//
you're reading...
Leadership, Motivasi, Perubahan

Time Can do Anything : Continuity and Change

Jusman Syafii Jusman
28 Juli 2016

Hari ini tepat ulang tahun saya tgl 28 Juli 2016, saya kebetulan diundang untuk menyaksikan perubahan di kementerian perhubungan. Ada serah terima jabatan dari Menteri Jonan ke Menteri Budi Karya.

Time Change, selalu ada pasang surut dalam kehidupan. Semua mengalir dan berubah. Panta Rei kata Bung Karno. Saya diundang dan hadir dalam acara serah terima tersebut. Kebetulan bertemu Senior saya Jendral (p) Agum Gumelar Menteri Perhubungan pertama yg membangun dan menggagas double track trek kereta api jakarta surabaya untuk tingkatkan frekwensi dan kurangi resiko kecelakaan. Beliau termasuk generasi pemimpin yg mendapatkan kesempatan mengikuti perubahan dan reformasi 98.

Dari banyak referensi saya temukan kata Reformasi atau Transformasi atau Turnaround dalam suatu wilayah ekonomi umumnya memiliki dua ujung tombak yakni Continuity and Change. Aksi Perubahan yang selalu dibarengi oleh upaya sadar terencana untuk memelihara kesinambungan. Sebab Tanpa kesinambungan, perubahan bisa kehilangan makna. Aktivitas Menjebol bangunan lama tak mungkin tidak di ikuti oleh program membangun. Penyerbuan dipantai Normandi oleh Sekutu ketika membebaskan Eropa dari kekejaman Hitler Nazi Jerman, dalam perang dunia diikuti oleh langkah membangun kembali Eropa dengan “Marshall Plan”.

Karenanya Schumpeter seorang ekonom yang memusatkan perhatian pada kekuatan inovasi sebagai fondasi pertumbuhan ekonomi selalu mendefinisikan transformasi atau perubahan dan kesinambungan dgn kata2 indah innovation adalah proses “creative destruction”. Menjebol yg kadaluarsa dan tak sesuai zaman dan membangun proses baru , mata rantai nilai tambah baru, produk baru dan sistem baru yang lebih efisien dan productif.

Dengan kata lain yg utama dalam proses perubahan menuju masa depan yang lebih baik adalah membangkitkan kekuatan Daya Creativity dan daya inovasi suatu wilayah atau organisasi untuk menemukan jalan baru, proses baru dan produks serta sistem baru yg relevan dengan kehendak zaman.

You cannot order change. Begitu judul buku Peter S Cohan yang bercerita tentang kisah turnaround ,perubahan dan restrukturisasi yang dilakukan Jim Mc Nerney, CEO Boeing 2001-2005.

Kata Jim Mc Nerney dlm buku itu, Perubahan tak mungkin lahir sekedar dengan menerbitkan perintah atau surat keputusan. Melainkan dgn secara sistimatis berkesinambungan melakukan Paradigm Shift. Perubahan Paradigma.

Kata Jim ada tahap dan tantangan seorang Pemimpin yang ingin mendorong perubahan dan tidak tenggelam dalam gelombang perubahan. Diantaranya dengan menjalankan roda organisasi melalui empat tahapan untuk menjawab Sembilan pertanyaan berikut ini :

Pertama : Tugas Utama Pemimpin Perubahan adalah membangkitkan potensi terbaik “the best and the brightest”, generasi muda, calon pemimpin baru yang jauh lebih batik Dari generasi sebelumnya dengan menjawab pertanyaan How Does a leader unlock individual achievement ?

Kedua : Peran Utama Pemimpin Perubahan adalah menemukan Dan merancang bangun sistem pembangkit energi agar tiap individu mampu bekerja sama dalam satu teamwork, merangkai jaringan kerja yang bersinergi satu sama lain untuk jadi Center of Excelence. Dengan menjawab pertanyaan, How can a leader spur groups to work together for the greater corporate ?

Ketiga : Prioritas kerja pemimpin perubahan disuatu perusahaan Attu suatu unit bisnis atau Satu wilayah ekonomi adalah bagaimana menemukan struktur Dan mekanisme serta tata cara kerja agar ditemukan kultur kerja yang mengarus utamakan “long term value ketimbang target jangka pendek dengan menjawab pertanyaan berikut,
A. How can a company focus on long term value rather than shor term goals ?
B. How do you develop technology to meet the needds of consumers ?
C. How can a leader invest in strategies that beat the competition ?
D. How can a newly appointed leader get quick results ?

Keempat : Fondasi strategi Pemimpin Perubahaan adalah menemukan pusat pusat keunggulan, melepas belenggu kemalasan dan kelambanan serta membangkitkan daya kreativitas dan inovasi sehingga organisasi yang dipimpin nya lebih “agile”, tidak boros sumber daya, tingkat efisiensi biaya dan produktivitas revenue terus meningkat sepanjang waktu, dengan menjawab pertanyaan berikut,
A. How can a leader boost productivity ?
B. How can a leader manage “the brightest mind” in product development ?
C. How can a leader create a culture of ethics and compliance ?

Mohon maaf jika keliru. Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: