//
you're reading...
Human being, Kemandirian, Lingkungan, Pendidikan, Perubahan, Review

Sistem Pendidikan Negara Kita

Harry Santosa – Millenial Learning Center

Wahai negara, mengaku sajalah bahwa sistem pendidikan negara kita gagal. Kini semua hal menjadi darurat. Museumkan saja kurikulum usangmu. Sudah terlalu lama kalian melenakan para orangtua menjadi para tukang titip anak anak. Kalian sudah memasung fikiran orangtua bahwa sukses mendidk itu jika lulus UN, perayaan wisuda, dan bergelar berderet deret.

Lihatlah anak anak kita dipaksa bisa baca sejak PAUD tapi jadi malas belajar dan malas membaca seumur hidupnya, lihatlah mereka diabaikan kodratnya sehingga buta bakatnya dan tidak tahu peran terbaiknya sampai mati, lihatlah mereka tahu agama tapi buruk moralnya, lihatlah mereka tahu sains tapi tidak tahu melestarikan alam, lihatlah para sarjana kalian tidak kompeten dan tak laku di pasar kerja, lihatlah lihat jangan cuma menjual ilusi kemajuan.

Semua bencana yang menimpa generasi anak anak kita, yang kini semakin meluas dan parah itu adalah bukti betapa rentan dan rapuhnya rumah dan jamaah. Anak anak kita sejak lama tercerabut dari akar rumah dan komunitasnya, masjid masjid dan rumah rumah sepi dari mendidik anak secara utuh dengan karya hebat, orangtua sejak lama dibelenggu tangan dan kakinya, dimandulkan lisan dan telinganya di hadapan anak anaknya, juga dilumpuhkan aqal dan perasaannya untuk mampu dan berani mendidik anak anaknya sendiri.

Wahai orangtua, ini salah kita sendiri, kita para orangtua yang melalaikan fitrah peran mendidik, menyerahkan sepenuhnya pada lembaga, mendidik anak sekadarnya saja, lebih khawatir jika anak tidak pandai akademis dan tidak berstatus shalih daripada berproses menjadi dirinya sendiri dan berproses untuk mencintai kebenaran sesuai fitrahnya dan KitabNya.

Sudahlah negara, mundurlah dari campurtangan mendidik generasi, kuatkan saja peran orangtua dan komunitas untuk berani dan kreatif mendidik anak anak mereka sendiri. Fasilitasi saja para orangtua dan komunitas agar hebat mendidik anak anak mereka sendiri, toh tiap keluarga dan tiap komunitas unik. Memang negara tahu semua? Jadi negara fokus saja pada riset dan perguruan tinggi.

Sudahlah para orangtua kembalilah kepada rumah dan jamaahmu, apa sih yang kita cari? Ayo didiklah anak anak kita secara bersama, bahu membahu, sebelum semuanya terlambat. Ayo bangkit, perkuat kemandirian komunitas untuk peradaban yang lebih baik.

Salam Pendidikan Peradaban
‪#‎pendidikanberbasisfitrah‬ dan akhlak
‪#‎pendidikamberbasispotensi‬

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: