//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Entrepreneurship, Perubahan

Dilarang Jatuh Cinta Pada Idemu

Kamu pasti pernah mendengar atau membaca kutipan, “bisnis sukses dimulai dari sebuah ide.” Iya kan? Saya juga. Dan itu benar adanya. Semua bisnis besar yang berhasil saat ini dimulai dari sebuah ide sederhana dari pendirinya. Tapi kamu harus hati-hati, karena idemu itu bisa jadi pembunuh bisnismu sendiri. Lho, kok bisa?

Begini. Sebagai seorang inovator, kamu punya banyak ide yang tiba-tiba muncul begitu saja di kepala. Saat kamu mandi, makan, main atau bahkan menjelang tidur. Satu ide tumbuh begitu dahsyatnya. Kamu yakin idemu itu bisa jadi solusi untuk pelangganmu nanti. Bahkan bisa mengubah dunia.

Kamu ceritakan itu pada sahabatmu. Dia tertarik. Kemudian kalian memutuskan untuk memulai bisnis berdasarkan idemu itu. Kalian habiskan seluruh uang tabungan untuk membuat produk atau layanan yang tergambar semakin fantastis di imajinasi. Setelah jadi, kamu luncurkan dengan percaya diri ke pasar. Kemudian kamu menunggu.

Menunggu pelanggan…

…. yang tidak kunjung datang.

Kamu akhirnya harus menerima kenyataan pahit bahwa apa yang kamu pikir dahsyat, belum tentu orang lain juga berpikir itu dahsyat. Sementara kamu sudah habiskan seluruh uangmu untuk menciptakan produk yang tidak ada orang mau beli.

Itu adalah penyebab nomor satu kenapa bisnis gagal. Dan semua itu disebabkan karena kamu jatuh cinta pada idemu. “Beauty is in the eye of the beholder”. Semua terlihat indah dimata pecintanya. Cinta itu juga buta. Kamu tidak mampu melihat semua yang cacat dari objek yang kamu cintai. Cinta itu juga menghipnotis. Sadar atau tidak sadar, kamu menyangkal pandangan orang lain yang berbeda dari apa yang kamu lihat pada idemu. Pikiranmu sibuk mencari pembenaran bahwa idemu itu memang dahsyat.

Seharusnya kamu posisikan ide dahsyatmu itu sebagai sebuah hipotesa, yaitu gagasan yang perlu diuji kebenarannya. Layaknya semua ilmuwan, kamu pun harus mengambil jarak dengan idemu, seberapapun dahsyatnya ide itu menurutmu. Wujudkan idemu itu ke dalam bentuk prototipe sederhana agar orang lain bisa melihatnya, menyentuhnya dan merasakannya secara langsung. Ini untuk menghindari orang lain merespon idemu menggunakan imajinasinya yang bisa jadi berbeda dengan ide yang kamu maksud.

Tunjukkan prototipe itu ke sebanyak mungkin orang, kisarannya antara 30 hingga 100 orang tergantung jenis produknya. Kemudan pelajari reaksi mereka. Ingat, tujuanmu bukannya untuk meyakinkan mereka seberapa dahsyat idemu itu, melainkan untuk mendapatkan sebanyak mungkin umpan balik dari mereka. Setelah itu kembalilah ke garasi rumahmu, atau laboratoriummu atau studiomu, apalah namanya, kemudian perbaiki idemu itu.

“Bisnis sukses dimulai dari sebuah ide”. Ungkapan ini benar, tapi tidak lengkap, sehingga bisa menyesatkan. Maka ijinkan saya menambahkan dua kata ke dalam ungkapan itu, “Bisnis sukses dimulai dari ide yang teruji.”

Semoga manfaat. Selamat memulai bisnismu.

Indrawan Nugroho
Business Innovator
CEO CIPTA Consulting
Co-founder Kubik Group

SILAKAN SHARE JIKA BERMANFAAT
Join Klub Inovator Bisnis (FB Group) di bit.ly/klubinobis
Follow –> twitter: @indrakubik / IG: indrakubik / LinkedIn: Indrawan Nugroho

Indrawan Nugroho's photo.

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: