//
you're reading...
Creativity, Human being, Life style, Lingkungan, Motivasi, Perubahan, Uncategorized

Secondary storage

Wikan danan sunindyo

Manusia dikaruniai suatu prosesor, yang disebut dengan otak. Dengan otak, manusia bisa melakukan banyak hal. Manusia bisa berpikir, bisa merancang, bisa merencanakan, bisa menghafal, bisa mengingat, bisa menghubungkan atau mengasosiasikan, semuanya dengan otak. Bahkan merasakan pun, sebenarnya merupakan bagian dari kerja otak. Karena kita belum pernah menemukan hubungan antara pekerjaan jantung dan hati dengan kemampuan merasakan, kecuali dalam makna kiasan. Yang terjadi adalah, seluruh indra manusia yang bisa merasakan, akan mengirimkan berbagai respons yang dirasakannya, bau, sentuhan, penglihatan, pendengaran, rasa, dsbnya, ke otak melalui saraf, untuk kemudian diproses oleh otak.

Dengan beban kerja yang seberat itu, tentu otak menjadi bagian yang paling sibuk dalam tubuh kita, karena harus mengatur banyak hal. Itulah sebabnya dalam definisi kedokteran modern, orang yang sudah tidak dapat berfungsi otaknya atau mengalami kematian pada otaknya, pada hakikatnya sudah dianggap meninggal, meskipun organ tubuh lain masih baik.

Masalahnya adalah otak tidak bisa memproses segala sesuatu secara paralel dan simultan. Beberapa pekerjaan tidak bisa dikerjakan secara sekaligus, dengan kualitas kerja yang sama. Jika itu terjadi, maka salah satu prioritasnya harus dikorbankan. Misal makan sambil baca koran atau nonton tivi, maka apakah baca korannya tidak bisa konsentrasi, atau makannya tidak bisa menikmati. Maka dari itu, orang dilarang untuk menyetir sambil telepon, apalagi menerima atau mengetik sms. Karena jika fokus kita tertuju pada sms atau pesan yang masuk, berarti kita tidak fokus pada menyetir, dan itu bisa berakibat pada kecelakaan yang fatal.

Otak juga mempunyai kemampuan perencanaan dan membayangkan yang baik. Otak bisa berangan-angan, bisa mempunyai visi, bisa membayangkan apa yang akan terjadi di masa depan, dan mendrive bagian tubuhnya menuju apa yang diinginkannya itu.

Masalahnya adalah, pada saat yang bersamaan, otak bisa mendapatkan respons yang negatif dari bagian-bagian tubuh yang lain yang menolak atau menghalangi tubuh untuk bekerja sesuai dengan perintah otak.

Pada saat otak berpikir ke depan, memory di otak mengingatkan pada kegagalan di masa lalu, risiko yang harus ditempuh, pekerjaan berat yang harus dilalui, masukan, kritikan, atau cemoohan orang, yang membuat otak berpikir ulang, dan surut kembali dalam menyusun rencana yang indah, berganti dengan ketakutan, yang dibungkus dengan istilah “realistis”.

Namun, untuk setiap masalah tentu ada solusinya. Dan kita tidak bisa membiarkan otak mengatasi masalahnya seorang diri. Kita perlu membantu otak melepaskan sebagian dari masalahnya, dengan menuangkannya dalam bentuk lain.

Dalam dunia komputer, hal itu disebut sebagai secondary storage, atau tempat penyimpanan kedua. Primary storage atau random access memory berdekatan dengan prosesor. Mempunyai kapasitas yang kecil namun mudah dan cepat untuk diproses oleh prosesor. Kelemahannya adalah dia volatile atau mudah berubah.

Sementara secondary storage, kapasitasnya besar dan tahan lama. Untuk memprosesnya, butuh usaha mentransfer ke primary storage sebelum bisa diproses oleh prosesor.

Hal yang sama bisa kita lakukan dengan otak kita. Untuk hal-hal yang membutuhkan perencanaan dan pemikiran lebih lanjut, maka kita perlu untuk menuliskan rencana kita itu di media lain, misal dalam bentuk tulisan atau catatan. Tidak bisa semua kita simpan di otak dalam waktu yang sama. Jika itu yang terjadi, maka kapasitas otak kita akan penuh, prioritas kita menurun, kemampuan berpikir menurun, stress meningkat, produktivitas bekerja menurun, dan kecemasan akan makin bertambah.

Dengan menulis dan menjadwal ulang, kita bisa menentukan mana yang jadi prioritas yang perlu kita lakukan saat ini, dan mana yang belakangan. Mana yang perlu diproses segera, mana yang bisa dilakukan setelah itu. Kita bisa mengatur dengan tenang dan mengidentifikasi permasalahan. Pada akhirnya dengan menempatkan masalah-masalah pada secondary storage, kita membebaskan otak untuk bisa berpikir secara lebih kreatif, tanpa terlalu terbebani dengan ingatan masa lalu yang kelabu.

Beberapa pengetahuan yang mungkin terlihat sederhana, bisa membantu kita dalam memecahkan masalah kita sehari-hari dan membuat hidup kita lebih produktif. Memaksakan diri berpikir dan bekerja terlalu keras, alih-alih membuahkan hasil yang optimal, malah bisa kontraproduktif dan membuat produktivitas menurun.

Perlu cara yang lebih cerdas untuk menyelesaikan masalah di dunia modern dan kita perlu menggunakan otak kita dengan sebaik-baiknya untuk berpikir dan berpikir ulang. Membebaskan pikiran, membuat kita bisa berpikir ulang, dengan lebih baik dan membuat hidup kita menjadi lebih baik.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: