//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Entrepreneurship, Kemandirian, Perubahan

Bangkitkan Daya Saing Industri Jasa dan Barang milik Indonesia : Food for Thought

Jusman Syafii Djamal
26 Juni, 2016

Kompetisi memerlukan daya saing dan strategi untuk menang.

Daya saing memunculkan prasyarat agar seseorang atau sebuah perusahaan atau suatu bangsa selalu melahirkan kinerja puncak dari keahlian yang dikuasai untuk menciptakan kekayaan.

Tapi apa sebetulnya yang dimaksud dengan kompetisi dan daya saing banyak orang punya beda pandangan.

Apalagi jika masuk kedalam perdebatan tentang cara membangun daya saing untuk memenangkan persaingan.

Tiap kepala melahirkan beda pola pikir.

Pelbagai “mindset” tentang istilah daya saing dan kompetisi ini melahirkan opsi dan pilihan strategi. Ujung dari daya saing atau kompetisi adalah “unique value”, nilai karyacipta yang unik dan berbeda.

Perusahaan adalah wahana pencipta nilai tambah. Value Creation Vechicle.

Karenanya daya saing perusahaan oleh Porter dibelah jadi dua “mindset”, yang pertama “”mindset” yang bertumpu pada “Cost Differentiation”, yang kedua mindset yang berpijak pada “Product Differentiation”.

Karenanya daya saing bagi Porter selalu dikaitkan dengan “structure of industry”, tiap struktur industri memiliki postur persaingan yang berbeda.

Tiap struktur industri hidup dalam habitat yang spesifik. Struktur industri melahirkan jalan dan mekanisme “value creation” yang dipilih oleh sebuah perusahaan.

Mengenali lika liku struktur industri ini adalah tugas berat yang dihadapi oleh seorang CEO.

Tanpa pengenalan yang tepat tak mungkin lahir strategi yang tepat untuk “mendeploy’ human resources dan capital resources yang tepat dan terukur untuk memenagkan persaingan dipasar terbuka.

Karena memahami struktur industri ini memerlukan penguasaan iptek dan pemahaman tentang strategi biasanya banyak CEO atau Pimpinan Puncak yang tidak sabar.

Dan ketidak sabarannya melahirkan upaya untuk menggampangkan masalah.

Yang kita takutkan adalah ketidak sabaran dan kemalasan untuk berfikir lebih dalam ini memunculkan strategi jalan pintas yang selalu diawali dengan kalimat model begini :”Di Indonesia ini kita tidak perlu orang pinter. Yang perlu mereka yang loyal dan nurut aja apa yang saya mau”. Sebab semua masalah itu solusinya sudah tersedia,.

Semua masalah itu gampang dan mudah. Solusinya juga tersedia. Kita tidak perlu orang pintar dan iq tinggi. Cukup lakukan studi banding dan lihat solusi di SIngapura, Tokyo, Shanghai atau Hongkong atau New york semua sudah ada disana solusinya.

Seolah semua soal sudah tersedia buku solusinya. Seolah Kita Tinggal nyontek aja. Yang dicontek bagian mananya dan apa yang dicontek biasanya tidak dijelaskan secara rinci.

Pokoknya contek dan kerjakan. ATM = Ambil, Tiru dan Melaksanakan Solusi New York atau Shanghai atau Sinagpura. Cocok tidaknya soal kedua.

Proses berfikir dengan menggampangkan masalah model begini yang menurut saya mengandung bahaya dimasa depan.

Sebab pendekatan seperti ini akan melahirkan kemalasan berfikir dan memunculkan pendekatan “involutip” atau proses degradasi kecerdasan.

Putera puteri Bangsa Indonesia yang tercerdas dan terpintar yang sudah dimatangkan melalui sekolah S1, S2 dan S3 atau keahlian yang muncul karena proses pembudayaan melalui pengalaman lapangan berjenjang dan bertingkat lebih 20 tahun dari bawah keatas, akan tak berguna dan sia sia.

Kita tak perlu jadi beo. Diperlukan originalitas ide dan solusi bangsa sendiri untuk selesaikan masalah yg dihadapi. Perusahaan jgn terbuai membeli solusi tanpa mau investasi untuk kembangkan manusia bersumber daya iptek milik sendiri.

Yang diperlukan adalah proses mencerdaskan bangsa melalui pembangunan kembali industri nasional milik sendiri. Dimana terjadi proses evolusi kecerdasan yang dipercepat. Bukan sebaliknya proses degradasi kecerdasan yang dipercepat.

Tugas utama leadership adalah menggali dan membangkitkan kembali Sumber mata air inovasi dan daya saing. Dan itu berarti percaya pada Industri jasa dan barang milik bangsa Indonesia atau industri yang tunbuh berkembang ditanah air

Mohon maaf jika keliru, Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: