//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Lingkungan, Motivasi, Perubahan

Ketika Patah Semangat

Hasanuddin Abdurakhman
abdurakhman.com

Dalam sebuah training seorang karyawan muda bertanya pada saya,”Saya sadar betul bahwa saya harus bekerja dan belajar giat untuk masa depan saya. Tapi sulit sekali menjaga semangat untuk konsisten berusaha. Bagaimana caranya menaikkan semangat saat semangat kita turun atau kurang?”

Kepada karyawan baru tadi saya tanya, berapa gajimu sekarang? Blak-blakan saja, tidak jauh dari gaji UMK. Beda tipis. Berapa kenaikan berkala yang bisa kamu harapkan setiap tahun? Tidak banyak. Padahal tuntutan kebutuhan hidup meningkat terus setiap tahun. Di masa depan kamu harus menikah. Untuk itu kamu perlu biaya, baik untuk pernikahannya maupun untuk hidup setelah itu. Tanggungan kamu bertambah. Belum lagi kalau nanti punya anak. Sekali lagi, tanpa kamu menaikkan gaya hidup pun tuntutan kebutuhan akan selalu naik. Jadi ingatlah bahwa bekerja keras adalah satu-satunya pilihan. Kita tidak punya pilihan lain.

Hidup itu seperti mendaki tanjakan. Kita tidak suka dengan tanjakan itu, karena mendakinya melelahkan. Tapi kalau kita berdiri saja di tanjakan itu pun, kita juga lelah. Jadi tidak ada pilihan lain kecuali mendaki, dan mendaki dengan giat, hingga kita bisa mencapai suatu titik di mana kita bisa beritirahat. Kalau kita sudah di puncak, kita bisa beristirahat dengan lebih tenang.

Jadi bagaimana cara menaikkan semangat? Dengan menatap ke puncak. Dengan mengingat-ingat bahwa di depan sana ada tujuan, bila kita sampai di sana maka segala ketidaknyamanan sekarang akan berakhir.

Apa yang mematahkan semangat kita? Kenikmatan sesaat atau kenikmatan instan. Santai bermalas-malasan, atau kumpul-kumpul tanpa tujuan adalah kenikmatan yang menggoda, sedangkan kerja keras adalah siksaan. Tapi sebenarnya santai terus menerus juga bukan sesuatu yang nikmat. Pada dasarnya manusia akan bosan bila ia melakukan hal yang sama terus menerus. Maka yang perlu dilakukan adalah membuat selingan.

Lakukan hal-hal yang kita sukai, tapi batasi diri. Beri jatah bagi diri kita, berapa lama kita boleh melakukan hal itu. Segera hentikan, lalu kembali pada kewajiban kita. Selesaikan kewajiban kita, kemudian nikmati kembali hak kita untuk santai. Yakinlah bahwa santai setelah kita menyelesaikan kewajiban jauh lebih nikmat daripada santai terus menerus, atau santai sambil khawatir soal kewajiban kita yang masih terbengkalai. Jadi kuncinya terletak pada ketegasan kita pada diri sendiri untuk tidak berlarut-larut dalam kenikmatan instan yang membuat lalai.

Menciptakan selingan penting untuk menjaga energi kita. Saat kita sedang jenuh, cobalah berhenti sejenak untuk bersantai. Atau, kerjakan hal lain yang juga merupakan tugas kita, tapi berbeda dengan yang saat ini membuat kita jenuh. Dengan begitu kita bisa sedikit lepas dari beban, tapi tetap tidak meninggalkan tugas atau kewajiban. Cara lain, carilah bagian yang mudah pada pekerjaan itu untuk kita kerjakan pada saat-saat jenuh.

Cara lain untuk mempertahankan semangat adalah dengan membuat tahapan-tahanpan pekerjaan. Bila tercapai satu tahap, kita merasakan bahwa pekerjaan kita mengalami kemajuan. Kemajuan kecil sekalipun akan kita nikmati sebagai sukses kecil yang membahagiakan. Kebahagiaan kecil akan memberi tambahan energi untuk menjalani proses selanjutnya.

Jadi sekali lagi, hidup tidak punya pilihan. Kita harus terus mendaki. Kalau tidak kita akan tertinggal, atau terperosok ke jurang. Buatlah setiap langkah pendakian itu nikmat, dengan menikmati apa yang ada di sepanjang jalan. Ingatlah selalu kenikmatan yang akan kita raih bila kita tiba di puncak. Sesekali beritirahatlah. Buatlah tahapan-tahapan di tengah jalan, di mana kita bisa beritirahat sejenak sambil melihat jalan yang kita lalui tadi. Nikmati kesadaran bahwa kita sudah mendaki sekian jauh, dan kita masih akan punya banyak tenaga untuk tiba di puncak.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: