//
you're reading...
Creativity, Entrepreneurship, Information Technology

Startup Digital, Sebuah Embrio yang Dilahirkan dari Vision, Passion dan Innovation

Startup Digital, Sebuah Embryo yang Dilahirkan dari Vision, Passion dan Innovation
Sabtu 13 Agustus 2016 kemarin saya mengikuti sebuah ignition program sebuah gerakan yang bernama 1000StartupDigital. Seperti nama acara tersebut “Ignition” yang berasal dari kata ignite, acara ini lebih kepada menyalakan jiwa entrepreneurship khususnya bagi komunitas digital di Indonesia. Bisa dibilang semacam merubah gaya berpikir untuk menjadi seorang yang visioner.
Di acara tersebut di datangkan beberapa pelaku-pelaku bisnis digital yang sudah cukup merasakan pahit manisnya bidang tersebut, termasuk Menteri Komunikasi dan Informatika Bapak Rudiantara juga turut mengisi kegiatan ini. Ada hal yang menarik yang disampaikan oleh Bapak Rudiantara disini, ketika seorang penanya menanyakan mengenai regulasi-regulasi bisnis digital dimana banyak ide-ide dan inovasi baru yang belum tercantum dalam tatanan undang-undang yang berlaku. Beliau mengatakan kurang lebih bahwa jalankan saja dulu, jika memang belum ada peraturan yang mengaturnya maka tugas seorang menteri untuk berdiskusi dan membuat peraturan tersebut.
Menarik, dan sangat tepat sasaran, adalah hal yang langsung muncul dalam benak saya. Karena selama 9 tahun saya berbisnis, sering kali menemukan tembok-tembok bernama peraturan yang kadang kala sering menjadi hambatan dalam memberikan inovasi.
Selain hal tersebut banyak juga ilmu-ilmu yang saya dapatkan dari para panelis yang ikut berbicara di acara tersebut, jika saya rangkum berikut inilah beberapa poin penting dalam membangun startup.

Vision

Visi merupakan sebuah kata yang tidak asing bagi masyarakat, dan pasti akan kita temukan di setiap organisasi baik profit maupun non-profit. Pertanyaannya sudah benarkah mereka mengartikan apa itu visi? Pada acara ignition 1000startupdigital jogja, Seto Lareno – Head of People Partner for Technology Division, GO-JEK – menceritakan bagaimana mereka mampu merekrut dan mempertahankan banyak bintang di dunia teknologi untuk bergabung bersama GO-JEK walaupun gaji seorang pekerja IT di Indonesia masih dibawah pekerja IT di luar negeri. Hal tersebut adalah Visi. GO-JEK mensinkronkan visi perusahaannya dengan para pekerjanya, hasilnya mereka bersama-sama berusaha mencapai visi tersebut. Jadi apa sebenarnya visi? visi itu bukanlah sebuah tujuan yang bisa di capai dalam kurun waktu 1-2 tahun. Visi adalah sebuah tujuan 10 tahun 100 tahun bahkan 1000 tahun kedepan.
Ibarat sebuah rel kereta, seseorang yang memiliki visi merasa rel didepannya terlihat dekat, tetapi ketika sampai di rel yang dilihat tadi, ternyata rel tersebut masih jauh membentang kedepan. Inilah visi, sesuatu yang tidak ada batasnya. Untuk membangun sebuah startup, seseorang harus memiliki visi yang mampu di pegang dan di sebarkan bersama timnya agar tercapai visinya.

Passion

Passion adalah gairah, dimana seseorang jika melakukan sesuatu dengan passion memberikan pengorbanan dalam menjalankan passionnya. Melakukan sesuatu dengan passion tidak akan terasa membebani dan akan terasa menyenangkan. Hal inilah yang membuat orang bertahan walaupun menghadapi tantangan-tantangan yang berat dalam membangun startupnya. Seperti hal-nya Kristupa Saragih yang pada awalnya membangun fotografer.net hanya karena merasa perlu untuk membuat sebuah wadah yang bisa menampung para fotografer di Indonesia. Dibuat pada tahun 2002 dimana internet masih menjadi sebuah hal yang eksklusif bagi kalangan tertentu, fotografer.net saat ini menjadi komunitas fotografer online terbesar se-asia tenggara.
Bayangkan jika seorang Kristupa Saragih tidak memiliki passion dalam membangun fotografer.net, 14 tahun ditambah teknologi yang belum berkembang seperti saat ini bisa jadi menghalangi munculnya komunitas fotografer online terbesar se-asia tenggara ini.

Innovation

Inilah yang menjadikan sebuah startup digital berbeda dari startup lainnya. Inovasi! membangun sebuah sistem, memecahkan permasalahan, memperkenalkan cara baru adalah hal yang biasa dilihat dalam sebuah startup digital. Permasalahan yang sebelumnya tidak terlihat bisa menjadi sebuah inovasi yang mampu merubah cara main.
Sebuah startup bukan hanya sebuah bisnis, tetapi merupakan solusi. Jangan membangun sebuah bisnis, tetapi pecahkan permasalahan, itulah kata-kata yang menggambarkan sebuah startup.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: