//
you're reading...
Creativity, Human being, Motivasi, Pendidikan, Perubahan

Free Writing : Seperti Melepaskan Burung dari Genggaman….

Hernowo Hasim
June 4, 2016

Ada rasa puas. Ada rasa lega. Dan ada rasa bahagia yang memancar dalam diri ibu tersebut. Dia seperti baru saja berhasil membalaskan dendam yang selama ini tersimpan di kedalaman hatinya. Dendam? Ya, selama ini sang ibu merasa tidak berbakat menulis. Dia juga berkali-kali dikecewakan dan dibuat frustrasi ketika mencoba untuk menulis. Pikiranya mampet. Jari-jarinya kelu. Setiap kali ingin mengalirkan pikirannya, rasa-rasanya ada bendungan yang sangat besar dan kokoh yang menghadangnya.

Kini, setelah mencoba “free writing” berkali-kali selama sebulan—sesuai petunjuk yang saya berikan kepadanya—dia merasa seperti berhasil melepaskan burung yang terkerangkeng dalam sangkar dan akhirnya dapat menghidup udara segar yang bebas. Diri sang ibu itu seperti diibaratkan burung tersebut. “Free writing” telah membebaskan dirinya dari cengkeraman atau kerangkeng ketidakberdayaan. Kini dia dapat menulis apa saja dan menjadi berdaya (kuat) berkat “free writing”.

Saya tentu takjub mendapatkan kisah yang sangat emosional itu. Saya tidak menyangka dampak “free writing” seperti itu. Ia, ternyata, dapat membalik keadaan seseorang dari seorang pecundang menjadi pemenang. “Free writing” yang mudah dilakukan itu ternyata dapat mengubah seseorang yang merasa kesal dan frustrasi menulis menjadi orang yang kemudian keranjingan menulis. Meskipun hasil tulisannya masih kacau balau, tetapi proses menulisnya itu telah menghadirkan semangat yang tak ternilai harganya.

Begitu merenungkan cerita pembebasan dan pemberdayaan sang ibu, saya teringat kata-kata berikut ini: “Menulis dari pikiran sendiri, itulah pesan utama yang ingin disampaikannya. Goldberg tidak bicara tentang cara menulis pada genre tertentu. Dia begitu mencintai kegiatan menulis sehingga yang penting adalah menulis itu sendiri, berlatih setiap hari, menuliskan sebebas-bebasnya seluruh pikiran yang terlintas di benak tanpa takut-takut, menemukan kesejatian diri lewat tulisan.”

Setelah baris-baris kalimat itu selesai saya ingat, saya kemudian melanjutkan ingatan saya yang terkait dengan lanjutan kata-kata di atas: “Setelah keterampilan (menulis) itu bertumbuh terserah Anda apakah akan mengarahkannya untuk menulis cerpen, puisi, esai, artikel koran, novel, atau brosur iklan.” Kata-kata yang baru saja saya kutip itu berasal dari Yuliani Liputo—penerjemah buku karya Natalie Goldberg, Writing Down the Bones: Freeing the Writer Within ke dalam bahasa Indonesia—ketika mengantarkan buku terjemahan tersebut untuk memahami gagasan-pokok Goldberg.

Ya, inti “free writing” memang bukan menulis untuk keperluan di luar diri—untuk keperluan agar sebuah tulisan dapat dibaca oleh orang lain. Tidak! Bukan itu maksud dan tujuan “free writing”. Saya ingin mengulangi lagi di sini sembari menegaskan bahwa “free writing” adalah MUDS—menulis untuk ditujukan kepada diri sendiri. Atau dalam bahasa Yuliani Liputo—sebagaimana saya kutip di atas—adalah “menuliskan sebebas-bebasnya seluruh pikiran yang terlintas di benak tanpa takut-takut, menemukan kesejatian diri lewat tulisan”.

Pertama, “free writing” adalah menulis sebebas-bebasnya, menulis “semau gue”, menulis yang tidak mengikuti atau terkerangkeng oleh peraturan apa pun, menulis yang memang hanya mengalirkan tanpa mengoreksi dan tanpa melihat lagi apa yang telah ditulis. Kedua, “free writing” adalah menulis dengan penuh percaya diri bahwa diri itu unik dan pasti ada yang penting di dalam diri—oleh karena itu tak perlu memelihara rasa takut untuk mengalirkan diri menjadi rangkaian kata-kata. Dan ketiga, “free writing” adalah menulis yang dapat membantu seorang penulis untuk menemukan dirinya—kalau toh belum dapat bertemu dengan dirinya secepat yang diinginkan, setidaknya dia dapat menjadi lebih dekat lebih akrab, lebih intim dengan dirinya sendiri.

Betapa nyaman dan ringannya dapat menjalankan kegiatan menulis seperti itu.[]

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: