//
you're reading...
Human being, Lingkungan, Pendidikan, Renungan

Jalan Kemuliaan Para Ibu

Ust Maman Surahman, Lc, M.Ag

Mengandung, menyusui dan melahirkan anak adalah hal berat dalam kehidupan seorang wanita,

Sehingga dari tiga kesulitan besar ini Allah tempatkan derajat perbandingan ihsan antara ibu dan ayah adalah tiga banding satu

Sebagaimana dalam hadits,
” Ya Rasulullah kepada siapa saya harus berbuat baik?”
Nabi menjawab, ” ibumu”

Orang itu bertanya lagi, ” Siapa lagi?”
Nabi menjawab, “ibumu,”
Dia bertanya lagi, “siapa lagi?,
Nabi menjawab, ” ibumu”
Dia bertanya lagi, “siapa lagi?
Nabi Menjawab, “ayahmu”
(HR.Bukhari)

Kesulitan yang paling akhir dari proses proses sulit itu adalah menyusui

Seorang ibu menyusui bayinya siang malam tanpa henti. Sang ibu jadi kurang tidur, lelah, kurang istirahat adalah karena beratnya beban menyusui.

Bahkan sampai tubuhnya kurus kering karena sebagian besar nutrisi tubuhnya tersedot untuk proses menyusui ini

Menyusui inilah yg hilang dari para ibu hari ini. Karena kesibukan mereka di luar rumah maka proses menyusui berubah menjadi proses memberi asi.

Tentu Sangat beda antara menyusui dan memberi asi

Kalau menyusui adalah proses interaksi penuh antara ibu dan anak dalam memberi susu

Ada dekapan hangat, ada kasih sayang yang melimpah, ada usapan dan rengkuhan tangan lembut ibu

Bahkan ketika proses penyusuan itu ada hormon proklatin, yang menjadikan seorang ibu penuh cinta dan kasih sayang. Selalu ingin mendekap bayi tercinta

Di sinilah hubungan bathin ibu dan anak itu terjalin. Bahkan proses penyusuan yg hampir dua tahun itu membuat ibu betapa kenal karakter anaknya dali mulai tangisan sakit, tangisan pipis,tangisan manja sampai tangisan lapar

Kenapa hari ini Ibu kesulitan mengenali karakter anaknya?

Karena kebanyakan mereka kehilangan waktu berharga perkenalan awal dengan anak pada fase menyusui, yang kemudian interaksi fitrah itu tergantikan oleh susu lain,

Ini semua adalah bentuk ketidak siapan para wanita untuk menjadi seorang ibu.

Waktu mereka di luar rumah lebih berharga dari pada waktu mereka bersama anak-anaknya

Pantaslah hari ini anak-anak kehilangan kehangatan dan kasih sayang, tumbuh menjadi anak-anak yang dingin terhadap keluarga

Rata – rata, Sebagaimana perlakuan orang tua terhadap anaknya saat masih kecil, seperti itulah kelak perlakuan anak terhadap orangtuanya di saat hari mulai senja

Maka dari itu,
Wahai ibu, pulanglah..
Jalan Kemuliaan itu ada di rumahmu

#Galerisiroh
Ust Maman Surahman, Lc, M.Ag’
Jalan Kemuliaan Para Ibu

Mengandung, menyusui dan melahirkan anak adalah hal berat dalam kehidupan seorang wanita,

Sehingga dari tiga kesulitan besar ini Allah tempatkan derajat perbandingan ihsan antara ibu dan ayah adalah tiga banding satu

Sebagaimana dalam hadits,
” Ya Rasulullah kepada siapa saya harus berbuat baik?”
Nabi menjawab, ” ibumu”

Orang itu bertanya lagi, ” Siapa lagi?”
Nabi menjawab, “ibumu,”
Dia bertanya lagi, “siapa lagi?,
Nabi menjawab, ” ibumu”
Dia bertanya lagi, “siapa lagi?
Nabi Menjawab, “ayahmu”
(HR.Bukhari)

Kesulitan yang paling akhir dari proses proses sulit itu adalah menyusui

Seorang ibu menyusui bayinya siang malam tanpa henti. Sang ibu jadi kurang tidur, lelah, kurang istirahat adalah karena beratnya beban menyusui.

Bahkan sampai tubuhnya kurus kering karena sebagian besar nutrisi tubuhnya tersedot untuk proses menyusui ini

Menyusui inilah yg hilang dari para ibu hari ini. Karena kesibukan mereka di luar rumah maka proses menyusui berubah menjadi proses memberi asi.

Tentu Sangat beda antara menyusui dan memberi asi

Kalau menyusui adalah proses interaksi penuh antara ibu dan anak dalam memberi susu

Ada dekapan hangat, ada kasih sayang yang melimpah, ada usapan dan rengkuhan tangan lembut ibu

Bahkan ketika proses penyusuan itu ada hormon proklatin, yang menjadikan seorang ibu penuh cinta dan kasih sayang. Selalu ingin mendekap bayi tercinta

Di sinilah hubungan bathin ibu dan anak itu terjalin. Bahkan proses penyusuan yg hampir dua tahun itu membuat ibu betapa kenal karakter anaknya dali mulai tangisan sakit, tangisan pipis,tangisan manja sampai tangisan lapar

Kenapa hari ini Ibu kesulitan mengenali karakter anaknya?

Karena kebanyakan mereka kehilangan waktu berharga perkenalan awal dengan anak pada fase menyusui, yang kemudian interaksi fitrah itu tergantikan oleh susu lain,

Ini semua adalah bentuk ketidak siapan para wanita untuk menjadi seorang ibu.

Waktu mereka di luar rumah lebih berharga dari pada waktu mereka bersama anak-anaknya

Pantaslah hari ini anak-anak kehilangan kehangatan dan kasih sayang, tumbuh menjadi anak-anak yang dingin terhadap keluarga

Rata – rata, Sebagaimana perlakuan orang tua terhadap anaknya saat masih kecil, seperti itulah kelak perlakuan anak terhadap orangtuanya di saat hari mulai senja

Maka dari itu,
Wahai ibu, pulanglah..
Jalan Kemuliaan itu ada di rumahmu

‪#‎Galerisiroh‬

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: