//
you're reading...
Creativity, Ekonomi, Entrepreneurship, Perubahan, Uncategorized

Rumus Tiga Langkah Berselancar dengan Ketidak pastian.

Jusman Syafii Djamal

Salah satu problem utama yg dihadapi oleh pimpinan puncak perusahaan adalah surfing in uncertainty and navigating company during economic turbulence.

Indikator awalnya dapat diamati dari trend volume penjualan “sales” menurun atau revenue merosot. Pangsa pasar menyempit. Pelanggan alihkan pembelian pada produk murah. Sementara cost of good sold terus meningkat. Fluktuasi exchange rate , suku bunga pinjaman merambat naik.

Pada saat begini biasanya pemimpin perusahaan yg bingung mulai cenderung lebih banyak merengut dan marah ketimbang ramah dan ceria. Dan staff serta bawahan biasanya menyesuaikan diri dengan langgam boss, lebih banyak diam dan kelihatan sibuk.

Semua berupaya mencari argumen untuk lolos dari lubang jarum. Menghadapi turbulensi akibat perubahan cuaca ekonomi ada dua jalur. Ada yang mencoba menggunakan fenomena menurun nya penjualan sebagai bentuk indikasi kejenuhan pasar dan “demand” pelanggan untuk menemukan produk baru.

Tetapi ada Banyak perusahaan merasa yakin pada keunggulan nya untuk bertahan pada pola produksi, dan produk yang itu itu terus. Semua beranggapan economic turbulence bersifat sementara.

Seringkali Pilihan Bertahan pada zona nyaman memang menyebabkan semua orang merasa aman tentram.
Disini falsafah mangan ora mangan asal kumpul disalah tafsirkan.

Tahun 2015 ada buku menarik berjudul The Attacker Advantage, Keunggulan Penyeran buah karya Ram Charan. Dia memiliki pandangan bahwa jika penjualan atau revenue sebuah unit atau perusahaan terus selama tiga tahun berturut turut, lonceng kematian sudah berbunyi. Apalagi jika Revenue jauh lebih kecil dari Cost of good sold. Tak ada EBITDA. Pasti ada yang keliru. Dan Perusahaan harus masuk bengkel MRO, Maintenance, Repair atau Overhaul.

Kebetulan saya pernah punya pengalaman memimpin perusahaan yang sedang “stall”. Ibarat pesawat terbang , sayap nya tak mampu menimbulkan gaya angkat karena hidung pesawat terlalu mendongak bikin rejim aliran disekitar sayap bergolak dan “stalled”. Ketika itu Perusahaan sedang mendaki untuk tumbuh pesat, lakukan investasi, banyak capital ditanam untuk lahirkan produk baru eh ditengah jalan krisis ekonomi terjadi. Aliran dana mandeg. Fenomena Besar pasak dari tiang pun terjadi.

Pengalaman hampir 20 tahun lalu itu yang membuat saya bisa menyelami apa yang ditulis oleh Ram Charan dalam bukunya itu. Terutama ketika ia bicara tentang “Uncertainty”, ketidak pastian masa depan yang dihadapi oleh semua pemimpin disetiap “layer” perusahaan.

Ketidak pastian yang menggigit tulang dan membuat “penyakit mag” kambuh akibat stress yg pernah sy alami menyebabkan sy setuju dgn apa yg ditulisnya : “The question we all ask is: “How can I make decisions and lead when things change so unpredictably and fast?”

Dalam buku ini Ram Charan beri rekomendasi begini : Dalam situasi penuh ketidak pastian , merubah mindset atau pola fikir dan paradigma mengelola perusahaan itu jauh lebih utama untuk dibangun.
Ram Charan mengatakan ada tiga langkah yang harus dilakukan para pemimpin perusahaan yang dilanda masalah “ketidak pastian” pasar, revenu dan sumber pembiayaan , yakni :

Pertama : “TAKING CONTROL OF uncertainty is the fundamental leadership challenge of our time”
It is the mind-set to overcome fear of uncertainty and find the opportunities in it and the courage to move forward despite the unknowns. It is the ability to gain the advantage with speed, with focus, and without breaking morale.

Kedua By pinpointing the sources of uncertainty, defining a path forward, and making the necessary frequent adjustments to steer your organization along it, you will see that uncertainty is not something to fear.

Ketiga: By immersing yourself in it you can discover possibilities for creating something new and immensely valuable.

The more you embrace uncertainty and practice the skills to deal with it, the more self-confidence you will develop and the better prepared you will be to lead.”
Tulisan belum selesai, mobil yang saya tumpangi sudah tiba ditempat tujuan.

Mohon maaf nanti disambung bagian keduanya. Salam

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: