//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Motivasi, Pendidikan, Perubahan, Renungan

Menemukan Kembali Kata Strategi dalam Pikiran

Jusman Syafii Djamal
2 Sep 2016

Malam jumat ini saya kembali membuka catatan masa lalu saya tentang Soren Kierkegard seorang Filosof Denmark. Ia pernah bilang begini :”Life can only be understood backwards, but it must be lived forwards”.

Hidup yang kita jalani hanya mudah difahami jika kita menelusuri masa lalu, akan tetapi kehidupan itu sendiri harus dilakoni menuju masa depan.

Karenanya banyak orang yang kecele dan selalu tak bisa membedakan masa lalu dan masa depan. Sebab kita menikmati masa kini buah perjuangan masa lalu.

Seperti juga perjalanan menuju Bandung mampir di Rest Area sambil jagongan minum kopi dan bercanda bisa membuat kita terlena disitu, dan berfikir sudah tiba ke rumah tujuan di Bandung.

Ada yang sering dilupakan banyak orang. Otak kita meski ukurannya kecil hanya 1/50 dari berat keseluruhan badan, akan tetapi mengkonsumsi 1/5 asupan energi yang kita makan, setiap harinya.

Hanya mengirimkan satu signal agar buah fikiran baru mengalir dalam “brain cell” kita, diperlukan energi yang sama besar dengan energi “muscle cell” dikaki kita ketika sedang lari marathon.

Energi yang besar untuk membangkitkan pusat kecerdasan ini yang barangkali bikin kita bisa asyik masyuk dengan masa lalu. Terperangkan dan terus mengenggamnya menuju masa depan.

Kita berjalan kedepan mengarungi kehidupan, akan tetapi “brain cell” kita terus menerus tak mampu bangkit membangun citra baru tentang masa depan.

Karenanya dalam buku Richard Newton :”The little book of thinking BIG”, ada anjuran bunyinya begini :”If you choose to keep your brain it will use a lot of energy. But the energy it consumes is nothing compared to its output; which can do anything from raising your mood to raising a flag on the moon”.

Jika kita memilih jalan untuk terus menerus berolah fikir , Thinking today act tomorrow”, kita memerlukan banyak Energi. Akan tetapi energi yang kita alokasikan bagi upaya membangun kecerdasan yang dimiliki, untuk terus bekerja keras dengan motto Fikir, Fikir,Fikir pastilah akan berbuah manis dimasa depan.

Kita bisa jadi bangsa yang memiliki motivasi untuk menancapkan bendera merah putih di bulan sana.

Kita tentu hadir dimasa kini takjub tentang kejayaan dan kekuatan yang mampu kita kembangkan diri sendiri hingga saat ini. Tak ada yang bisa membayangkan betapa misalnya banyak tokoh masyarakat, Profesor, Doktor, Insinyur, Ekonom, Lawyer, Sastrawan , Maestro yang dimiliki Indonesia saat ini, sepuluh tahun lalu atau dua puluh tahun lalu atau tiga puluh tahun lalu masih berjalan kaki kesana kemari tanpa tujuan. Akan tetapi dedikasi, spirit tak kenal menyerah, kegagalan rasa putus asa untuk membentengi jalan kemajuan telah menyebabkan mereka tumbuh jadi jagoan.

Seperti kata Richard Newton :”You came into this world bursting with wonder,imagination,curiosity, the urge to be creative and as any crawling wanna walk baby will show you were born with unflinching and boundless ambition”.

Itu kenangan masa lalu yang bermakna jika terus dicermati dan dijadikan bahan refleksi.

Apa yang diingatkan Kierkegaard “life can only be understood backwards but it must be live forward” ada baiknya juga diterapkan di perusahaan baik besar maupun kecil.

Proses refleksi tentang keunggulan daya juang dimasa lalu perlu terus ditemu kenali dan dijadikan value tersendiri. Bukan untuk dinikmati sebahai jargon, tetapi untuk diserap elan vitalnya menghadapi persaingan masa depan yang jauh lebih sukar.

Proses refleksi untuk menemukan kembali Strategi masa depan yang jauh lebih baik.

Seperti kata William James :”the greatest discovery of may generation is that human beings can alter their lives by altering their attitude of mind….. If you change your mind, you can change your life”.

Dan strategy kata Musashi seorang pemain pedang mirip seperti ungkapan menemukan intuisi dan cara baru menjejaki bunyi air yang jatuh berubah ketika angin berubah tersentuh gerakan musuh yang merayap tanpa teraba mata kepala .

“Matahari bersembunyi dibalik awan, dan jerit tajam seekor burung membelah udara, Angin berubah dan secara tak kentara mengubah bunyi air yang jatuh”.

Sudah saat nya kita kembangkan asupan energi untuk kembali gunakan kata Think, Think and Think sebelum kita meloncat kemasa depan dengan menenteng tingkah laku dan fikiran masa lalu sepanjang jalan.

Sebab “Our life always expresses the result of our dominant thoughts” kata Soren Kierkegaard.

Dan Henry David Thoreau memberi tips agar kita tak berhenti untuk terus mengkritisi fikiran yang hadir sebab” As a single footstep will not make a path on the earth, so a single thought will not make a pathway in the mind” .

Satu langkah tak mungkin melahirkan jejak jalan yang ditempuh. Begitu juga fikiran yang itu itu terus tak mungkin melahirkan jalan keluar membentuk suatu rute atau roadmap kemasa depan.

To make a deep physical path, we walk again and again. To make a deep mental path, we must think over and over the kind of thoughts we wish to dominate our lives.

Untuk membangun jalan menuju puncak himalaya kita harus terus menerus menapak pelbagai gunung untuk berlatih mengenali medan, dan menekuni jalan yang membawa kita ke Himalaya.

Begitu juga fikiran besar menuju masa depan tak mungkin lahir sekali jadi, perlu terus menerus diulangi dan ditelisik agar fikiran nan jernih dan jalan tercepat menuju sasaran menjadi “bulan diatas kepala”.

Mohon maaf jika keliru. Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: