//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Pendidikan, Perubahan, Renungan

Bagaimana Pendidikan Berbasis Fitrah memandang Kekerasan dan Ketegaan Orangtua pada Anaknya

Harry Santosa
August 22, 2016

Ada seorang ayah bertanya, bagaimana pendidikan berbasis fitrah memandang kekerasan dan ketegaan orangtua pada anaknya. Bukankah ada pendapat bahwa jika anak tidak dididik dengan keras maka mereka kelak akan dihancurkan oleh kekerasan kehidupan?
_____
Dalam pendidikan berbasis fitrah tentu apapun yang kita lakukan pada anak, bahkan terhadap manusia pada umumnya adalah dilarang untuk menciderai fisik, harga diri dan menyimpangkan fitrah.

Untuk itu maka panduannya adalah 3 R: Relevan, Relasi, Reason

1. Relevan. Bahwa ketegaan atau ketegasan yang kita lakukan pada anak harus relevan dengan tahapan perkembangan anak dan sifat keunikan anak.

Secara tahap perkembangan, jelas bahwa anak di bawah usia 7 tahun tidak diperkenankan mengalami kekerasan, ketegasan, ketegaan bahkan kedisplinan ala orang dewasa. Ini adalah tahap paling rentan dalam pertumbuhan fitrah manusia. Kekerasan fisik dan kejiwaan jelas diharamkan pada tahap usia ini termasuk memisahkan anak dari ibunya.

Tahap usia 7-10 tahun, ketegaan dan ketegasan orangtua adalah dengan membenturkan anak pada kekerasan alam, tentu disesuaikan kemampuan nalar dan fisiknya. Usia ini adalah puncak fitrah belajar dan bernalar dengan alam sebagai interaksi terbaiknya.

Maka ekspedisi di alam, mendaki gunung, menjelajah hutan, membersihkan sampah, menyelamatkan alam, menggembala ternak dsbnya adalah ketegaan yang seru, menginspirasi dan menantang.

Sementara pada usia 10-14 tahun ketegaan dan ketegasan orangtua adalah dengan membenturkan anak pada kekerasan kehidupan, realitas sosial masyarakat dan zaman.

Tahap ini adalah masa emas anak mengembangkan potensi keunikannya sehingga menjadi peran terbaik dalam kehidupannya. Karenanya kehidupan dan zamanlah interaksi terbaiknya.

Tahap ini adalah tahap menjelang aqilbaligh, tahap menjelang kemandirian dalam kehidupan, maka anak harus menghayati bagaimana kehidupan itu bekerja sekeras apapun, kemudian bangkit memberi solusinya..

Maka pisahkanlah kamar, magangkanlah mereka pada kehidupan nyata, beri kesempatan lebih banyak di sosial bukan di rumah, buatkan paspor dan kirim mereka ke negeri yang jauh, beri tanggungjawab menjalani bisnis serius sekecil apapun dsbnya

Relevansi dengan sifat dan potensi keunikan anak adalah bahwa ketegaan dan ketegasan itu harus relevan dengan keunikan dan karakter anak dalam merespon dan menerima ketegaan untuk menggembleng potensi keunikan mereka sendiri. Ibarat mengasah kampak, makin tega makin tajam, manfaat dan bahagia.

2. Relasi. Semua ketegasan dan ketegaan itu harus dimulai dengan kedekatan yang mendalam antara anak dan orangtua. Jika tidak maka anak akan melihat sebagai upaya kebencian, pemisahan dan melahirkan kedurhakaan.

Tidak bisa dibayangkan seseorang mau menjalani kekerasan atas perintah orang lain dengan ikhlash apabila tidak ada jalinan dan relasi cinta yang mendalam.

Jangan coba coba membuat program “tega” pada anak, apabila tidak ada jalinan cinta yang kuat, percayalah bahwa anda akan dibenci sepanjang hayatnya atau anak akan menyimpang fitrah cintanya.

3. Reason. Semua ketegaan dan ketegasan itu harus berangkat dari kesadaran bersama atau misi bersama antara anak dan orangtua dalam rangka mensinergikan makna bersama. Inilah perlunya misi keluarga, perlunya mengenali makna masing masing dan mensinergikan bersama.

Salam Pendidikan Peradaban
#pendidikanberbasisfitrah

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: