//
you're reading...
Human being, Pendidikan, Renungan

Fitrah Keimanan‬ & Fitrah Estetika Anak‬

Harry Santosa – Millenial Learning Center

#‎fitrahkeimanan‬ ‪#‎fitrahestetika‬

‪Suatu ketika, sujud Rasulullah SAW, sebagai Imam dalam sebuah sholat berjamaah, teramat lama. Sampai makmum, yaitu para Sahabat sahabatnya merasa khawatir terjadi apa apa dengan beliau. Namun akhirnya, Beliau bangkit dari sujud dan menyelesaikan sholatnya.

Setelah mengucapkan salam, Beliau meminta maaf, karena sujudnya lama, itu dikarenakan tidak tega menghentikan kedua cucunya yang masih balita, Husein RA dan Hasan RA, yang asik menaiki punggung beliau bermain kuda kudaan, sampai keduanya puas barulah Rasulullah SAW bangkit.

Begitu dalam kesan indah yang hadir, lalu menghunjam ke alam bawah sadar cucu cucunya, peristiwa sang kakek membiarkannya asik bermain di punggungnya ketika sedang sujud. “Ooo sujud itu indah luarbiasa”

Maka, jarang yang memperhatikan, bahwa bertahun tahun kemudian ketika Husein RA sudah menjadi pemuda, dia dikenal dengan panggilan AsSajaad, yaitu orang yang sangat cinta melakukan Sujud pada Allah.

Begitulah anak anak batuta (bawah 7 tahun), merekam segala peristiwa berkesan indah mendalam yang menghadirkan imaji imaji positif dan indah, lalu membentuk persepsi positif dan pensikapan yang luarbiasa ketika mereka dewasa.

Maka mendidik fitrah keimanan ketika anak anak batuta bukan dengan ketegangan dan disiplin yang belum perlu apalagi kekasaran yang memicu imaji negatif, karena setiap imaji negatif akan melahirkan luka persepsi, kemudian setiap luka persepsi akan memunculkan pensikapan yang buruk ketika dewasa kelak.

Berapa banyak remaja dan pemuda yang malas sholat bahkan meninggalkannya karena imaji yang buruk tentang agamanya. Para orangtua tiba tiba keluar wajah sangar dan taringnya ketika waktu waktu sholat tiba. Tidak jarang anak batuta disentil atau dibentak ketika dianggap bermain main dengan sholat.

Padahal sholat bahkan baru diperintahkan ketika anak berusia 7 tahun. Hmm betapa gegabahnya kita. Apakah kita lebih benar dan mulia dari Rasulullah SAW?

Ingatlah bahwa mendidik fitrah keimanan pada batuta adalah melalui keteladanan dan atmosfir keshalihan yang menghadirkan imaji imaji positif dan indah tentang alHaq.

Maka Imajikanlah semua keindahan alHaq, bahwa Allah itu indah, ajaran Islam itu Indah, akhlak Rasulullah SAW itu indah pada anak anak batuta, sehingga gairah fitrah keimanan mereka bangkit membuncah buncah, kemudian menjadi keridhaan dan kecintaan sepanjang hayat yang akhirnya menghadirkan pensikapan yang indah kelak ketika dewasa, yang kita sebut dengan akhlak atau adab yang mulia.

Salam Pendidikan Peradaban
‪#‎fitrahbasededucation‬
‪#‎pendidikanberbasisfitrah‬ dan akhlak

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: