//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Perubahan, Renungan

Idul Fitri , Menemukan kembali Fitrah ditengah Perubahan Zaman

Jusman Syafii Djamal

Tanggal 6 Juli besok umat Islam merayakan hari Kemenangan. Hari Iedul Fitri. Perang terbesar yang dihadapi oleh umat manusia adalah perang terhadap hawa Nafsu. Perang terhadap keserakahan diri sendiri. Puasa Ramadhan adalah wahana, kawah candradimuka yang menggembleng manusia beriman untuk mengendalikan hawa nafsu. Dan 1 Syawal adalah hari dimana kemenangan atas pengendalian diri itu dirayakan.

Dengan kata lain 1 Syawal adalah hari kita meninggalkan “platform” masa lalu kita yang didasarkan pada keserakahan. Platform yang bergantung pada “animal spirit” seperti kata Keyness dalam general equations nya menjadi “platform” yang berbasis pada “Human Spirit” yang berorientasi pada kehidupan yang lebih adil dan bermartabat. Memanusiakan manusia. Allahu Akbar wallillahilhamd.

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Idul Fitri atau lebaran bagi umat Islam di Indonesia adalah acara ritual tahunan saling berkumpul dan bersilahturahmi bersama sanak saudara dan keluarga. Tak kurang 20 juta orang selama sepuluh hari bergerak diseluruh Indonesia untuk kembali kedesa, kampung halaman masing masing. Yang berada dirumah menonton TV semua geleng kepala mengapa ada kurang lebih 450 ribu kenderaan bergerak menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Macet selama lebih duapuluh jam di ujung Tol Brebes Timur. Kota Brebes yang dulu terkenal sebagai kota penghasil bawang merah, kini kondang konangan dengan istilah Brexit, Brebes Exit. Pintu Tolnya menjadi sumber kemacetan. Ujian terbesar di akhir ramadhan.

Duapuluh juta orang memenuhi panggilan akar budayanya untuk mengikuti acara sunkem terhadap orang tua dan bershalat jamaah dikota kelahirannya. Ini merupakan tradisi lokal yang menjadi bagian dari acara lebaran di Indonesia. Tiap tahun berulang seperti ini.

Di Indonesia, banyak tradisi lokal jadi bagian acara lebaran yang tidak dijumpai dalam acara Idul Fitri di Timur Tengah atau negara lainnya.

Salah satunya adalah halal bihalal atau acara saling memaafkan di saat lebaran yang bermula sejak dakwah Wali Songo abad ke 15.Acara lebaran tak legkip tanpa ketupat yang dipercaya berasal dari bahasa Jawa kupat atau ngaku lepat — mengakui kesalahan–. Anyaman daun kelapa pembungkus ketupat melambangkan kesalahan dan dosa yang dilakukan manusia, sedangkan ketupat putih di dalamnya melambangkan kebersihan hati setelah memohon maaf dari segala salah. Allahu Akbar walillahilhamd.

Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.
Meninggalkan “platform” masa lalu sebagai acara menyambut Iedul Fitri dapat juga diterapkan dalam dunia manajemen perusahaan masa kini. Banyak perusahaan yang terjerembab dalam kebangkrutan karena terlambat menemukan “platform bisnis” masa depan.

Nokia misalnya yang terus menggenggam “platform” masa lalunya untuk terus bertahan sebagai manufaktur handphone, tenggelam pada tahun 2011. Munculnya iPhone, iPad dari Apple tahun 2007 dan Android serta Google pada tahun 2007 tidak memberi kesadaran pada pimpinan puncak Nokia untuk merasa terancam, karena berdiri dalam “burning platform”. Platform yang terbakar.

Platform Bisnis Handphone yang hanya berfokus pada Peralatan perangkat keras atau Hardware yang terus digenggam oleh Nokia dan kemudian juga Blackberry dan “protocol software symbian” yang digunakan Nokia, kadaluarsa karena ekosistem berubah drastis dengan munculnya ekosistem platform baru yang berfokus pada konsepsi Integrasi DNA. Devices- Network – Application. Hukum Darwin dalam produk berlaku.

Sejak turun ayat 183 surat al Baqarah berisi ketetapan perintah berpuasa pada bulan Ramadhan bagi orang yang beriman, dan ayat 144 surat Al Baqarah tentang perintah perpindahan kiblat dari masjidil aqsa ke masjidil haram, sebetulnya ada isyarat bagi kita semua untuk secara rutin tiap tahun mengevaluasi kembali “platform” dan mindset berfikir kita dalam menjalankan semua tugas pokok dan fungsi kita. Apakah kita berada dijalur yang benar, dengan platform yang tepat ?

Kondratief menyebutnya dengan istilah “cyclus bisnis”. Ada bisnis yang memiliki siklus 10 tahunan seperti industri pesawat terbang yang setiap sepuluh tahun sekali melahirkan derivative atau produk baru. Ada siklus bisnis 3-5 tahunan dalam industri elektronik konsumer. Ada siklus bisnis bulanan dan harian untuk produk perternakan dan pertanian. Semua bisnis model memiliki siklus. Semua “platform” bisnis memiliki pasang surut.

Dalam ekonomi makro dan mikro dikenal teori kurva S, tiap embryo produk, proses atau system baru mengalami masa inkubasi, tumbuh berkembang, produktip dan kadaluarsa. Umumnya sehabis terjadi pertumbuhan ekonomi, pasti muncul titik jenuh dan stagnasi, lahir perlambatan dan bayang bayang krisis muncul. Dalam tiap krisis ada opportunity bagi tumbuhnya embryo “business mode;” yang baru. Pohon pisang berbuah beranak pinak dan induknya tenggelam bersama masa lalu.

Puasa Ramadhan adalah oase bagi mereka yang jiwa nya gelisah karena hawa nafsu bergejolak. Puasa dibulan Ramadhan ibarat masa stagnasi , perlambatan aktivitas duniawi. Ramadhan adalah bulan untuk mengkaji kembali kitab utama pembeda yang haq dan yang bathil Al Furqan. Ramadhan adalah bulan lahirnya Al Quran. Harapannya muncul spirit dan daya juang baru dengan “platform” berfikir baru, menemukan inovasi atasi kebuntuan,

Puasa Ramadhan datang dan pergi setiap tahun. Jika ia pergi untuk kembali ke fitrah seolah kita seperti berada dalam kemacetan 20 jam di pintu tol Bekasi Timur. Ada kendala menuju pintu kembali ke desa.

Brexit — Brebes Exit, pintu kemacetan, seolah jadi petanda akan adanya “bottle neck” atau kendala yang tak ringan bagi mereka yang ingin menemukan “akar kekuatan” nya dalam bersilaturahmi dan sungkem pada orang tua dikampung halamannya. Yang tak ingin menemukan pengalaman spiritual bersama ibu, orang tua dan sanak keluarga sekampung, akan melihat kemacetan lalu lintas sebagai kendala menakutkan dan memilih tidur dirumah. Akan tetapi bagi mereka yang memiliki harapan akan besarnya pengaruh silaturahmi bersama sana keluarga memilih jalan berbeda. Mudik bareng bersama. Mereka memerlukan lompatan besar yang diperlukan untuk menemukan jatidiri dalam “platform” berfikir yang baru, ditengah silaturahmi.

Wallahu alam, Mohon Maaf Jika keliru
Selamat Hari Raya Iedul Fitri 1437 H. Mohon Maaf Lahir dan Bathin.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: