keputusan RUPS, dan sejenisnya. Sesungguhnya, siapa sich yang layak disebut leader?

Berdasarkan pengamatan saya dan merujuk dari berbagai pendapat pakar leadership seperti Warren Bennis, John P Kotter, Peter Drucker, Tom Peters saya menyimpulkan bahwa ada tiga hal yang wajib melekat ada dalam diri seorang leader. Pertama, inovasi atau terobosan. Seorang pimpinan yang hanya mempertahankan yang ada dan enggan melakukan terobosan sesungguhnya belum bisa disebut seorang leader.

Hari Jumat lalu, saya diundang oleh Kementerian Pariwisata untuk memberikan seminar saat kementerian ini mencanangkan Go Digital untuk menarik wisatawan datang ke berbagai destinasi wisata di Indonesia. Belum semua jajaran di kementerian itu siap, namun Bapak Arief Yahya selaku menteri tetap mencanangkan terobosan ini. Menurut saya, Bapak Aried Yahya memang benar-benar seorang menteri sekaligus leader.

Kedua, memberi tantangan. Seorang pimpinan biasanya disibukkan memberi perintah dan instruksi kepada anggota timnya. Namun seorang leader sejati menyibukkan diri memberi tantangan kepada yang mereka pimpin. Ia tidak takut anak buahnya salah atau keliru. Ia memberi kepercayaan penuh kepada anggota timnya. Prinsipnya “salah perbaiki, gagal diulangi.” Dengan cara ini, ia semakin lama akan memiliki tim yang solid dan kapable dan siap mengembangankan timnya.

Ketiga, membina dan membangun hubungan. Seorang leader akan membina hubungan dengan semua stakeholders yang terlibat dalam bisnisnya. Ia tidak menjaga jarak, apalagi berkata “siapa loe, gue bos.” Seorang leader aktif membangun hubungan bukan menghabiskan waktunya dibelakang meja dan terjebak dengan analisa angka-angka. Ketahuilah, saat bisnis kita bermasalah dan menghadapi tantangan adalah orang-orang yang berada di sekitar kita, bukan angka.

Pekan lalu, bisnis sahabat saya Lutfiel Hakim dibredel oleh pemerintah. Karena ada sedikit kesalahan administratif. Apakah ia sibuk menyalahkan pihak lain? Jawabnya Tidak. Ia langsung aktif menghubungi pihak-pihak terkait untuk menuntaskan urusan bisnisnya. Bisnis Bebiluck yang ia bangun selama ini perlu diselamatkan. Ia juga menyadari, ada hubungan yang masih kurang intensif dibangun selama ini.

Seorang leader wajib membangun hubungan sekaligus memperbaiki hubungan yang kurang harmonis. Bila Lutfiel Hakim sibuk aktif membangun hubungan untuk melejitkan bisnisnya maka ia sangat layak disebut seorang owner sekaligus leader. Saya berdoa untuk kelangsungan dan perkembangan bisnis Bebiluck milik sahabat saya ini.

Salam Sukses Mulia

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: