//
you're reading...
Information Technology, Life style

3 Catatan mengapa pengguna internet bisa enggan olah pikir ??

Jusman Syafii Djamal

Pertama, Internet membuat kita mendapatkan akses mudah ke informasi dalam jumlah yang luar biasa .

Bayaran nya internet bisa membuat kita malas berolah fikir. Kita dapat terlena jadi pemikir dangkal.

Tanpa olah fikir , internet mengubah struktur otak kita secara harfiah. Kita tidak lagi mencintai rincian suatu soal. Mau menekuni rincian seolah sudah tersedia sebagai resep baik di youtube maupun mbah google. Muncul google-ism semua orang seolah bisa jadi dokter atau ahli apapun tanpa sekolah.

Muncul ketergesaan mempercayai data dan informasi yang diperoleh,tanpa verifikasi.

Ada Keterbatasan waktu dalam mengolah jutaan informasi yang tersaji. Ada desakan melahirkan ketergesaan untuk ambil kesimpulan, tanpa check and recheck.

Kedua, Saat kita online, kita memasuki sebuah ekosistem atau lingkungan maya yang seperti samudera pacific atau atlantic.

Internet membuat setiap orang dapat bersilancar kesana kemari tanpa kendala. Kini kita tidak terfokus pada satu news atau article.

Kita bisa meloncat kesana sini, chit chat dan copy paste seperti menari. Kita bisa membaca dengan terburu buru, sambil makan bahkan menyetir mobil.

Kita mulai terbiasa berfikir dengan tergesa gesa mirip seperti supir bis yang ugal ugalan mengejar setoran.

Kini kita seolah menjalani sebuah proses pembelajaran yang tidak sunguuh sungguh dan sepenuh hati.

Ketiga infrastruktur dan apps online seperti Tweet dengan 140 karakter, kabar berita whatsapp, surat elektronik, pesan pesan instant, facebook dan laman situs situs web yang dikelola dengan modal “copy and paste” tanpa seleksi , mulai menjamur.

Infrastruktur ini punya pengaruh pada perubahan kultur tatacara berfikir sistimatis dan ilmiah yang diajarkan disekolah.

Ada proses ketergesaan dalam mengambil kesimpulan. Tak sempat analisa dan verifikasi jari dan tombol bercengkrama secara instant.

Ada proses verifikasi check and rechek — yang tadinya dikelola dengan baik dan benar oleh para Chief Editor pada media mainstream — yang dipersingkat, ditiadakan dan di”bypass” langsung kepembaca.

Karenanya seorang kritikus filem terkenal Robert Ebert pada tahun 2010 menulis di blognya “Ada ketidak sabaran didalam masyarakat kita sekarang ini”.

Semua serba instant, Easy come Easy Go………. Apa benar begitu ? Wallahualam

(Sumber : Nicholas Carr, Wired, edisi Mei 2010 yang di quote dari Dale Carnegie, How to win Friends and Influence People in the digital age).

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: