//
you're reading...
Creativity, Entrepreneurship, Human being, Lingkungan, Perubahan

3 Ciri Inovasi

11 May, 2016

Oke, jadi Anda mengaku sebagai seorang inovator? Bagus! Saya senang mendengarnya. Indonesia butuh banyak inovator…. tapi tunggu dulu, apa iya benar Anda inovator? Yuk kita cek dulu.

Kemarin saya menulis artikel di Klub Inovator Bisnis tentang bedanya kreatif dan inovatif. Kreatif mengacu pada orangnya, sementara inovatif mengacu pada produknya atau hasil karyanya. Kesimpulannya adalah tidak semua orang kreatif menghasilkan karya inovatif. Maka agar bisa disebut inovator tentu hasil karya Anda harus inovatif.

Lalu apa sih yang bisa membuat sebuah karya itu disebut sebagai inovasi? Ada tiga ciri yang harus dipenuhi, yaitu baru atau berbeda, menghasilkan nilai tambah, dan diadopsi banyak orang. Kita bahas satu persatu yuk.

1. Baru atau berbeda.
Kata ‘inovasi’ berasal dari bahasa latin ‘innovare’ atau ‘innovatus’ yang berarti ‘memperbarui’ atau ‘mengubah’. Orang yang berinovasi adalah mereka yang memperbarui atau mengubah sebuah produk, layanan atau proses. Jadi selama hasil karya Anda berbeda dari apa yang ada sebelumnya atau bahkan sama sekali baru, maka satu dari tiga ciri inovasi sudah berhasil Anda penuhi.

2. Menghasilkan nilai tambah.
Asal beda atau baru saja tidak membuat karya Anda disebut sebagai sebuah inovasi. Karya itu harus menghasilkan nilai yang lebih tinggi bagi penggunanya. Inilah ciri kedua dari sebuah inovasi. Jika suatu saat Anda memutuskan untuk ‘berbeda’, misalnya dengan cara Anda pergi ke kantor mengenakan celana dalam di luar. Apakah itu inovasi? Jelas bukan! Memang itu ‘beda’, tapi apa nilai tambahnya? Jadi kalau karya itu tidak membuat hidup atau pekerjaan Anda jadi lebih baik, lebih mudah, lebih cepat, lebih asyik, maka karya itu belum bisa disebut sebagai inovasi.

3. Diadopsi banyak orang.
Ciri ketiga dari inovasi adalah karya tersebut diadopsi oleh banyak orang. Maksudnya? Kalau orang lain tidak tertarik untuk menggunakan karya itu, maka karya Anda itu belum bisa disebut sebagai inovasi. Karena itu artinya orang lain tidak menganggap karya tersebut punya nilai tambah yang tinggi sehingga mereka enggan mengadopsinya. Jadi produk secanggih apapun kalau hanya ‘duduk’ di lab, tidak sampai mengubah pola hidup banyak orang, maka produk canggih itu belum bisa disebut inovasi.

Itulah sebabnya, sebuah penemuan (invention) belum bisa disebut inovasi. Nah, ketika semua orang berbondong-bondong mengikuti cara kerja Anda yang baru, membeli produk baru Anda, bahkan pesaing mulai mencontek dan berlomba-lomba membuat versi KWnya, maka Anda boleh bangga, karena karya Anda itu adalah sebuah inovasi.

Nah sekarang coba lihat karya Anda, apakah memang baru atau berbeda? Apakah memberikan nilai tambah yang tinggi bagi penggunanya? Apakah orang-orang berbondong-bondong ingin mengadopsi karya Anda tersebut? Jika iya, maka selamat! Anda adalah seorang inovator.

Jika belum, tidak usah khawatir. Sebuah inovasi tidak lahir dalam semalam. Ia tidak muncul dari sekali – dua kali percobaan. Melainkan puluhan, ratusan bahkan setelah ribuan kali revisi dan uji coba. Maka teruslah berkarya. Jangan menyerah. Suatu saat nanti, karya Anda akan memiliki ketiga ciri diatas. Dan ketika itu terjadi, Anda akan tahu. Karena saat itu Anda telah berhasil mengubah dunia disekitar Anda menjadi lebih baik.

Indrawan Nugroho
Business Innovator
CEO CIPTA Consulting

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: