//
you're reading...
Human being, Pendidikan

FDS & Kesenjangan Akses Pendidikan

nisa.belajar.bercerita.

Pertanyaan saya ketika membaca berita tentang Full Day School (FDS) adalah: “untuk siapa ia dirancang?”

Sebelum menjawabnya, saya mau merujuk pada tujuannya dahulu. FDS, menurut Muhadjir, dirancang untuk meningkatkan efektivitas pendidikan termasuk pendidikan karakter dan etika dengan alasan guru akan mempunyai lebih banyak kesempatan untuk menanamkan nilai-nilai karakter apabila waktu anak di sekolah diperpanjang.  Sampai sini saya menangkap kesan bahwa Muhadjir  berasumsi sekolah, bukan rumah, adalah tempat yang lebih efektif untuk membangun karakter.

Asumsi tersebut tidak universally salah, walaupun ia mengundang banyak kritik khususnya dari orangtua yang merasa dilecehkan kemampuannya untuk  mendidik dan menanamkan nilai-nilai moral di rumah. Artinya, bisa jadi memang model sekolah ini membantu sebagian keluarga di tanah air.

Jika kita merujuk pada data, bisa jadi ada orangtua yang terbantu dengan konsep pendidikan seperti ini. Dari survei keluarga Indonesia di beberapa provinsi di Indonesia Timur, sebagian besar anak-anak usia 7 sampai 14 tahun mempunyai orangtua dengan pendidikan tertinggi…

View original post 679 more words

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: