//
you're reading...
Human being, Information Technology, Motivasi, Pendidikan, Perubahan, Review, Uncategorized

Berkarya Bagai Air Mancur : Belajar pada Fountain dan Raptor Codes

Khoirul Anwar
May 11, 2016
(Tulisan ini saya persembahkan untuk rekan-rekan saya di IPTIJ Jepang. Semoga tidak pernah berhenti dalam berkarya).
Setelah kita paham mengapa kita harus berkarya, kini kita dihadapkan pada pertanyaan seberapa sering kita harus berkarya. Untuk menjawab pertanyaan ini saya ingin menjawab dengan hikmah dari keberkahan hidup.
Berkah berasal dari kata al-birkah yang secara bahasa bermakna tempat tergenangnya air. Ini bisa juga diartikan danau yang airnya banyak dan tergenang (tetap, diam). Tetap berarti tidak hilang. Jadi jika kata ini dilekatkan pada “karya” menjadi “karya yang berkah” berarti dimaknai menjadi karya yang kebaikannya banyak dan tetap melekat (tidak hilang).
Salah satu dari tiga taman terbaik Jepang berada di Kanazawa, dinamai Kenroku-en. Pada taman ini ada sebuah air mancur (fountain) tertua di Jepang yang dibuat pada tahun 1861 yang suasana pada November ditunjukkan pada Gambar 1. Ini adalah air mancur alami yang airnya berasal dari danau Kasumiga-ike. Ketinggian pancuran airnya bisa sampai 3 meter yang terjadi karena perbedaan ketinggian letak danau dan letak pancurannya.

Gambar 1. Air Mancur (Fountain) Tertua Jepang yang berada di Kenroku-en, Kanazawa. (sumber gambar: wikipedia)
Jika kita kembalikan lagi kepada makna “karya yang berkah”, maka karya harus mirip dengan air mancur yang kebaikannya selalu menyebar tetapi tidak pernah habis bersumber dari danau keberkahannya. Airnya selalu mancur (keluar) dan tidak pernah berhenti, yang sesuai dengan salah satu makna berkah yang kedua yaitu kebaikannya selalu bertambah.
Jadi karya harus selalu bertambah. Sampai kapankah karya itu harus selalu dibuat? Apakah sampai kita pensiun saja? Jawabannya adalah unlimited, sampai semua orang merasakan manfaatnya. Hal ini karena level kepuasan manusia berbeda-beda.
Ibarat seseorang yang membawa gelas untuk minum air dari sebuah pancuran air, maka orang yang membawa gelas kecil segera bisa minum airnya karena gelas kecil itu segera penuh. Tetapi jika seorang membawa gelas yang besar, dia harus cukup lama menampung air sampai gelasnya penuh.
Namun, bagi kita yang berkarya harus bersabar untuk terus berkarya, terus mengeluarkan air, karena kita yakin keistiqomahan ini akan membawa semua orang mendapatkan manfaatnya. Karya kita harus bermanfaat baik kepada mereka yang gelasnya kecil, maupun mereka yang gelasnya besar.
Konsep ini dalam telekomunikasi dan coding theory disebut Fountain Codes seperti yang ditunjukkan dalam Gambar 2. Dalam jaringan digital, setiap device bisa jadi mengalami error karena kondisi channel mereka berbeda-beda.
Jika sebuah device tepat memiliki channel yang buruk, device tadi harus rela menunggu paket berikutnya sampai didapatkan seluruh paket. Jika ada device dengan channel yang lagi baik, device tersebut bisa langsung mendapatkan paket informasi yang diinginkan.
Namun dalam hal karya dan kepuasan manusia, bisa jadi ada orang yang mudah mengapresiasi kita dengan gelas kecil mereka, bisa jadi juga ada orang yang meminta lebih karena gelas mereka besar. Tetapi karya kita harus bisa memuaskan semuanya.

Gambar 2. Karya kita harus bagai air mancur yang bermanfaat bagi semua orang, berapapun level kepuasan gelas mereka. (Sumber gambar: Khoirul Anwar)
Bagaimana agar karya kita makin bisa memuaskan banyak orang? Jawabannya adalah dengan meningkatkan kualitas karya. Dalam coding theory ini disebut more error protection. Fountain codes (atau disebut LT codes) ternyata tidak terlalu kuat, maka dia harus diproteksi lagi misalnya dengan low density parity check (LDPC) codes atau low density generator matrix (LDGM), tergantung kepada kompleksitas dan keterbatasan yang kita miliki. Konsep inilah yang kemudian melahirkan jenis coding baru disebut Raptor codes seperti ditunjukkan pada Gambar 3.

Gambar 3. Kita, selain harus berkarya tiada henti, juga harus menjaga kualitasnya sebagaimana Raptor codes menambah error protection dan terus transmit. (Sumber gambar: Khoirul Anwar)
Karya yang seperti Raptor codes akan berkualitas baik, memiliki sedikit error, dan makin cepat bermanfaat pada masyarakat. Dengannya masyarakat makin banyak yang terpuaskan. Semoga kita mampu menghasilkan karya-karya berkualitas yang juga tiada henti. Aamiin.
Khoirul Anwar
Ishikawa, 11 Mei 2016

About ekoharsono

Just a simple person....that's all

Discussion

No comments yet.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: