//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Entrepreneurship, Leadership, Lingkungan, Perubahan

One World Strategy

Handry Satriago
CEO GE Indonesia

Hari ini, kita berhadapan dengan the new globalized world. Lalu apa yang harus kita lakukan dengan hal ini? Saya akan jelaskan kali ini tentang one world strategy.

One world strategy dimulai dari kolaborasi. Saya pernah katakan bahwa saat ini kita seperti sedang hidup bersama dalam satu kapal besar dengan 193 kabin yang sedang mengarungi lautan dengan turbulensi semakin dahsyat, tanpa kapten. Dalam kondisi global yang saling terkait dan tergantung tersebut, kolaborasi adalah the key to survive and win, kunci untuk bertahan dan menang!

Makin terlihat bahwa menerima keberagaman adalah syarat utama untuk bisa “berjalan” di dunia global ini. Mana bisa bertahan jika hanya bersedia kenal dan bekerjasama dengan orang yang “sejenis/sepaham” saja kala kita semuanya saling tergantung satu sama lain.

“Mana bisa bertahan jika hanya bersedia kenal dan bekerjasama dengan orang yang “sejenis/sepaham” saja kala kita semuanya saling tergantung satu sama lain”

Dalam dunia yang semakin convergence seperti saat ini, keseragaman tak lagi memberi ruang untuk bisa maju dan the world is getting smaller and smaller, membangun tembok sendiri di sekitar kita akan membuat kita semakin terpencil. Individu, perusahaan, organisasi, perlu melihat dengan lensa yang lebih luas, dan menyambut datangnya perspektif yang berbeda-beda.

Tak berarti semua perspektif perlu disetujui. Menerima tiap orang punya perspektif berbeda akan meluaskan wawasan berpikir. Lebih jauh, mendengarkan beragam cara pandang orang lain terhadap suatu masalah bahkan kadang-kadang memberi ide terhadap solusi yang baru.

Norma Kolaborasi Baru Dunia Global

Konteks kolaborasi dalam dunia global hari ini punya norma baru: kesejajaran dalam menyelesaikan masalah, bukan top-down, atau kuat-lemah. Dalam skala organisasi, kesejajaran ini merujuk misalnya padasharing ide, tiap orang boleh punya dan menyampaikan ide. Jangan lagi dibuat struktur “kepangkatan” dalam konteks men-generate ide sehingga banyak ide yang bisa dihasilkan.

Dalam konteks supplier dan customer, kolaborasi akan sukses jika tak ada yang meletakkan diri lebih tinggi dari yang lain.  Dulu, supplier besar biasanya mau berkolaborasi, kalau mereka bisa menekan customer. Begitu pula sebaliknya, customer besar dulu hanya mau kolaborasi kalau mereka dapat untung saja. Tak jamannnya lagi yang seperti itu. Kolaborasi yang masih berdasar satu untung yang lain “bodo amat” tak akan menjamin sustainability. Lalu bagaimana?  Konsep kolaborasi hari ini adalah “you grow, I grow”.

Mari Menembus Batas

Dalam dunia global saat ini, organisasi atau negara yang mampu hasilkan “value” akan jadi pemenang (vs yang hanya hasilkan komoditas) Untuk bisa menghasilkan“value” diperlukan lebih dari hanya sekedar kerja keras, butuh kreativitas dan inovasi. Ini komponen berikutnya dari one world strategy.

Dan dunia yang semakin konvergen (menyatu) ini memberi kesempatan luas sekali untuk bisa membuat orang jadi kreatif. Kenapa? Karena salah satu pendorong untuk jadi kreatif adalah kemampuan“associating”, menghubungkan satu hal dengan hal lainnya. Dunia yang konvergen, mempercepat tumbuhnya kemampuan “associating” tadi, Selama pengetahuan dan pengalaman kita bertambah. #1worldstrategy

Ceritanya begini: Otak kita akan berproses kreatif ketika kita makin banyak punya pengetahuan dan pengalaman. Otak tersebut akan menghubungkan bacaan, hal yang pernah kita lihat, alami, dan yang kita amati jadi suatu ide. Begitulah, produk-produk Apple dihasilkan oleh Steve Jobs bukan hanya dari pengetahuannya tentang computer tapi juga desain grafis dan yang lainnya. “Connecting the dots”, begitu Steve sering menyampaikannya.  Agar bisa lakukan ini, seseorang harus punya banyak “dots” nya. Perluas wawasan, jebol tembok “keseragaman”, lihat dan pelajari berbagai keberagaman, kunjungi tempat-tempat baru. Ini membuat “dots” jadi banyak.

Selanjutnya, one world strategy adalah tentang mindset. Dunia global juga perlu dilakoni dengan global mindsetGlobal mindset perlu dibangun dengan kelaparan yang sangat terhadap pengetahuan.

“Dunia global juga perlu dilakoni dengan global mindset.  Global mindset perlu dibangun dengan kelaparan yang sangat terhadap pengetahuan”

Pemerintah, siapa pun Anda, perlu siapkan sistem pendidikan agar orang Indonesia tak telat mentas di dunia global. 250 juta jiwa di Indonesia ini akan jadi pembeli dan objek globalisasi saja jika kita tak berubah. Sementara kabin-kabin lain di kapal besar ini sibuk bikin acara dan pesta, kabin kita akan hanya akan jadi tempat laundry.

Ke depan, orang akan sibuk untuk coba hasilkan “A Theory of One World” seperti kata Kishore Mahbubani. Teori ini akan bersandar pada empat pilar: Lingkungan, Teknologi, Ekonomi, dan Aspirasional. Jangan kita ketinggalan untuk mengerti dan updateddengan keempatnya hal yang sangat berpengaruh dan terpengaruh dunia global itu.

Bicara tentang ketinggalan, saat kita berdebat sengit tentang kondom baiknya disebar apa nggak, teknologi 3D printing terus berkembang. Saat kita saling mencela orang ini itu, industrial internet terus dicari implementasinya dan siap menuju pasar kita. Dunia makin menuju ke masa pembangunannya yang paling hebat, masihkan perlu habiskan waktu untuk membuat “batasan”?

Strategi untuk menghadapi dunia global hari ini adalah tentang lebih berkolaborasi, lebih berpengetahuan, dan lebih berkemanusiaan. Semoga bermanfaat! Salam! Eh, satu lagi, penting juga lebih bertidakjaiman, dan lebih humoris! Karena orang humoris itu optimistis!🙂

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: