//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Pendidikan, Perubahan

Fitrah, Adab dan Peradaban

Idea kebangkitan peradaban Islam sudah digaungkan sejak era tahun 1980an. Namun nampaknya ummat ini jalan di tempat.Tiada kebangkitan yang nampak, kecuali pendekar mabuk yang kerepotan meladeni serangan lawan. Memang banyak serangan ditepis namun tidak sempat mengembangkan permainan sendiri.

Rupanya kita lebih sibuk menyelesaikan masalah yang dibuat bangsa Kera ketimbang sibuk mensyukuri nikmat dan karunia yang Allah berikan. Bukankah kita diminta banyak menyebut nyebut nikmat Allah? “Wa bini’matika Robbika fahaddits”

Rupanya kita lebih banyak meratapi dari menterapi kebiadaban, daripada mengarsiteki peradaban. Lihatlah kita tidak pernah mengarsiteki pendidikan peradaban generasi untuk mencapai peran dan karya peradaban terbaik. Kita hanya menjadi budak pengguna bagi peradaban lain.

Anak anak kita diajarkan untuk mendahulukan Nahi Munkar daripada mengutamakan Amar Ma’ruf. Mendahulukan Peringatan (Nadziro) daripada Kabar Gembira (Bashiro). Anak anak kita lebih sibuk menghindari dosa daripada menjaring pahala pahala. Padahal bukankah yang ditimbang adalah pahala bukan dosa. Alangkah sedikitnya amal (karya dan peran peradaban) Ummat ini di mata dunia.

Kita jadi suka membalik balikkan ayat mendahulukan yang belakang, dan membelakangkan yang dahulu.

Kita lebih takut dosa Adam AS (melanggar larangan) daripada dosa Iblis (melanggar perintah). Bukankah dosa Adam AS diampunkan? Bukankah dosa Iblis lebih berat dan dikutuk hingga akhir zaman?

Amal Sholeh bagi kita adalah kumpulan kata “Jangan” untuk takut melanggar dosa, daripada kumpulan kata “Perintah” untuk berani beramal meraih begitu banyak pahala. Apakah peradaban akan bisa ditegakkan bila dibangun dengan begitu banyak ketakutan berdosa?

Kita lebih banyak sibuk mengurusi keburukan (Syarr) daripada menjalankan (Khair). Bukankah untuk keburukan kita hanya bisa berlindung kepada Allah SWT? “Qul A’udzu billah min Syarr….”.

Mengapa tidak kita sibukkan diri, keluarga dan generasi untuk menjalankan begitu banyak kebaikan? Bukankah Generasi Terbaik dahulu lebih bersemangat menanyakan amal amal Khair kepada Rasulullah SAW?

Akibatnya ummat ini menjadi berjalan di tempat, lebih banyak mengerem daripada tancap gas kebaikan. Lebih banyak membangun benteng dan bendungan yang cepat atau lambat akan roboh juga.

Bukankah karakeristik para pembuat benteng adalah diam di tempat dan tidak kemana mana? Merasa aman namun tidak punya masa depan dan tidak berperadaban.

Sejak kejatuhan Kekhalifahan Turki Utsmani, maka Ummat ini seolah menjadi paranoid. Membangun kemuliaan (Izzah) dengan rasa minder dan ketakutan serta kesedihan. Lebih banyak meniru musuh daripada menguatkan potensi diri. Gedung gedung sekolah dan ibadah dibangun megah megah, namun jiwa dan fikiran dipenjara rapat rapat sehingga sistem pendidikan dan pengetahuan ala kita pun kita tidak punya.

Kita seolah lupa bahwa ada ayat ayat yang melarang kita minder, takut dan sedih. Kita seolah lupa ada doa doa matsurat yang setidaknya dibacakan setiap pagi dan petang, yang kebanyakan isinya adalah keridhaan, kesyukuran dan meminta perlindungan dari keburukan, kesedihan dan keresahan.

Dalam doa itu disebut bahwa aspek internal berupa kesedihan dan keresahan itu akan mendatangkan kemalasan dan ketidakbecusan. Kemudian kemalasan dan ketidakbecusan berakibat pada aspek sosial yaitu pelit dan pengecut. Tidak akan pernah ada kepemimpinan peradaban bagi bangsa yang pelit dan pengecut, kecuali ditindas secara politis dan ditindas secara ekonomi.

Salam Pendidikan Peradaban
Disarikan sebagian dari perkuliahan FBE#8 Fitrah, Adab dan Peradaban
#pendidikanberbasisfitrah dan akhlak
#fitrahbasededucation

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: