//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Lingkungan, Motivasi, Perubahan, Renungan, Uncategorized

Berani berubah

Erizeli Bandaro

Di China, Ada seorang salesman gagal di kota, yang akhirnya terpilih sebagai kepala desa di suatu desa teramat miskin. Mungkin dia terpilih sebagai kepala desa karena jabatan itu tidak ada yang membayarnya namun penduduk mengharapkan ada yang memimpin mereka. Lantas apa yang dia harapkan dari pekerjaannya itu? Rasa hormat. Sebagai orang gagal dia selalu di rendahkan namun di desa semua orang menghormatinya.

Lantas apa yang di lakukannya ? Dia meminta agar petani tidak lagi bertanam padi tapi singkong dan jagung. Mengapa ? Sudah sekian lama kehidupan petani selalu miskin karena hasil padi tidak lagi mencukupi biaya hidup. Terus bertanam padi adalah mati konyol dan bodoh. Bagaimana dengan singkong dan jagung ? Singkong dan jagung akan di jual ke pabrik pengolahan di kota dan dia minta pabrik agar ampasnya di serahkan kedia untuk di jadikan bahan baku pembuat piring dan mangkok.

Dia minta bantuan universitas mendesign mesin mixing dan press , molding untuk mengolah ampas jadi piring dan mangkok. Produk ini akan di pasarkan ke restoran cepat saji sebagai kemasan sekali pakai. Dari mana biaya membangun pabrik ? Ini ide gila. Engga ada bank yang akan biayai. Apalagi di usulkan oleh komunitas desa miskin. Namun tanpa di minta, semua rakyat desa menjual ternak sebagai satu satunya harta tersisa untuk mendapatkan uang membeli mesin. Bangunan di kerjakan gotong royong.

Penduduk desa begitu percaya dengan dia sebagai pemimpin. Semua sepakat tanpa tanya untuk beralih menanam singkong dan jagung. Perubahan ini ada resiko karena mereka terancam tidak makan apabila program gagal. Setiap hari kepala desa hadir di tengah mereka di kebun sampai akhirnya panen. Hasil panen ternyata melimpah dan dia berhasil memasarkan produk pabrik. Dan sekaligus mendapatkan ampasnya.

Setelah ampas diolah jadi piring dan mangkok , berbulan bulan dia memasarkan produk itu tapi tidak ada yang berminat mencoba. Namun dia tidak pernah menyerah. Sampai akhirnya ada restoran yang mau mencoba tanpa membayar dengan kondisi apabila konsumen restoran suka maka akan dibayar. Apa yang terjadi kemudian? Ternyata konsumen suka dan pesanan datang secara tunai. Akhirnya produknya menjadi terkenal. Rakyat desa di samping mendapatkan hasil penjualan singkong dan jagung , juga dapat penghasilan tambahan dari keuntungan menjual produk dari ampas. Rakyat desa yang tadinya miskin kini makmur. Mereka bersatu menghadapi masalah , mengambil resiko untuk berubah , berkerja keras untuk meraihnya.

Kemajuan dunia karena keberanian untuk berubah. Kadang orang yang berani berubah terkesan gila dan tidak rasional. Dia pemberontak dan melihat sesuatu secara berbeda. Dia tidak menyukai keteraturan. Dan dia tidak menghormati status quo. Dia tidak menyerah dengan keadaan dan tidak suka mengeluh menyalahkan orang lain atau pemerintah. Anda boleh setuju atau tidak , memuliakan atau menjelekkan dia. Tapi satu hal yang tidak dapat Anda lakukan adalah mengabaikan dia. Karena dia mengubah keadaan. Dia mendorong orang ke depan dan mengabaikan orang yang terlalu banyak alasan karena takut berubah.

Anak ku..jangan takut untuk berubah menjadi lebih baik. Ingat bahwa orang-orang yang cukup nekat untuk berpikir bahwa mereka dapat mengubah dunia, adalah orang-orang yang berbuat dan mengambil resiko karena itu.. Mereka adalah hero dan peradaban terbentuk karena adanya orang orang pemberani untuk berubah…

Pahamkan sayang..

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: