//
you're reading...
Human being, Motivasi, Pendidikan, Perubahan

Arahan dan Nasehat (tentang Pendidikan)

Oleh: KH. Hasan Abdullah Sahal
==============================

Ini Pendidikan. Mengapa harus ada kumpul? Kenapa tidak langsung ditempel saja pembagian tugasnya di papan pengumuman? Itu bisa sekali, tapi itu tidak mendidik.
Sampai guru-guru dan ustadz-ustadz menandatangani daftar hadir. Mereka datang, bukan hanya tanda-tangan lalu pergi ke pasar.

Ini pendidikan dan semua melakukan dan merasakannya.
Manusia adalah makhluk yang siap dididik. Malaikat itu tidak dididik. Binatang itu tidak dididik. Yang dididik hanya manusia dengan akal dan otaknya.

Inilah pesantren. Penuh dengan pendidikan.
Derajat-derajat makhluk Allah; ada tumbuhan, binatang, yang lebih tinggi adalah manusia, lebih tinggi lagi adalah manusia Muslim. Setelah itu adalah Muslim yang menuntut ilmu dan lebih tinggi lagi muslim yang menuntut ilmu di pesantren.

Yang berhak mendidik adalah pesantren. Karena yang lain tidak bisa dipercaya sebagai pendidik.
Yang seharusnya mendidik menjadi tidak mendidik. Negara seharusnya mendidik, tapi tidak mendidik. Politik seharusnya mendidik, tapi politik tidak mendidik. Semuanya tidak menanamkan akhlak di dalam gerakannya.

Kita (Pondok) tetap menganut pola pendidikan. Sampai kapan pun tetap menganut pola pendidikan. Pembagian tugas seperti ini harus tetap diadakan. Karena kultur inilah yang tetap diadakan. Ada unsur ibadah, keikhlasan, kesabaran, kebersamaan. Agar tradisi pondok tetap terjaga kesakralannya.
يا أيتها النفس المطمئنة، ارجعي الى ربك راضية مرضية، فادخلي في عبادي، وادخلي جنتي…

Ayat tersebut adalah untuk orang yang masih hidup. Nafsun Muthmainnah. Bukan orang yang sudah meninggal. Karena ini jalan hidup kita, jangan sampai terseret sana dan terseret sini.

Penyakit negara kita adalah turun temurun. Jaman Majapahit penyakitnya adalah syirik, klenik, hindu dan sebagainya. Datang imperalis datang juga penyakit penjajahan. Setelah itu merdeka, datang penyakit baru penyakit kemerdekaan, penyakit demokrasi terpimpin, Nasakom, penyakit Reformasi dan lain-lain.
Sekarang akan hidup lagi. Orang muslim dipaksa untuk bekerja sama dengan orang kafir. Penyakit ini adalah warisan dari dulu.

Hanya satu solusinya yaitu SYARIAH ISLAMIYAH. Hanya Islam yang bisa menyembuhkan penyakit-penyakit ini. Itu dari Allah, bukan dari saya.

Kita memilih jalur pendidikan. Maka Yudikatif dididik, Legislatif dididik, Polisi dididik, Politik dididik, Ekonomi dididik dan sebagainya. Inilah tugasnya pondok pesantren.

Pondok pesantren yang tidak mengajarkan dan mendidik kehidupan yang ber-Syariah Islamiyah itu Palsu, itu dajjal!
Pesantren menjadi pejuang sampai pahlawan “Adh-Dhorurotul Khomsu”, tapi masih dalam jenjang pendidikan.
Alumni pesantren ada yang korupsi. Alumni pesantren tidak pasti baik. Karena pesantren tidak menjamin.

Kita mencintai yang kita miliki. Bukan seperti binatang yang memiliki apa yang mereka cintai.
Kita punya Islam. Kita cinta Islam, tradisi Islam, Syariat Islam. Tidak yang lain.
Jangan tertarik dunia luar!
Kita terus bersyukur. Bersyukur dan bersyukur.
Bersyukurlah!…

Gontor, 9 Mei 2016

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: