//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Renungan

Fitrah Anak dan Persekolahan

Teman teman Ayah Bunda yang baik, yang Allah beri hikmah yang banyak karena amat mensyukuri fitrah anak anaknya,

Tidak perlu heran dan kaget dengan berbagai kebijakan para menteri pendidikan selama ini, karena mereka bukanlah orang pendidikan tetapi mereka adalah “orang sekolahan” dengan mindset prestasi akademis. Mereka sebenarnya menteri persekolahan bukan menteri pendidikan.

Selama 3 atau 4 dekade ini, para mendikbudnas adalah para professor akademis dengan prestasi akademis segudang dan menjabat rektor atau dekan. Benak mereka penuh terisi wacana prestasi akademis. Mereka berfikir bahwa pendidikan adalah menyiapkan anak anak untuk menjadi professor dari sejak taman kanak kanak.

Maka tidak perlu heran jika mereka menyamakan orientasi pendidikan anak dengan orientasi pengajaran di perguruan tinggi. Maka tidak perlu heran jika mereka menyamakan seluruh anak dengan dirinya yang berprestasi akademis. Yang tidak berprestasi akademis mereka sebut produk gagal karena tidak bisa menjadi seperti dirinya.

Maka tidak perlu heran jika yang diutak utik adalah bagaimana menambah jam sekolah, menambah jam mengajar (kalau perlu sampai ba’da Isya), menambah kurikulum, menambah guru terampil, menambah gedung dstnya. Jadi sebenarnya tidak ada gonta ganti kebijakan karena cuma itu itu saja.

Maka jangan heran, mereka memicingkan mata terhadap peran orangtua dan keluarga dalam mendidik anak. Bagi mereka, sekolahlah pusat pengetahuan dan kebaikan, maka titiplah anak anakmu selama mungkin. Maka tidak perlu kaget dan heran, jika peran ayah bunda hanya diminta mengantar sampai pagar sekolah.

Maka jangan heran jika banyak diantara kita keracunan fikiran bahwa mendidik itu menyekolahkan. Mendidik itu menyiapkan anak anak kita menjadi sarjana dan professor sejak Taman Kanak Kanak. Lihatlah acara wisuda di TK dan SD, selalu dipenuhi toga karena obsesi dengan titel dan gelar akademis.

Maka jangan heran orangtua yang kecanduan persekolahan itu lebih sibuk mencalistungkan anak anak usia dininya sebagai persiapan masuk SD, daripada fokus menumbuhkan fitrahnya secara utuh sesuai usia dininya. Mereka sibuk pada kecerdasan otak anak anaknya, lupa kalau golden age anak balita adalah fitrah keimanannya atau keridhaan dan gairah kecintaannya pada Allah.

Maka jangan heran jika obrolan tentang pendidikan di rumah adalah obrolan tentang persekolahan. Rangking berapa sekarang? Berapa nilai matematikamu? Sudah bikin PR atau belum? Tadi di sekolah diajarkan apa? Dimana sekolah favorit? Berapa batas nilai masuk ke sekolah favorit dstnya. Si anu juara olimpiade anu dstnya.

Maka jangan heran, bila Pekerjaan Sekolah (PS) sejak 100 tahun lebih disebut dengan Pekerjaan Rumah (PR). Padahal pekerjaan rumah itu sejak berabad abad lamanya adalah membantu orangtua, belajar bersama di kehidupan, berkebun, bertukang kayu, memasak, mengaji dstnya.

Maka jangan heran, apabila aqilbaligh generasi muda menunggu selesai kuliah. Mereka terus menjadi anak anak dan tak siap menikah karena memang tidak dipersiapkan aqilbaligh dan tidak boleh menikah kecuali jika selesai kuliah. Kuliah menjadi ukuran kedewasaan, padahal kuliah adalah ukuran akdemis.

Maka jangan heran bila para orangtua berhenti belajar mendidik anak anaknya, berhenti belajar menjadi orangtua, sibuk membuat anaknya rajin bersekolah dan sibuk melecut prestasi akademis (kalau perlu dihipnotis), bukan menumbuhkan potensi fitrah fitrah dan akhlak anak anak mereka.

Tetapi, heranlah jika anda masih menyerahkan pendidikan anak sepenuhnya pada sekolah.

Salam Pendidikan Peradaban
‪#‎pendidikanberbasisfitrah‬ dan akhlak
‪#‎fitrahbasededucation‬

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: