//
you're reading...
Ekonomi, Kemandirian

Jangan Lupakan Sektor Riel dan Pasar Tradisional : Nasehat Nouriel Roubini

Jangan Lupakan Sektor Riel dan Pasar Tradisional : Nasehat Nouriel Roubini

Jusman Syafii Djamal

Ketika Nouriel Roubini Profesor Ekonomi dari NYU Stren School of Business diwawancara oleh Maria Bartiromo The Anchor of CNBC tahun 2010, tentang prospek ekonomi Amerika setelah krisis finansial 2008 , ia menjawab begini :

“Saya fikir negara ini memerlukan lebih banyak entrepreneur –, wiraswasta yang bekerja untuk mendirikan “toko kelontong nya sendiri” atau “kantornya sendiri” atau “pekerjaan yang membebaskan ia dari ketergantungan pada orang lain–”

Saya juga mengamati bahwa negara ini memerlukan banyak orang — terutama anak muda terjun ke industri manufaktur, ke sektor riel, pertanian ,perternakan dan pertambangan. — Ke sektor lapangan kerja yang menjadi pilar dari “long term economic growth”

“I think this country needs more people who are going to be entrepreneurs, more people in manufacturing, more people going into sectors that will leads to long term economic growth” ,

Bagi saya — lanjut Prof Roubini — “Ketika semua jenius atau talenta terbaik dari bangsa ini, memilih pergi bekerja di “wall street” dan sibuk fokus pada pertumbuhan un – organic jual beli saham serta meninggalkan “main street” atau sektor riel dimana produk industri dan komoditi ditingkatkan nilai tambahnya dan diperdagangkan.

Ketika “main street” , sektor riel,tidak diisi oleh engineer dan ekonom serta talenta sarjana terbaik — “maka kesenjangan dan distorsi alokasi manusia bersumber daya iptek akan terjadi dan itu merupakan petanda ketidak efisienan, pembangunan ekonomi”

“When the best minds of the country are all going to Wall Street, there is a distortion in the allocation of human capital that eventually becomes inefficient.

Karenanya saya — kata Prof Roubini — selalu menganjurkan pada seluruh mahasiswa saya, jangan memilih pekerjaan karena hanya ingin menjadi kaya dengan cepat. Jangan memilih pekerjaan karena semata mata gaji dan fasilitas yang menyenangkan. Tetapi pilihlah pekerjaan yang dicintai sepenuh hati, pekerjaan yang menyebabkan semua keunggulan dan kekuatan terbaik dari diri kita dapat dimanfaatkan sebesar besarnya bagi kepentingan bersama.

I always tell students “Don’t go to industry because you feel that you are going to get rich from it. Don’t take a job because yo think that’s the best money you can make.Always take a job because you love what you do. The money can follow, but if you don’t love what you do, you are going to be miserable. And if you’re not happy, you’re not going to want to work”

(Maria Bartiromo in her book :”The 10 Laws of Enduring Success, 2010).

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: