//
you're reading...
Kajian, Lingkungan, Motivasi, Pendidikan, Perubahan, Review

Meneliti, Inovasi dan Jeruji Besi

Menilik hebohnya usulan Menristekdkti untuk mengimpor “Rektor” dari luar negeri. berikut ini catatan saya tentang bagaimana nasib peneliti(an) di dalam negeri kita sendiri. Tulisan ini dimuat dalam buku Surat Dari Rantau yang berisikan kumpulan tulisan dari para diaspora Indonesia yang ada di segala penjuru dunia.

Meneliti, Inovasi dan jeruji besi

Indonesia adalah negara yang kaya raya dengan berbagai sumber alam dan manusianya. Dari Sabang sampai Merauke; Timor sampai Talaud; dari perut bumi sampai ke ruang angkasa, daratan lautan, bahkan dari masa lalu pra sejarah sampai masa kini, merupakan kekayaan yang masih perlu digali dan diteliti untuk kemaslahatan bangsa dan kejayaan Indonesia. Namun sebagian besar orang menganggap bahwa kekayaan Indonesia adalah sumber alam yang sekarang ada dan bisa dieksploitasi.

Membaca berita tentang akan “dipidanakannya” putra-putra Indonesia yang ikut berkiprah dalam membuat mobil listrik Indonesia. Merupakan batu sandungan yang mampu menghambat gairah meneliti dan inovasi bagi para peneliti dan putra putri terbaik Indonesia. Pembelaan yang dilontarkan oleh banyak khalayak, tidak cukup kuat untuk menghentikan penyidikan oleh yang berwajib belum lagi adanya cemoohan oleh orang-orang yang mungkin belum paham tentang apa yang terjadi.

Beruntung ada pernyataan dari Istana (lewat Kepala Staf Istana Bp. Luhut Panjaitan) agar “Jangan Mudah Pidanakan Penelitian “ (Lombok Post 25 Juni 2015). Pernyataan diharapkan ini memberikan angin segar dan mampu meningkatkan semangat meneliti dan inovasi bagi putra putri Indonesia. Serta paling tidak memberikan pandangan lain bagi aparat penegak hukum agar lebih memahami apa arti dan dinamika penelitian.

Namun demikian saya juga mendukung adanya penindakan apabila ada penyelewengan yang jelas merugikan berbagai pihak dalam penelitian. Misalnya laporan fiktif, dan penggelembungan dana, ataupun hal-hal lain yang bertentangan dengan etika penelitian. Di sisi lain, kegagalan suatu penelitian belumlah tentu merupakan suatu penyelewengan, karena peneliti juga juga perlu mempelajari dari kegagalan yang terjadi untuk memperbaiki hasilnya nanti. Dari kegagalan-kegagalan yang pernah dialami, maka akan timbul penyempurnaan-penyempurnaan yang akan memperbaiki luaran penelitian dan inovasi.

Penelitian dan inovasi bukanlah pekerjaan sehari atau setahun. Tidak sedikit inovasi yang memakan waktu bertahun-tahun. Oleh karena itu, penting bagi pemerintah untuk memberikan fasilitasi bagi peneliti atau innovator untuk mengembangkan karya dan idenya. Penyedian dana penelitian dan inovasi yang bersifat “multiyear”, merupakan salah satu langkah penting untuk penyempurnaan inovasi dan hasil penelitian. Oleh karena itu saya berharap agar di lingkungan penyandang dana penelitian, jangan sampai ada istilah “bosan dengan topik penelitian yang sama yang dilakukan oleh seorang atau sekelompok peneliti”. Sepanjang penelitian dan penggunaan dana tersebut dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, Insya Allah tidak akan nada penyelewengan di dalamnya.

Beberapa tahun yang lalu, almarhum Sdr. Ary Satrio Wibowo. Telah mengusulkan adanya kerjasama antara “Academic-Business- Government” atau dikenal dengan istilah ABG. Model semacam ini sebenarnya sudah banyak dikembangkan di beberapa negara. Ide-idenya dituangkan dalam sebuah blog “abgnet.blogspot.com”. Sayangnya blog itu sekarang sudah tiada seiring dengan wafatnya saudara Ary pada tanggal 18 Juli 2008.

Pengembangan mobil listrik di tahun 2013 yang didukung oleh bapak Dahlan Iskan, sebenarnya merupakan salah contoh adanya kerja sama yang baik dalam ABG-network. Namun sayang sekali, saat adanya pergantian tampuk pimpinan pemerintahan, maka rencana itu menghilang, bahkan putra-putra Indonesia yang ikut dalam pengembangan mobil listrik itu diperiksa oleh penyidik.

Di sisi lain, masih banyak hal-hal yang perlu dibenahi terkait dengan potensi penelitian yang dilakukan di dalam negeri Indonesia oleh para peneliti Indonesia. Untuk penelitian yang bersifat laboratorium atau yang masih memerlukan bahan-bahan yang diimpor, hendaknya pemerintah dapat mempermudah proses masuknya bahan-bahan penelitian serta membebaskan pajak impor untuk bahan-bahan penelitian, atau paling tidak ada restitusi pajak bagi peneliti ataupun lembaga penelitian yang membeli atau mengimpor bahan penelitian.

Sampai saat ini, perguruan tinggi dan lembaga penelitian pemerintah merupakan pelaksana penelitian yang terbesar di Indonesia. Pembentukan Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi, merupakan suatu upaya untuk mensinergikan potensi perguruan tinggi di Indonesia sebagai penggerak penelitian di Indonesia. Namun demikian baik perguruan tinggi maupun lembaga riset pemerintah masih banyak bergantung pada dana penelitian yang disediakan oleh pemerintah itu sendiri. Namun di sisi lain, penyediaan dana dari pemerintah nampaknya masih perlu diperbaiki dan di tata lagi. Mulai pengajuan proposal, persetujuan pendanaan sampai monitoring dan pelaporan.

Sebagai staf pengajar di salah satu universitas negeri di Indonesia yang kebetulan juga bekerja di salah satu universitas di Australia, saya sering mendengar kabar bahwa teman-teman dosen peneliti di Indonesia (lewat perguruan tinggi atau lembaganya) belum menerima dana penelitian, sedangkan di sisi lain (sesuai jadwal) penelitian sudah harus dilaksanakan. Lebih tragis lagi bahwa terkadang, tiba waktunya monitoring pelaksanaan penelitian, tetapi dana awal penelitian masih juga dicairkan. Hal ini terkadang berlangsung sampai waktunya penelitian harus diselesaikan dan dilaporkan. Jika dibiarkan terus menerus, maka keadaan semacam ini akan berpotensi menghasilkan data penelitian yang “imajiner” dan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara ilmiah maupun secara keuangan. Kondisi semacam ini sebenarnya sudah sangat kronis karena sudah berlangsung cukup lama.

Terkadang satu penelitian tidak mungkin diselesaikan dalam satu tahun. Beberapa penelitian memerlukan waktu lebih dari dua tahun, bahkan mungkin ada yang memerlukan waktu lebih lama lagi agar dapat dicapai hasil yang sempurna. Oleh karena itu pemerintah diharapkan juga mendukung adanya pendanaan penelitian jangka panjang (multi year), agar peneliti tidak disibukkan dengan pengajuan proposal penelitian setiap tahun, sehingga dapat lebih berkonsentrasi dengan penelitiannya.

Saya menghargai langkah Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi untuk menyediakan Portal Garuda yang berisi akses terhadap beberapa jurnal internasional bagi para dosen di Indonesia. Hal ini sangat penting karena untuk dapat melaksanakan penelitian dengan baik dan selalu mendapatkan informasi terbaru. Namun saya berharap agar pemerintah melalui Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi dapat menambah jumlah langganan referensi internasional sehingga akses terhadap informasi semakin luas.

Selain itu, dengan dibentuknya Kementrian Riset dan Pendidikan Tinggi diharapkan pemerintah dapat membuat “road map” pengembangan penelitian di Indonesia yang jauh lebih baik dengan target capaian yang lebih realistis. Road map ini hendaknya mencakup semua aspek penelitian, tidak hanya di bidang rekayasa dan ekonomi, tetapi juga ilmu-ilmu sosial, budaya dan segala aspek keilmuan yang ada.

Road map ini akan lebih memberi kesempatan pada peneliti-peneliti Indonesia untuk bekerja sama dalam meneliti potensi Indonesia utuk dapat dimanfaatkan sebanyak-banyaknya untuk kesejahteraan rakyat Indonesia.

Pemahaman terhadap cara penilaian dana dan hasil penelitian juga perlu diberikan pada pihak-pihak terkait dan berwajib, agar para peneliti tidak terbebani dengan ketakutan akan jeruji besi.

Mulyoto Pangestu
Dosen di Fakultas Peternakan Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto dan di Department Obstetrics and Gynaecology, Monash University, Australia

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: