//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Perubahan

Perubahan

Bambang Trim

Jul 08, 2016

Fesbuk dalam beberapa masa mengubah terus fitur-fiturnya. Namun, tetap ada yang konstan bahwa Fesbuk menjadi media sosial yang menghubungkan antarpengguna secara bebas, umum, dan tidak harus rahasia.

John Naisbitt sang futuris dalam bukunya “Mindset!” memberi tahu bahwa meski banyak hal yang berubah, kebanyakan hal tetap konstan. Kita dapat melihatnya pada “ritual” lebaran di Indonesia. Tidak ada yang mengubah ketupat atau lontong sebagai makanan penting menyambut lebaran. Apa yang berubah adalah pada hari pertama dan hari kedua lebaran, orang-orang malah mengerumuni tukang bakso–terutama di Pulau Jawa–daripada menyantap habis ketupat di rumahnya atau di rumah saudaranya.

Memasak ketupat tetap konstan meski ada inovasi sedikit dari para pengusaha makanan dengan menawarkan ketupat instan. Belum pernah terjadi secara ekstrem ketupat lebaran digantikan pizza dari Italia atau beef bourguignon dari Prancis meskipun mereka menjadi finalis Euro 2016.

Demikian juga dengan mudik, tidak ada yang berubah bahwa sebelum krisis dan pascakrisis 1998 kita menikmati berita kemacetan mudik dari tahun ke tahun. Apa yang berubah pada tahun ini adalah Kota Brebes yang menjadi bintang utama pemberitaan yang kebetulan mendapat label Brexit sehingga menjadi mengglobal–seperti referendum yang terjadi di Inggris pada bulan yang sama dengan diresmikannya pintu tol keluar-masuk Brebes Timur itu. Tiba-tiba pintu tol itu menjadi horor pemudik. Jika mau kreatif sedikit, horor di Brexit adalah buah dari perilaku korup di negeri ini yang masih berurat akar. Menyalahkan Jokowi sebagai presiden itu jelas terlalu kreatif, apalagi menyalahkan Inggris yang keluar dari Uni Eropa.

Apa yang tidak berubah dari Brebes adalah penghasil telur itik dan bawang merah potensial di negeri ini. Jangan-jangan para pemudik keluar Brebes hanya untuk membeli oleh-oleh telur asin dan bawang goreng. Ini pikiran tidak kreatif.

*****

Pesannya janganlah kita terjebak pada perubahan-perubahaan tidak esensial dengan maksud sekadar berbeda atau berusaha mengikuti kecenderungan sesaat. Saya kagum dengan beberapa teman yang tidak pernah mengganti foto profilnya sejak ia berfesbuk. Ia tidak terjebak pada perubahan tidak esensial. Apalagi yang digunakan sebagai foto profil adalah pasfoto yang mungkin masih menggunakan teknik cetak masa lalu.

Sekali lagi, mengutip Naisbitt, ia mendorong kita untuk membedakan antara
hal-hal mendasar dan bumbu;
aturan dan teknik;
tren dan kecenderungan sesaat;
terobosan dan perbaikan.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: