//
you're reading...
Human being, Motivasi, Renungan

Pensiun dan Karir

Harry Santosa
11 Sep 2016

Ada riset yang dilakukan oleh perusahaan Boeing Space. Riset itu menyebutkan bahwa mereka yang pensiun di usia 40an, maka usianya bisa mencapai rata rata di atas 86 tahun. Mereka yang pensiun di usia 50an, maka usianya bisa mencapai 70an. Begitu seterusnya, dan mereka yang pensiun di usia 60an maka akan segera wafat di usia 60an juga.

Riset ini sebenarnya ingin mengatakan bahwa semakin anda cepat pensiun maka semakin mungkin anda hidup lebih lama. Alasannya, menurut riset itu adalah bahwa jika anda pensiun lebih cepat maka akan lebih banyak waktu bersosial, lebih banyak waktu mewujudkan pekerjaan yang disukai atau wiraswasta, lebih banyak waktu bersama keluarga dsbnya.

Apa makna dari riset di atas?

Bahwa banyak orang sesungguhnya berkarir namun tidak bahagia. Mereka umumnya menjalani karir yang bukan panggilan hidupnya atau melakukan pekerjaan yang tidak sejalan dengan potensi fitrahnya. Menjalani sesuatu yang bertentangan atau tidak sejalan dengan panggilan hidup bisa dipastikan berdampak pada kebahagiaan, lalu menurunnya kesehatan dan ujungnya adalah segeranya kematian.

Sehingga ketika orang orang yang menjalani karir yang tidak sejalan fitrahnya itu, bisa pensiun lebih cepat dari pekerjaan, maka mereka berpeluang menjadi lebih bahagia dan lebih bisa menjalani kehidupan yang sehat yang sejalan dengan fitrahnya sehingga lebih berpeluang panjang umur.

Banyak diantara para karyawan atau pegawai menyamakan antara karir dan peran atau panggilan hidup. Sehingga ketika karir berakhir seolah berakhir pula kehidupannya. Bebas tugas atau pensiun seolah juga bebas dari kehidupan maka tidak lama kemudian berakhirlah kehidupannya.

Itulah mengapa mereka yang menganggap pensiun adalah berakhirnya tugas atau peran atau panggilan hidupnya maka tanpa sadar dia seolah mengirim sinyal ke tubunnya untuk segera off atau terminate.
Padahal pensiun adalah istilah dan aturan yang diciptakan manusia. Bagi Allah, pensiun adalah ketika seseorang wafat atau uzur tidak bisa lagi berperan dengan sebaik baiknya.

Ketahuilah bahwa tidak ada yang kebetulan dari setiap penciptaan. Kita diciptakan tentu ada maksud penciptaan, dan setiap maksud pasti memiliki tugas atau peran. Maka jalanilah peran peran sejati kita selaras setiap potensi fitrah kita sampai ajal menjemput, sampai Allah memanggil kita kembali atau sampai Allah mempensiunkan kita dari kehidupan.

Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: