//
you're reading...
Creativity, Human being, Lingkungan, Motivasi, Review

Mengapa Pindah Kerja?

Mengapa Pindah Kerja?

Hasanuddin Abdurkhman | Kang Hasan
abdurakhman.com

Indonesia adalah negara dengan angka pindah kerja sangat tinggi. Survey oleh Tower and Watson tahun 2013 menunjukkan bahwa tingkat voluntary attrition rate (pindah kerja secara sukarela) di Indonesia adalah 20,35%. Bandingkan dengan negara-negara yang sedang berkembang pesat di Asia Pacific yang hanya 12,39%, dan secara global yang hanya 8,24%.

Mengapa orang pindah kerja? Alasan utama biasanya soal gaji dan berbagai tunjangan yang menyertainya. Peluang karir ke posisi yang lebih tinggi juga menjadi pertimbangan. Kemudian kesempatan untuk menambah keahlian, baik melalui pengalaman kerja maupun dari berbagai fasilitas training yang disediakan perusahaan. Lokasi tempat kerja juga sering kali mendorong orang untuk pindah kerja. Yang cukup sering menjadi keluhan adalah soal hubungan kerja dengan atasan atau rekan sejawat.

Para pekerja pemula relatif lebih sering pindah kerja. Banyak dari mereka yang masih mencari-cari format karir yang pas, mencari lingkungan yang enak atau cocok, serta mencari kesempatan mendapat bayaran tinggi. Mereka berada pada posisi tanpa beban. Karir baru mulai, sehingga tidak ada yang dipertaruhkan saat pindah kerja. Mereka juga masih belum dibebani dengan tanggungan keluarga, sehingga relatif ringan dalam perhitungan resiko.

Baikkah pindah kerja itu? Tidak bisa kita katakan baik atau buruk tanpa menjelaskan alasannya. Bagi perusahaan, karyawan pindah kerja bukan hal yang menggembirakan. Ketika Anda melamar kerja, salah satu hal yang dinilai adalah berapa sering Anda pindah kerja. Orang yang terlalu sering pindah kerja biasanya tidak menarik untuk direkrut.

Nah, apa alasan yang sahih untuk pindah kerja? Dalam sebuah kuliah saya pada pembekalan wisuda di UGM ada peserta yang bertanya soal pindah kerja. Bagaimana kalau ternyata pekerjaan saya tidak enak, apakah saya harus pindah? Saya jawab dengan pertanyaan balik, apa yang dimaksud tidak enak? Kalau yang dimaksud enak adalah kerja santai, gaji tinggi, bisa seenaknya, yakinlah bahwa tidak ada pekerjaan seperti ini. Jadi, jangan pindah kerja dengan alasan mencari pekerjaan enak.

Lalu apa? Fokuslah pada pengembangan diri dalam berkarir. Karena itu saya sangat menganjurkan kepada para pekerja, khususnya para pemula untuk membuat skill roadmap. Apa itu? Itu semacam rencana perjalanan karir. Dalam rencana itu Anda susun daftar keahlian yang akan Anda raih sepanjang perjalanan karir. Pertumbuhan keahlian itulah yang akan memastikan Anda akan naik ke jenjang yang lebih tinggi.

Jadikan roadmap tadi sebagai pedoman. Bila Anda berniat pindah kerja, pastikan sebabnya adalah bahwa di tempat Anda sekarang sudah tidak ada lagi hal yang bisa Anda pelajari untuk melengkapi roadmap Anda, dan hanya bisa dipelajari di tempat lain. Jangan pindah saat kesempatan belajar masih menggunung di depan Anda.

Bagaimana bila ada tawaran gaji yang lebih baik? Layak dipertimbangkan. Tapi biasanya selisihnya tidak banyak. Sekedar cukup untuk menambah uang jajan. Perlu diingat, tambahan gaji biasanya juga diikuti dengan tambahan beban kerja. Pertimbangkanlah apakah beban kerja di tempat baru akan memberi ruang bagi Anda untuk belajar, atau waktu Anda hanya akan habis untuk hal-hal rutin.

Tapi kalau atasannya tidak menyenangkan bagaimana? Menghadapi atasan yang sulit adalah sebuah skill yang harus dipelajari. Termasuk di dalamnya adalah skill untuk mengendalikan emosi kita sendiri. Ini adalah latihan mental. Dunia ini penuh dengan orang dengan berjuta karakter. Tidak semua cocok dengan kita. Kita jangan membiasakan diri lari dari hal yang kita tidak suka. Sebaliknya belajarlah untuk menghadapinya, dan mengalahkannya.

Saya pernah bekerja riset di bawah seorang profesor yang tidak menyenangkan. Saat pertama rasanya begitu menyiksa. Tapi lama-lama, terjadi harmonisasi. Kemudian terjadilah hubungan baik, yang masih berlangsung sampai sekarang. Di lain waktu saya mendapat atasan orang yang tidak menyenangkan. Saya bertahan, dan akhirnya dia dipindahkan dari posnya sebelum masa tugasnya berakhir.

Jadi, ada banyak alasan untuk pindah kerja. Tapi sekali lagi, fokuslah pada alasan-alasan yang menyangkut pengembangan diri dan karir Anda. Gunakan skill roadmap Anda sebagai pertimbangan utama dalam memutuskan. Jangan pindah karena alasan-alasan remeh.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: